My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
amarah dan ciuman



Yeon jun sedang bekerja di bar, seorang pria masuk dalam bar. Orang-orang yang berpapasan dengannya meliriknya tertarik. “lama tak bertemu yeon jun-ah, sepertinya setahun berlalu seperti baru kemarin” yeon jun hanya diam “ingin pesan minum ?” “tentu..” jin young masuk dalam bar. Ia menyapa beberapa temannya yang tengah menikmati minum sembari mengobrol. “hai teman apa kabar ?” “tentu saja baik, kau bagaimana ? sepertinya akhir-akhir ini jarang kemari” ucap salah satunya “aku akhir-akhir ini sibuk karena latihan band di kampus” “ouhhh.. benarkah..” jin young melihat kearah yeon jun dan pria asing yang duduk tepat di hadapan yeon jun tempat bartender. “siapa pria itu, sepertinya wajahnya baru” “oh pria itu bernama jeon min seok, dia anggota lama klub ini. Dia seorang pengusaha” “Tapi setauku dia pergi keluar negeri setelah putus dengan yeon jun” “apa ? putus ? jadi orang itu mantan pacarnya ?” ucap jin young terkejut. hwa young masuk dalam bar dengan tampang garang. “beraninya dia kabur dari fiting jasnya dan mengabaikan telponku” Ia mengerang kesal membuat orang disekitarnya terkejut. Jin young juga terkejut, “wanita itu kemari lagi” “noona..” “apa noona ?kau kenal dengan wanita itu ?” jin young tak menjawab pertanyaan. Yeon jun memberikan segelas minuman, hwa young muncul dengan wajah amarahnya. Yeon jun menoleh padanya, Baek min seok memperhatikan wajah yeon jun yang tampak terkejut terlihat dari tatapan matanya meski ia hanya diam. Baek min seok melihat hwa young, seorang wanita yang berdiri menatapnya dengan marah. Yeon jun segera menghampiri hwa young. “ikut denganku..” sambil menarik tangannya. Hwa yeong menepis dengan keras “lepaskan aku !” sambil terus memberikan tatapan marah padanya. Tanpa pikir lagi yeon jun menarik tangan hwa young dan menggendongya di pundak seperti menggendong karung. Hwa young terkejut begitu juga semua orang termasuk baek min seok yang tertegun melihatnya dar tempatnya. Hwa young memukul-mukul punggung yeon jun “kya..! turunkan aku ! turunkan !” sambil terus memukul. Yeoun jun tidak peduli, ia terus memanggulnya pergi ke belakang gedung. Baru hwa yeong di turunkan “apa kau pikir aku ini karung beras !” yeon jun hanya diam “kenapa kau mengabaikan telponku ?” Tanya hwa young dengan marah “aku sedang bekerja” “kenapa kau pergi saat fitting jasmu ?” “aku enggan melakukannya” “kya..! kenapa kau tidak mau bekerja sama” ketika hwa young mengoceh yeon jun melihat pintu terbuka dan itu jin young , “itu ada dalam perjanjian kita, kau melanggar..” belum hwa young selesai bicara yeon jun tiba-tiba mencium bibirnya. Jin young takut terjadi sesuatu atau kakaknya mengamuk, ia mencari keduanya ke belakang gedung. Ia melihat yeon jun dan hwa yeong berciuman. Jin young sangat terkejut, ketika ia berbalik dan menutup pintu, baek min seok mengejutkannya. Baek min seok melihat keduanya berciuman, ia melebarkan mata dan pintu di tutup oleh jin young. Jin young memberikan tatapan tak suka pada baek min seok. Baek min seok melihat jin young yang menatapnya. Baek min seok diam, ia kemudian berbalik. Jin young menghela napas “untuk apa orang itu kemari dan apa yang dua orang itu lakukan” hwa young melotot ketika di cium. Ia melepaskan diri dengan mendorong yeon jun “kya..! apa kau gila ? apa yang kau lakukan ?” jin young mendengar teriakan kakaknya. Ia merapatkan telinga di pintu dan pintu terdorong menyebabkan ia terjatuh tersungkur yang mengejutkan hwa young. Jin young panic tertangkap basah dan langsung bangkit “maaf.. kalian lanjutkan saja.. anggap aku tidak ada” hwa young masih bengong. “gumawo (makasih..) jin young-ah..”ucap yeon jun. “apa ?” ucap hwa young bingung. Yeon jun menarik hwa young dan mencium bibirnya lagi. Tentu saja itu mengejutkan jin young. Ia segera menutup matanya dengan tangan. Baek min seok juga menyaksikannya dari balik pintu, ia kemudian memilih pergi. Jin young yang merasa malu juga pergi dari tempat itu. hwa young dan yeon jun masih berciuman, keduanya saling memejamkan mata dengan menikmati ciuman yang cukup intens.