
"dasar pria brengsek itu...! menurutku itu adalah orang paling rendah karena memberikan harapan palsu" hwa young menjadi kesal "aku setuju denganmu, itu menyakitkan terlebih dengan fakta tidak terduga itu".Hei ran kembali melanjutkan ceritanya “ngomong - ngomong apa kau pernah bertemu dengan kakak keduanya ?” “eumm… entahlah aku lupa aku hanya ingat kakaknya dan juga aku pernah bertemu dengan adik bungsunya tapi itupun aku sudah sedikit lupa wajah mereka itu sudah lama sekali” “ahh.. hyun jun oppa bahkan dulu menggodamu dan ingin berkencan denganmu meskipun kau masih SMP” “benar saat itu aku takut karena tidak pernah berkencan jadi aku menolaknya haha berbeda dengan anak jaman sekarang yang sudah berani terang-teragan walau belum SMP” “kau benar hwa young-ah dulu kita bertiga sangat polos” “aku bahkan berlari dengan alasan ayahku sudah menungguku di rumah ketika hun jun oppa menyatakan perasaannya padaku” “aku ingat itu kau benar-benar sangat lugu” “aku tidak punya pilihan lain, waktu itu aku berpikir aku masih kecil jadi belum ingin berpacaran” “oh ya.. hwa young-ah.. bicara mengenai kakak keduanya ahn yeon jun. dia memiliki penyimpangan yang membuatnya berbeda dari pria pada umumnya” hwa young langsung paham dengan kalimat yang di katakannya itu tapi ia memilih untuk diam dan terus mendengarkan. "Dia adalah homo **** alias gay, dia bahkan tidak peduli dan tidak melirik wanita sama sekali. Jikapun ada seorang gadis menangis di hadannya hatinya tidak akan tergerak olehnya. Dia sebetulnya seorang arsitek tapi karena suatu alasan ia berhenti setahun yang lalu dan tiba-tiba bekerja sebagai bartender di sebuah bar khusus orang-orang gay klub itu” “oohh.. seperti itu” “sayang sekali padahal dia favoritku di antara 3 bersaudara itu” “kenapa begitu ?” Tanya hwa young “dia sangat tampan dan keren. Dia seperti karakter utama komik tsundere (tipe orang yang tampak dingin dan cuek tetapi diam-diam sangat perhatian dan manis pada wanita yang di sukai) ahn yeon jun juga seksi. tapi sayang dia tidak akan melirikku” ucapnya dengan lesu “kau tidak perlu sedih, masih banyak pria di luaran sana” “memang banyak sekali pria di dunia ini tapi aku tidak tau di antara banyak pria itu ada jodohku atau tidak” gumamnya. “pergilah kencan buta” “aku tidak tertarik, aku sering tidak puas karena dari pengalamnku aku tidak suka dengan kenaifan mereka saat bertemu” “jika kau sampai seperti itu pergilah ke biro perjodohan daftarkan dirimu di sana” “aku sudah mencobanya juga tapi tidak ada yang sesuai denganku. Kau tahu seleraku sangat tinggi. Aku hanya ingin menikmati masa mudaku ” “apa haha” respon hwa young yang langsung tertawa di buatnya. Yeon jun berada di sebuah rumah sakit, soo won berjalan di koridor rumah sakit sambil membawa sebuah tumbler minum besar. Wajah soo won tampak lelah dan kurang tidur. Langkah ia terhenti karena melihat yeon jun berdiri menatapnya. Keduanya duduk di bangku taman rumah sakit dekat sebuah air mancur besar. “untuk apa kau datang kemari ?” tanya soo won “bagaimana dengan kondisi ibumu ?” Tanya yeon jun. “pergilah dari sini” “tapi aku terus memikirkanmu” “hubungan kita sudah berakhir, jangan temui aku lagi” soo won pergi meninggalkan yeon jun yang masih duduk. Soo won pergi ke toilet ia mengatur napasnya yang tidak teratur, matanya berkaca-kaca. Ibunya memiliki riwayat penyakit jantung dan kondisnya menjadi memburuk setelah mengetahui ia memiliki hubungan dengan yeon jun. soo won terus merenung menatap dirinya dalam cermin.