
...BAB 09...
...~♡♡♡~...
Jam Istirahat dimulai, banyak murid berlalu lalang menuju ke kantin, beda halnya dengan Ezra yang sedang berada di ruangan guru.
"Sebenarnya ibu sudah membagi tim nya kemarin tapi tidak langsung ibu umumkan siapa tau ada yang perlu di rubah" ucap Bu Desi menyodorkan kertas berisi nama-nama tim kepada Ezra.
Dikertas tersebut tertera 15 tim, karena di kelasnya memang hanya 30 orang, dan 1 tim terdiri dari 2 orang. Dikelasnya lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki sehingga pembagian kelompok nya dalam satu tim tidak hanya laki-laki dengan perempuan, namun ada juga tim yang isinya perempuan dengan perempuan.
Ezra terus membaca nama-nama tersebut sampai matanya tertuju pada satu nama, 'Aisyah Asyifa' yang satu tim dengan 'Rafael Setyawan' seketika Ezra menghembuskan nafas berat 'Huuhh' entah apa yang ia pikirkan.
Bu Desi yang melihat ekspresi Ezra sedikit aneh kemudian menanyakan "Bagaimana menurut kamu apa ada yang kurang sesuai?" tanyanya pada Ezra.
"Jadi begini bu, sepertinya di Tim ini sebaiknya tidak memasang Iren dengan Angga karena mereka berdua tidak pernah akur takutnya tugasnya tidak akan selesai.." jelas Ezra menunjukkan pada Bu Desi tim yang menurut nya tidak sesuai.
"Owh baik lah, menurut mu bagusnya bagaimana?" tanya Bu Desi kepada Ezra ketua kelas dari IPA XI 1 itu.
"Sebaiknya di ganti saja Kelompok yang ini, Angga di pasangkan dengan Fira, dan Iren di pasangkan dengan Nia.." jelas Ezra menunjuk nama salah satu tim.
"Baik lah, ibu setuju dengan pendapat mu, bagaimana dengan tim yang lain nya apa ada yang mungkin belum sesuai?" tanya Bu Desi lagi.
"Sebenarnya menurut saya tim yang ini juga kurang sesuai bu" ucap Ezra menunjuk salah satu tim kepada Bu Desi.
"Aisyah dan Rafael??" tanya Bu Desi memastikan.
"Iyya Bu berdasarkan pengalaman saya, Aisyah sebaiknya tidak di pasangkan dengan Rafael karena Rafael juga masih berstatus siswa baru, sedangkan Aisyah sendiri cukup ceroboh, akan susah untuk belajar dari Aisyah" ucap Ezra meyakinkan Bu Desi.
"Ok baiklah, sebaiknya Rafael berpasangan dengan siapa?" tanya Bu Desi kembali.
Ezra terlihat mengamati nama-nama itu lagi, dan kemudian berkata, "Mungkin lebih baik Rafael di pasangkan saja dengan Windy, apalagi Windy duduk bersebelahan dengan Rafael jadi mungkin akan lebih mudah belajar dari nya " jelasnya memberikan usulan.
Bu Desi kemudian mengamati nama yang di tunjuk oleh Ezra. "Bukannya Windy satu tim dengan mu? Apa tidak masalah?" tanya Bu Desi.
"Kalau saya tidak masalah Bu, satu tim dengan siapa saja" lanjut Ezra meyakinkan.
"Baiklah, Windy satu tim dengan Rafael, dan kamu satu tim dengan Aisyah" ucap Bu Desi.
"Baik Bu" balas Ezra setuju.
"Apa masih ada lagi tim yang perlu di koreksi?" tanya ibu Desi kembali.
"Seperti sudah sesuai Bu" jawab Ezra membaca kembali nama-nama tersebut.
"Baiklah kamu boleh kembali kekelas, kamu memang ketua kelas yang cukup teliti, kalau murid lain mungkin langsung menerima begitu saja" puji Bu Desi kepada Ezra.
"Terimakasih Bu, kalau begitu saya pamit dlu ke kelas " ucap Ezra kemudian segera bergegas meninggalkan ruang guru.
Sekilas Ezra terlihat tersenyum tipis menatap kembali nama-nama yang ada di tangannya yang sudah dikoreksinya tadi, entah mengapa perasaan nya menjadi lebih lega dari sebelumnya.
