
readernim bab ini tidak di tunjukan untuk yang masih di bawah umur karena konten sedikit menjurus pada seksual.
terimakasih readernim... happy reading :)
Yeon jun membuka kancing atas kemejanya karena merasa kepanasan di mobil. Choon hee memapah yeon jun sedangkan hei ran memapah hwa young masuk ke dalam rumah. “choon hee kenapa lampu di rumahmu mati ? apa tidak ada orang di rumah ?” “hyun jun oppa sedang dinas di busan selama beberapa hari sedangkan seo jun sedang karya wisata sekolah di jeju jadi lusa baru pulang” hwa young di baringkan di sofa panjang dengan selimut sedangkan yeon jun tidur di lantai dengan kasur lantai. “apa tidak apa-apa membiarkan keduanya di sini ?” “tak pa apa. Sepertinya aku tidak akan lama nanti aku akan memindahkan hwa yeong ke kamarku. lagi pula keduanya tidak sadar. Hei ran maafkan aku tidak bisa mengantarmu pulang” “sudahlah kau pergi saja, aku baik baik saja. Kita sudah bersenang-senang tadi” “ah benar aku harus benar-benar pergi” hei ran dan choon hee meninggalkan keduanya. Hwa young perlahan membuka pakaiannya kepanasan efek dari minuman air mineral yang di berikan padanya. karena ia terus bergerak gerak ia terjatuh ke lantai di samping yeon jun. yeon jun dengan mata terpejam merasakan ada kehadiran orang lain di sampingnya. hwa young banyak bergerak karena gerah. Ia meraba dada pria di hadapannya “siapa orang ini, apakah dia pria ? tubuhnya cukup berotot”. tubuhnya merasakan sentuhan oleh seseorang. Tiba-tiba yeon jun menarik hwa young dan mencium bibirnya. dengan menikmati sentuhan bibir, youn jun mulai menyentuh orang yang di ciumnya dan menyadari orang itu adalah seorang wanita. pikiran dan tubuh yeon jun tidak berjalan seiringan karena minuman keras dan efek obat perangsang yang di masukan il sung pada minumannya. ia yang terlanjur memanas ingin mengeluarkan napsunya tidak memperdulikan bahwa yang bersamanya adalah seorang wanita. Hari telah pagi dengan sinar matahari yang masuk melalui celah tirai yang sedikit transparan. Ruang tamu di penuhi dengan pakaian yang tercecer, terlihat hanya ada dua pasang kaki yang terlihat dari balik selimut di lantai. Hwa young membuka selimut yang menutupi wajahnya, ia merasa silau dan merasa langit-langit rumah yang tampak asing baginya. Ia melihat sekeliling di tempat asing tapi cukup familiar untuknya. “apa ? kenapa aku di sini ?” terdengar suara pria mengulet di sampingnya, orang itu bergerak menjadi tidur menyamping menghadap hwa young. Mata hwa young terbelalak, ia langsung menutup mulutnya rapat-rapat. “apa ! kenapa orang ini ?” Perlahan ia membuka selimut mendapati ia tanpa pakaian. “apa aku tidur dengan orang ini ?” hwa young mencoba mengingat kejadian semalam. Matanya kembali melebar di mana ia mengingat suatu kejadian semalam. Hwa young terus terbaring dengan menutup mulutnya. Choon hee turun dari mobilnya yang terparkir di depan rumah. ia baru kembali ke rumah setelah mendapat panggilan karena timnya mendapat temuan penting mengenai kasus yang di tanganinya sehingga choon hee di luar semalaman. “rasanya lelah sekali, aku pikir hanya sebentar tapi sampai harus semalaman. Ahh… aku ingin segera tidur” sambil menguap. Choon hee diam sejenak, ia menepuk kepalanya “aku lupa.. apa mereka sudah bangun ? mereka pasti terkejut aku harus segera memeriksanya” choon hee berjalan menuju rumahnya dengan terburu-buru. Yeon jun perlahan membuka matanya secara samar-samar ia melihat ada seseorang tidur di hadapannya. Pandangannya semakin jelas dan ia melotot melihatnya. Hwa young menoleh pada arah yeon jun. keduanya berteriak kencang bersamaan. “AAaaaaaaaaaa…!” choon hee yang akan membuka pintu terkejut mendengar teriakan dari rumah ia segera berlari dan mendapati hal gila yang di lihatnya. Hwa young dan yeon jun menatap kearah choon hee yang tiba-tiba masuk. choon hee menutup mulutnya rapat mendapati kakak dan temannya tidur bersama. Ia menangkap basah kakak juga temannya tanpa busana dengan berlapiskan selimut di lantai ruang tamu. Keduanya kembali berteriak dengan histeris.