My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
Pertarungan dalam klub malam



Hei ran dan choon hee kembali tapi ia tidak mendapati hwa young. Keduanya melihat sekitar , Hwa young yang juga sudah tidak sadar di papah pria itu. Choon hee segera berlari menghampiri untuk menghadang. “kya.. kemana anda akan membawa temanku pergi ?” “apa ?” “cepat pergi sana !” “ah sial dasar wanita ini” “apa anda bilang ?! cepat kembalikan temanku ! ” “aku tidak mau kenapa ?” choon hee menatap tajam. Tiba-tiba dua pria kekar menghadang choon hee “siapa mereka ?” ucap hei ran dengan khawatir. Pria itu tersenyum “urus dia” salah seorang pria kekar berjalan mendekat pada choon hee. Seketika choon hee melayangkan tinju dan tendangan yang membuat pria kekar itu terlempar jatuh. Orang itu bangkit lagi dengan hidung berdarah, ia kembali menyerang bersama pria satunya lagi. Keributanpun tak terelakkan di lantai dansa yang berubah menjadi ring pertarungan antara choon hee dandua orang kekar yang tiba-tiba muncul. choon hee terus menangkis serangan dan membalikkan keadaan. Dua pria kekar itu tumbang tidak sadarkan diri, choon hee berjalan menghampiri pria yang memapah hwa young dan menarik hwa young ke sisinya. Baru saja kembali mendapatkan hwa young choon hee melihat yeoun jun di papah pria asing yaitu il sung pergi dari kerumunan. Choon hee menyerahkan hwa young pada hei ran, melemparnya pada pelukan hei ran. “kya.. choon hee kau mau kemana ?” sambil melihat temannya pergi. Yeon jun di gendong il sung keluar dari klub “permisi.. tunggu sebentar” ilsung menoleh sambil memapah yeon jun yang tidak sadar. “siapa kau mengganggu saja, pergi sana !” “apa ?” choon hee merasa tersinggung diperlakukan secara tidak sopan. “ah dasar..” gumam il sung sambil mulai memapah yeon jun pergi. “kya..! berhenti di sana !” il sung menghentikan langkahnya dan berbalik. “siapa kau ? apa urusanmu ?” “serahkan dia..” il sung tersenyum kesal. “ kya ! sialan ! siapa kau dasar wanita gila !” “apa kau bilang ! aku adalah choon hee adik orang yang kau bawa” “apa ?” il sung jadi bimbang tetapi ia tetap berpegang pada pendiriannya untuk tetap membawa yeon jun “cepat pergi sana !” bentak choon hee. “kyaa…!” teriak il sung tidak terima di usir oleh wanita di hadapannya . Choon hee mengeluarkan ID cardnya sebagai polisi nasional. Il sung diam menatapnya dan pergi dengan perasaan kesal. choon hee menghela napas melihat kakaknya yeon jun tergeletak di tanah karena il sung melepas yeon jun begitu saja dan pergi dengan kesal. Dengan susah payah choon hee berusaha memapah yeon jun. hei ran keluar dari klub dengan menggendong hwa young “ kya..! choon hee-ah ! kenapa kau meninggalkanku ? bukankah ini kakakmu apa yang terjadi padanya ?” “nanti aku ceritakan sekarang ayo bawa dua orang ini dulu ke mobil” dengan napas berat menahan tubuh yeon jun yang berat. Choon hee menyetir mobil dengan hei ran di kursi samping kemudi sedangkan hwa young dan yeon jun tidak sadar di kursi belakang dengan duduk menempel kepala saling bersandar satu sama lain. hwa young yang memeluk dada yeon jun, dan yeon jun merangkul bahu hwa yeong tanpa keduanya sadari. “lihatlah mereka berdua.. aigoo.. bahkan saling menyandarkan kepala dan duduk berpelukan seperti pasangan cek.. cek.. cek..” celoteh hei ran. choon hee melihatnya dari spion depan “sudah biarkan saja” “bagaimana mereka mabuk sampai seperti itu. Choon hee-ah apa kau akan mengantarkan hwa young pulang lebih dulu ?” “iya..” ponsel choon hee berdering “halo detektif jang ada apa ?..... aku sedang menyetir di jalan.. baiklah..” “choon hee ada apa ?” “ada hal mendesak aku harus segera ke TKP” “lalu bagaimana dengan mereka ?” choon hee menatap keduanya yang masih tertidur dari kaca spion depan. “aku akan membawanya ke rumah, tidak ada waktu untuk memulangkan hwa young. Rumahku juga tidak jauh dari sini”.