My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
Singa betina



Jin young berjalan di parkiran mencari mobil kakaknya. ketika ia melihat mobil hwa young, jin young tak langsung pergi menghampiri. ia menyapa yeon jun dan soo won yang tengah berdialog. "apa yang bocah itu lakukan? " gumam hwa young pada adiknya. "sepertinya mereka tampak dekat" gumamnya lagi. jin young yang tengah mengobrol bersama mereka tiba-tiba menunjuk ke arah mobil hwa young. Kedua pria di hadapannya reflek mengikuti arah pandangan yang di tunjuk jin young. Hwa young yang di dalam mobil terkejut, ia segera menundukkan kepalanya di setir.”apa yang aku lakukan kenapa aku malah sembunyi ?”. jin young menunduk hormat sebelum pergi, kedua pria itu juga masuk ke mobil dan pergi. Jin young berniat masuk ke mobil tetapi pintunya di kunci, ia mengetuk kaca mobil membuat hwa young sangat terkejut. Ia melihat jin young memberi isyarat untuk membuka kunci pintu. “apa noona berada di dekat sini ? noona cepat sekali sampainya” “iya aku tak jauh dari sini” sambil mulai melajukan mobil. “ngomong-ngomong siapa orang yang kau sapa tadi ? sepertinya kalian tampak dekat” “aahhh.. mereka, mereka temanku di bar klub. pria berpakaian rapih tadi bernama yeon jun dia seorang bartender di bar club. dia sudah seperti hyungku (sebutan kakak laki-laki dari adik laki-laki) sendiri meski tampak dingin tapi dia orang yang baik dan pria satunya lagi adalah soo won pacarnya, dia seniorku di kampus mereka sudah berkencan hampir 1 tahun” “oh begitu..” jawab hwa young dengan singkat “ternyata dia gay” batinnya. “lalu bagaimana denganmu ? apa kau masih berkencan dengannya ?” “iya..” jawabnya dengan polos “bukankah dia pernah menyelingkuhimu ? lalu kenapa kau masih bersamanya ?” “itu hanya masa lalu, dia sudah berubah” “apa kau yakin ? orang seperti itu pasti tidak cukup puas. Dari awal aku sudah memiliki feeling yang jelek tentangnya dan perasaan itu masih sama” “aku yakin noona, sudahlah noona fokus saja menyetirnya” keluh jin young. Sebagai pegawai baru di perusahaan, karyawan melakukan pesta selamat datang di sebuah kafe, semua sangat antusias dalam acara terutama para karyawan pria. Mereka tidak berhenti memuji hwa young dan berusaha menarik perhatiannya. Hwa young hanya tersenyum canggung karena sejujurnya ia merasa tidak nyaman terutama dengan beberapa atasannya yang tua dan genit. tiga wanita pegawai tengah memperbaiki make up di toilet sambil membicarakan hwa young. “apa kalian tadi lihat bagaimana senyum manajer baru itu ? aku tidak tahan melihat wajahnya. dia tampak seperti penjilat” tutur salah satu di antara ketiganya “kau benar semua tampak berlebihan padanya apalagi boss yang genit dan direktur juga untuk apa mereka ikut hadir dalam acara ini” ucap yang lain setuju dengan pendapatanya “itu sudah pasti karena dia sangat cantik pasti semua bersikap seperti itu padanya. tapi apa kalian perhatikan kecantikannya itu alami ?” “tidak mungkin dia memiliki wajah dan tubuh seperti itu secara alami” “pasti sudah banyak operasi dan suntik implant di dada dan pantatnya, yang aku dengar dia sudah hidup lama di amerika dan katanya dia dari keluarga chaebol (konglomerat)” “pantas saja, dia begitu muda pasti hasil dari koneksi, dukungan penuh keluarga, wajah dan juga tubuhnya juga”. sebuah bilik toilet terbuka, hwa young keluar dari bilik dengan santai, ia berjalan secara perlahan untuk bercermin dan merapihkan sedikit penampilannya. Ketiga wanita itu terdiam membatu sambil menunduk tak berani menatapnya. Hwa young sibuk merapihkan rambutnya sambil bercermin seolah tidak ada yang terjadi.”kenapa kalian tidak melanjutkan percakapan kalian ?” sambil masih merapihkan kemudian menatap ketiganya. Ketiganya berkeringat dingin, “kenapa kalian sekarang hanya diam ? sepertinya tadi kalian banyak sekali berbicara” ucapnya lagi dengan nada lembut. Tapi terlihat seperti singa betina yang seakan siap untuk menerkam tiga rusa kecil yang ada di hadapannya.