My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
Tendangan Tinggi



"lalu bagaimana dengan yang ketiga ?” Tanya hwa young yang masih penasaran dengan tiga bersaudara itu. “si bungsu seo jun dia adalah biang masalah di sekolah, dia adalah salah satu muridku” “waah.. itu adalah kebetulan yang luar biasa” hei ran menghela napas “point plusnya hanya ada 3. wajah, suara dan tariannya selebihnya semua minus. Dia sering membuat panggung pertunjukkan dadakan di kelas dengan tariannya. Dia sering kena masalah di konselor (BP) karena sering membolos. Tetapi dia adalah seorang trainee SN agensi hiburan terbesar di negeri ini. Dia cukup terkenal kau bisa mencari namanya dan wajahnya langsung akan mucul di situs internet dan sosial media. Desas desusnya sebentar lagi seo jun akan debut. Ah anak itu harusnya dia fokus belajar untuk memperbaiki nilainya” “waaahhh daebak.. choon hee memiliki saudara-saudara yang tidak biasa dan hebat” “mereka tumbuh bersama dengan baik dan ikatan mereka lebih erat dari ikatan darah”. Keduanya sudah tahu, Choon hee adalah adik tiri dari hyun jun dan yeon jun mendiang ibunya menikah dengan mendiang ayah hyun jun dan yeon jun lalu melahirkan seo jun. keempatnya tumbuh tanpa kehadiran orang tua terutama seo jun yang di tinggal saat masih balita karena sebuah kecelakaan. Di minggu kedua, hwa young terus di sibukkan dengan pekerjaan di kantornya terlebih perusahaan sedang menyiapkan peluncuran ponsel terbaru yang sedang dalam tahap proses final produksi. Hwa young berada di ruangannya dengan fokus menghadap komputer dan tangannya yang terus mengetik. kang min menyapanya. “hallo manajer lee” “selamat siang direktur choi” kang min masuk dalam ruangan dan menghampirinya “apa pekerjaanmu belum selesai ?” “iya masih belum direktur choi. Kenapa anda datang kemari ? apa ada perlu sesuatu ?” “apa harus ada alasan untukku kemari ?” hwa young bingung bagaimana harus meresponnya “itu terserah pada anda direktur choi saya juga tidak keberatan” ucapnya takut menyinggung atasannya itu “bagus.. sudah saatnya makan siang” “benarkah..?” ia langsung melihat jam tangannya menunjukkan pukul 12 lebih 5 menit. “ayo kita makan di luar, jangan menolaknya kali ini. Aku tidak bisa menerima penolakan untuk kedua kalinya” hwa young tersenyum “baiklah direktur choi, mari kita berangkat”. Hwa young dan kang min makan siang di sebuah restoran mewah italia. Keduanya menikmati hidangan pasta “bagaimana rasanya ? banyak yang merekomendasikan tempat ini” “makanannya enak, tapi apa tidak berlebihan makan siang di tempat seperti ini ?” “kenapa memangnya ? di sini nyaman dan makanannya enak” “hehehe..” hwa young tertawa canggung. “apakah jumat malam anda ada waktu luang ?” Tanya kang min “sepertinya saya senggang” “kalau begitu baiklah kita akan makan malam” “apa makan malam ?” “iya.. makan malam” hwa young tersenyum terpaksa. Di hari jumat hwa young dan kang min selesai makan malam di sebuah hotel berbintang. Keduanya berjalan di lobby hotel, hwa young melihat il sung di lobby bersama seorang pria yang sama dengan waktu itu. Hwa young yang melihatnya segera menunduk. “manajer lee ada apa ?” Tanya kang min dengan heran. Hwa young menarik kang min untuk duduk di sofa lobi yang tertutup pilar besar. Hwa young mengintip, ia melihat dua pria itu menuju resepsionis dan pergi ke lift. “manajer lee siapa mereka ?” hwa young tidak menjawab dan malah pergi mengikuti mereka. Kang min membuntuti hwa young dari belakang. Hwa young melihat di dalam lift hanya ada dua pria itu, lift berhenti di lantai 15 dan lantai 20, hwa young dan kang min naik lift lain. Pertama keduanya pergi ke lantai 15. “manajer lee apa yang anda lakukan ?” “syuutt… diamlah direktur choi” tokkk..tokk..tok… “siapa?” jawab orang yang di dalam kamar. “kami dari layanan kamar hotel tuan” jawab hwa young. Orang itu muncul untuk membukakan pintu. “ah bukan..” gumamnya “apa kalian dari layanan hotel” “ah maaf bukan, maaf mengganggu waktu anda, ayo kita pergi” sambil menarik kang min pergi. Hwa young mengetuk semua pintu di lantai itu tapi hasilnya nihil. Keduanya lanjut ke lantai 20 dan hwa young melanjutkan aksi yang sama. Kang min geleng-geleng kepala dengan tingkah hwa young. “siapa sebenarnya yang anda cari” gumamnya. Hwa young mengetuk pintu kamar nomor 203 dengan alibi yang sama. Il sung yang mengenakan jubah handuk membuka pintu, ia terkejut mendapati hwa young yang mengetuknya. Pria yang bersama il sung menghampiri dengan bertelanjang dada. “il sung-ah.. apa ada tamu ?” Tanya pria itu. Il sung mulutnya seketika seperti membeku tidak bisa berkata-kata. Hwa young diam dengan matanya yang tajam, ia berteriak kencang “dasar bajingaannn..!!! terimalah innniii..!!..” hwa young mengambil kuda-kuda , ia memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan tinggi ke wajah il sung yang langsung jatuh terlentang. Il sung mencoba bangkit lagi, darah menetes dari kedua lubang hidungnya. Il sung mengelap darahnya, Kang min melongo melihatnya. Pintu lift terbuka hwa young keluar dengan tatapan tajam kang min tak henti melihat ekspesi wajah hwa young yang menakutkan.