My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
tumpangan



Keduanya masih memandangi artikel “noona harus berhati-hati” “kenapa ?” “kya.. noona ini, menurut noona bagaimana ? meskipun orang ini cinta pertama noona, tapi bisa jadi orang ini melakukan hal yang tidak baik terutama dengan pekerjaan noona” hwa young langsung menjitak kepala adiknya dengan ekspresi wajah kesal “sakit noona..” rengek adiknya. Mobil hwa young mengeluarkan asap di bamper depan, hwa young terbatuk saat membukanya. Ia menelpon Derek dan duduk di trotoar jalan seraya menunggu mobil Derek. “di mana dereknya, jika seperti ini aku bisa terlambat” sambil terus melihat jam tangannya. Mobil Derek mulai terlihat melaju ke arahnya. Hwa young langsung tersenyum lebar “aku selamat” gumamnya dengan tersenyum lebar “selamat pagi nona” sapa petugas Derek. “selamat pagi, tolong bawa mobilku ke bengkel” “baik nona”. Baek hyun berada di perjalanan dalam mobil dengan duduk di kursi belakang. Pandangannya terus pada luar jendela mobil. ia melihat hwa young yang sedang mengobrol bersama petugas Derek. “kalau begitu terimakasih” sambil menunduk hormat “baik nona” hwa young pergi ke pinggir jalan mencari taksi. Mobil mewah yang baru saja melewatinya berjalan mundur. Hwa young bingung ia hanya menaikan alisnya, kaca mobil penumpang belakang yang gelap di turunkan, terlihat baek hyun di jok belakang. “opaa..?” “hwa young-ah naiklah..” ucapnya lembut. hwa young duduk dengan sangat canggung, ia duduk dengan tegap. “ada apa dengan mobilmu ? kenapa di Derek ?” “ mobilku tiba-tiba mogok” “di mana tempatmu bekerja ? biar aku antarkan” Tanya baek hyun ramah “aeri group electronic corporation..” baek hyun tersenyum “kalau begitu tujuan kita sama..” “ah seperti itu” jawab hwa young dengan canggung “boya..? (apa ?) apa dia akan perusahaan ?” batinnya sembari memperhatikan penampilan baek hyun yang mengenakan setelan jas rapi.. “kau bekerja dalam departemen apa ?” tanya baek hyun tiba-tiba dalam suasana yang hening. “aku bekerja dalam diepartemen pengembangan” “begitu.. itu artinya kita akan sering bertemu..” “apa..?” mobil berhenti di depan perusahaan, “ternyata dugaanku benar” batinnya. tepat di pintu masuk utama dengan karyawan petinggi seperti direktur telah berbaris rapi menanti kedatangan baek hyun. “kita sudah sampai..” hwa young hendak keluar tapi ia melihat banyak direktur berbaris di luar. “bagaimana ini ?” hwa young menunduk di mobil sedangkan baek hyun keluar dari mobil. para direktur yang sudah menunggu tersenyum melihat baek hyun keluar dari mobil dari sisi sebalah. Tiba-tiba pintu mobil dari sisi mereka juga terbuka. Hwa young keluar dari mobil yang sama dengan baek hyun. Para direktur terkejut melihatnya, terlebih dengan kang min yang melebarkan matanya. Mereka bertanya-tanya karena karyawan mereka satu mobil dengan pimpinan mereka. hwa young berdiri canggung, semua mata tertuju padanya “manajer lee..?” panggil direktur kang dengan bingung. Baek hyun yang berdiri di sampingnya menoleh padanya. “selamat pagi direktur kang” sapanya dengan senyum canggung. Hwa young menoleh berbalik menghadap baek hyun “kalau begitu aku ahhh.. maksudnya saya..” baek hyun merangkul lengan hwa young yang mengejutkan semua orang. Hwa young melihat wajah baek hyun dengan bingung. Baek hyun tersenyum “mari nona lee..” ucapnya dengan lembut “apa..” baek hyun mengajak hwa young berjalan di sisinya dengan para direktur yang menunduk hormat pada keduanya. Hwa young berada di posisi yang sulit karena para atasan yang ikut menunduk hormat padanya.