My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
Tersedak minuman



hwa young terus memperhatikan, ia kembali sembunyi saat melihat yeon jun keluar dari mobil. yeon jun pergi begitu saja sedangkan il sung melajukan mobilnya. Yeon jun berjalan menuju tempat makan, hwa young masuk kembali dan duduk di sebuah kursi di dekat dinding kaca yang menghadap keluar. Hwa young duduk dengan berpikir keras dengan menghubungkan teori yang di milikinya hubungan antara il sung dengan pria di kafe kemarin dan yeon jun, ia berpikir dengan mengunyah es dari cup. Saat masih serius berpikir ia di kejutkan dengan yeon jun yang duduk di sampingnya. Seketika hwa young tersedak oleh minuman. Ia memuntahkan minumannya pada pakaian yeon jun yang baru saja duduk di sampingnya. Yeon jun terkejut ia memeriksa pakaiannya yang terkena muntahan minuman. Hwa young terdiam sebelum akhirnya ia tumbang tak sadarkan diri. Semua orang yang berada di tempat melihat kearahnya. “apa yang terjadi ?” “ada apa dengan wanita itu ?” bisik-bisik orang. Yeon jun membersihkan pakaiannya menggunakan sapu tangan, ia melihat ke arah mata semua orang yang menatap gadis terbaring di hadapannya. Yeon jun menepuk bahu hwa young secara perlahan “nona.. nona.. apa anda baik-baik saja ? sadarlah nona..” hwa young tak kunjung bangun. Seorang pelayan wanita menghampiri “saya sudah menghubungi 119 mereka akan tiba sebentar lagi” hwa young membuka matanya “nona anda sudah sadar apa anda baik-baik saja ?” Tanya pelayan itu. Hwa young hanya membuka mulutnya tanpa bisa mengatakan apapun, hwa young juga tidak bisa bernapas. Tangannya meraih pakaian yeon jun, dan merengkuh pakaian dengan kuat “to..to..long..a…a..aku..” dengan suara lirih seakan kehabisan napas. Yeon jun hanya diam, petugas ambulance datang dan segera memeriksa kondisi hwa young “apa yang terjadi ?” Tanya petugas ambulance sambil memeriksa tubuh hwa young “nona ini tiba-tiba tersedak setelah minum dan jatuh” petugas itu memperhatikan hwa young yang berkeringat tetapi suhu tubuh dingin. Yeon jun berusaha melepas rengkuhan kuat hwa yeong pada bajunya. Hwa young membuka mulutnya tidak bisa bernapas. Hwa young segara di baringkan di tandu hendak di bawa dalam ambulance. “tunggu sebantar” ucapnya menghentikan petugas. Yeon jun masih berusaha melepaskan tangan hwa young dari bajunya. “tuan ikutlah dengan kami” “apa ?” yeon jun bingung. Hwa young tiba-tiba tak sadarkan diri. Petugas kembali memeriksa Mata petugas itu melebar “denyut nadi lemah dan tidak bernapas” gumam petugas itu “oksigen cepat..” hwa young segera di pasang oksegen tapi tak bisa masuk dalam tubuhnya. petugas panik segera menandunya dalam ambulance di ikuti yeon jun yang di minta petugas lainnya. Di dalam ambulance kondisi hwa yeong menjadi kritis. suhu dan detak jantung hwa young terus turun. “petugas cha kondisinya terus turun, ini berbahaya” pungkas seorang petugas lainnya “kita tidak bisa memasukan oksigen dalam tubuhnha, pernapasannya tersumbat, kita juga tidak ada alat intubasi. kita harus cepat sampai di rumah sakit”. Hwa young di larikan ke UGD, ia segera di tangani oleh dokter. Yeon jun menunggu di loby UGD. Bagian bawah leher hwa young di bedah dengan pisau bedah, dokter memasukan selang dan alat medis ke tubuhnya seketika hwa young membuka matanya dengan menghembus napas panjang seakan baru keluar dari air dan bisa bernapas. Ia memuntahkan minuman yang tercampur dengan darahnya sambil terbatuk-batuk. Detak jantung dan kondisinya yang menurun langsung naik kembali normal. Dokter yang menangani menahan darah yang keluar dengan kain kasa di lehernya. “tidak apa.. tidak apa.. anda sekarang baik-baik saja” ucap dokter itu dengan ramah. Hwa young masih mengatur napasnya secara perlahan.