My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
Klub malam okta



Hei ran dan choon hee menanti hwa young di depan klub malam. Hwa young datang menggunakan taksi, ia mengenakan slayer untuk menutupi bekas jahitan yang di perban. Tapi tak bisa menutupinya dari teman lamanya. Hwa young berjalan menghampiri kedua temannya, choon hee menyadari “ada apa dengan lehernya ?” “eumm.. kenapa ? dia tampak cocok mengenakannya lagi pula itu slayer limited edition rancangan disainer kelas dunia hemilton red harganya saja sangat mengerikan” “bukan itu maksudku” jawab choon hee “hallo.. maaf aku sedikit terlambat, lalu lintasnya cukup padat” “tidak apa-apa kami juga baru sampai” jawab hei ran “hwa young-ah apa yang terjadi dengan lehermu ? apa kau terluka ?” Tanya choon hee. “apa ? benarkah itu ?” respon hei ran “iya aku terluka karena tersedak tapi itu bukan luka yang besar hehe” “apa ?” jawab kedua temannya”kau tidak boleh ceroboh seperti itu” ucap hei ran “siapp.. bu… sudahlah mari kita masuk” sambil menarik kedua temannya ke dalam klub malam. Di klub ketiganya terus bersenang-senang dengan terus menari di atas lantai dansa mengikuti dentuman music yang membangkitkan semangat. Hwa young dan choon hee tidak peduli meski pria-pria mendekati mereka berbeda dengan hei ran yang meladeni dan menari bersama mereka. Ketiganya merasa kelelahan, dan duduk di sofa “aahh.. melelahkan sekali” ucap hwa young dengan berkeringat kedua temannya terdiam melepas penat “kya.. aku perlu ke toilet” ucap hei ran “aku ikut denganmu” ucap choon hee mengikutinya dari belakang. Baru saja kedua temannya pergi seorang pria mendekatinya dengan membawa dua gelas minuman. “sepertinya anda sangat menikmati malam di sini” hwa young menoleh pada pria itu. Pria itu duduk di hadapan hwa young. “minumlah..” “maaf saya tidak bisa minum” “kenapa ?” “saya tidak bisa” “tak apa jika sedikit saja, anda tidak akan mati setelah meminumnya” “kalau begitu.. apa anda bersedia minum ini ?” dengan menyodorkan segelas air putih “karena anda tampak kelelahan jadi aku membawanya juga, aku pikir ini lebih berguna” hwa young yang sudah kehausan meminumnya. Ia meminum dalam beberapa kali teguk “ahhh..” ungkapnya lega setelah minum “apa anda ingin minum lagi, aku bisa membawakan air putih lagi untuk anda” hwa young hanya diam. Pria itu tersenyum ia memanggil pelayan untuk membawa air mineral. Pria itu menggeser segelas air putih yang baru di sajikan oleh pelayan. hwa young minum sampai airnya habis tak lama setelahnya braakkk.. hwa young menjatuhkan wajahnya di atas meja, Pria itu tersenyum senang. Di tempat yang sama yeon jun menemui il sung yang duduk sambil minum di bar. “mana dompetku ?” tanyanya dengan dingin “kau ini.. duduk dan bersenang-senanglah dulu” “tidak perlu” “setidaknya duduk dan minumlah dulu” il sung menuangkan segelas minuman. Yeoun jun meminumnya dalam sekali teguk, gelas kembali di isi dan yeoun jun kembali minum sampai habis. Flash back, yeoun jun sedang bekerja sebagai bartender di bar. Ia menaruh dompet di atas meja bar Karena mencari barang di sakunya tetapi lupa tidak memasukan kembali dompetnya. Diam-diam il sung mengambilnya memasukannya dalam saku jas. Il sung meninggalkan sebuah note di atas meja yang di tunjukan pada yeon jun. yeon jun tampak tidak suka ketika membaca notenya. Baru dua gelas yeon jun meminum wajahnya sudah sangat merah. “apa yang kau masukkan dalam minuman ?” ucapnya dingin dengan mata tak fokus. Wajah il sung langsung berubah “mana dompetku ? cepat !” ucap yeon jun geram. dengan kesal il sung mengeluarkan dompet yeon jun dari saku jas di atas meja. Yeon jun mengambilnya seraya berdiri berniat untuk pergi. Baru saja ia akan melangkahkan kaki ia tumbang di lantai tidak sadarkan diri. Il sung tersenyum puas melihatnya “aku tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja” gumamnya.