My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
kilas balik



tiga wanita itu masih diam menunduk di hadapan hwa young. Wajah hwa young yang awalnya terlihat menakutkan berubah dengan tersenyum ramah “maafkan saya jika kehadiran saya di perusahaan membuat kalian tidak suka, tapi saya tidak bisa melepaskannya karena saya harus melewati prosedur sesuai standar yang di berikan oleh perusahaan untuk lolos wawancara hingga akhirnya di terima. bahkan keluargakupun tidak ada yang membantuku. Dan juga apa kalian tahu rahasia wajah dan tubuhku ini ? ini adalah anugerah dari Tuhan. Saya tidak pernah mengharapkan memilikinya secara alami, saya hanya bisa berusaha menjaga apa yang telah Tuhan berikan pada saya dengan wajah serta tubuh ini. Dan satu lagi saya juga tidak suka dengan penjilat. Hehe” ucapnya dengan nada lembut dan senyum. Ketiga wanita itu masih terus menunduk “apa kalian sedang mencari emas di lantai ?” Tanya hwa young dengan nada polos “tidak ibu manajer tidak” sangkal ketiganya dengan cepat. seketika ketiganya kembali terdiam dan menunduk. Hwa young bersiku tangan dan diam sejenak, ia memperhatikan ketiganya yang sama-sama merapatkan kedua tangan di depan. “ya sudah kalau begitu saya duluan” ucapnya lagi dengan lembut dan penuh senyum sebelum keluar dari toilet. Senyum hwa young langsung menghilang ketika keluar, ia terus berjalan dan hanya menghela napas. 10 tahun lalu, kejadian yang sama terjadi dengan hwa young. Di mana ia duduk di bilik toilet sekolah mendengar murid lain membincangkannya. tiga gadis yang tampak centil sedang merapihkan rambut sambil bercermin. “kalian tahu hwa young dari kelas 2 A itu.” “tentu saja semua orang di sekolah mengenalnya, dia sangat cantik dan juga pintar. Dia sangat populer bahkan di luar sekolah. Bisa di bilang dia adalah wajah sekolah kita” “aku jijik sekali melihatnya, dia tampak tak lebih dari bawang putih berbulu rubah” “kenapa begitu ?” “dia berani menggoda chan hyuk pacarku, dia sangat kurang ajar” “dia memang terlihat sangat naïf dan juga iljin.(sebutan untuk siswa sekolah yang suka membuli orang lain yang lebih lemah dengan kejam juga memperbudak murid lain). “dia memang suka memperbudak orang lain dan menjadi pesuruhnya” “dia memang menjijikan haha..” ketiga gadis-gadis itu mentertawakannya. Hwa young remaja hanya menunduk diam dengan tangan mengepal. hwa young di kenal sangat cantik dan mendapatkan perilaku istimewa dari orang lain sejak dulu, yang membuatnya merasa tidak nyaman. itu juga yang menyebabkan banyak orang iri dan membencinya juga berperasangka kepadanya. Ketika SMP dia selalu mendapatkan pandangan sinis dari teman perempuan di sekolah berbanding terbalik dengan perilaku siswa laki-laki. Dia bahkan pernah mendapatkan perundungan dari senior kelas karena hal itu. Hwa young remaja berdiri terpojok dengan banyak kakak kelas perempuan yang melototinya di gang sepi. “hei kau.. aku tidak peduli kau ini dari keluarga kaya atau anak presiden. Jangan belagu dan bersikap songong di sekolah apa kau mengerti !” ucap seorang kakak kelas perempuan dengan menarik kerahnya. Tampak wajah hwa young yang meringis karena telah di pukul juga seragam dan rambutnya yang acak-acakan. Perempuan itu melempar hwa young hingga tersungkur jatuh. “ayo teman-teman kita selesaikan ini” ucap gadis itu dengan sinis. Semua gadis ikut tersenyum sinis dan perlahan mengerubunginya dengan berdiri begitu menakutkan. “hei kalian… ! berhenti !” teriak choon hee dan hei ran remaja yang berjalan dengan tatapan geram di sampingnya. “lihat siapa yang datang, dua junior yang tidak tau diri” komentar salah seorang dari gadis perundung yang langsung di respon dengan tawa meledek dan tatapan sinis oleh gadis-gadis lainnya. hei ran mengambil satu langkah mundur dan bicara pelan pada choon hee “choon hee-ah apa kau yakin dengan ini ?” hei ran mulai ketakutan. Choon hee hanya terdiam dengan tatapan tajam tidak bergeming. ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Hei ran terkejut ketika melihat benda yang di keluarkan sahabatnya. Choon hee menyalakan petasan di tangannya yang di lempar kearah mereka. Seketika para gadis itu kalang kabut ketakutan. Choon hee dan hei ran menarik hwa young dan pergi dengan berlari. Ketiganya berujung duduk dengan napas terengah-engah di taman kota di depan air mancur besar. “aku ingin sekali masuk ke kolam itu” ucap hei ran yang kelelahan dan kehausan terlebih dengan cuaca yang panas. “kalian tunggu sebentar di sini” ucap hwa young sebelum berlari pergi. “pergi ke mana dia ?” Tanya hei ran masih dengan napas yang tidak teratur “entahlah..” jawab choon hee yang juga masih kelelahan. “kyaa…. Choon hee-ah apa kau gila ? kenapa kau melempar mereka petasan. Bagaimana jika mereka merundung kita karena hal ini. Mereka itu sangat menakutkan” “kita tinggal melaporkan perbuatan mereka” respon choon hee dengan cepat “apa kau bodoh ! ketua geng dari mereka adalah donator terbesar di sekolah” “untuk apa aku peduli tentang hal itu kita sama-sama mengeluarkan feses (kotoran manusia) dan menghirup oksigen gratis di dunia ini” “kyaa…! Bagaimana bisa kau membandingkannya dengan hal seperti itu” jawab hei ran dengan nada tinggi. Choon hee memilih diam tidak merespon hei ran lagi. Hwa young kembali dengan membawa satu kantung kresek berisi soda. choon hee dan hei ran langsung melongo Melihat banyaknya soda yang di bawa hwa young. Wajah hwa young tampak polos “saya tidak tau apa yang kalian sukai, jadi saya membawa semua fariannya hehe..” ucap hwa young malu-malu.