...ו••♡•••×...
Jam pun terus berputar tak terasa waktu istirahat sudah hampir selesai, dikelas IPA XI 1, terlihat para penghuninya sudah kembali semua di kelas dikarenakan ingin mengetahui dengan siapa mereka satu tim.
"Baik aku akan bacain pembagian tim nya" ucap Ezra kemudian membacakan satu persatu nama tim yang ada di kertas yang ia pegang itu, tibalah sampai nama nya sendiri.
Aisyah terlihat kaget mendengar namanya satu tim dengan Ezra dan terlebih lagi tatapan Ezra yang sangat tajam mengarah padanya.
'Hah?? lagi lagi satu tim sama Ezra? sesial apa gw knp bsa sama si iblis bermuka datar terus sihh' ucap Aisyah dalam hati.
"Sabar Aiss" ucap Windy sahabat Aisyah, ia tau betul bagaimana Aisyah dan Ezra yang tidak akan bisa akur.
Aisyah hanya diam, jujur ia sedikit kesal jika harus satu tim dengan Ezra, entah mengapa sikap ketua kelas nya itu selalu kejam kepadanya.
Disisi lain Rafa terus saja menatap Aisyah dari kejauhan, sebenarnya ia berharap bisa satu tim dengan Aisyah, jujur saja ia ingin lebih dekat dengan gadis tersebut.
Jam pelajaran pun terus berlanjut, hingga jam pelajaran terakhir pun telah usai, artinya waktunya para murid untuk pulang kerumah masing masing
Aisya keluar kelas dengan lesu, ia sedari tadi memikirkan bagaimana harus satu kelompok dengan Ezra, "Huft yang ada gak kelar" ucapnya kesal.
Tanpa ia sadari Ezra mendengar kata-kata Aisyah barusan, ia kemudian menghampiri Aisyah.
"Gak akan selesai kalau kamu malas-malasan!!" ucapnya dengan penekanan dan muka datar khasnya.
"Nanti sore jam 16:30 di depan Mall xxxx aku tunggu disana, ontime!" lanjut Ezra kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Aisyah yang belum sempat mengatakan sepatah katapun.
"Gitu aja? Hah?" ucap Aisyah yang kesal dengan perlakuan Ezra kepadanya, "Woii Ezra tunggu!" teriak Aisyah mengejar langkah Ezra yang sudah lumayan jauh.
Aisyah dengan susah payah mengejar langkah Ezra, dengan nafas yang tak beraturan, "Setidaknya jelasin dong mau ngapain, jangan asal nyuruh doang" kesal Aisyah.
Ezra hanya menatap Aisyah dengan muka datar kemudian berkata "Mau kencan!!" ucap Ezra kemudian berlalu pergi meninggalkan Aisyah.
Aisyah bingungan dengan perkataan Ezra barusan 'What? kencan??' ucapnya dalam hati.
Setelah nya Aisyah tak terlalu memikirkan perkataan Ezra tadi, ia bergegas pulang kerumahnya untuk segera bersiap siap agar tidak terlambat nanti sore, karena malas harus meladeni omelan dari Ezra jika terlambat lagi.
Tapi tanpa mereka berdua sadari ada orang lain yang menguping pembicaraan mereka.
...ו••♡•••×...
-Didepan Mall xxxx-
Jam menunjukkan pukul 16:20, di depan Mall xxxx yakni salah satu mall terbesar di kota ini, terlihat Aisyah yang sudah berada disana, ia mengenakan pakaian merah muda, dengan rok pendek berwarna putih, dan dengan sepatu warna pink senada dengan baju yang ia kenakan, dilengkapi dengan tas selempang berwarna putih yang agak kecil sepertinya hanya muat berisikan hp dan dompet mini saja.
Yah Aisyah memang sengaja datang lebih awal dari Ezra karna tau betul bahwa telat sedikit saja pasti akan berurusan dengan Ezra Si Iblis Bermuka Datar.
Jam telah menunjukkan pukul 16:28 namun Ezra tak kunjung datang.
Disisi lain terlihat seorang pria misterius menghampiri gadis yang mengenakan pakaian cerah di hari yang agak terik ini, yah pakaian Aisyah terlihat sangat mencolok dari kejauhan.
Siapakah pria misterius tersebut?? Next..😆
...~♡♡♡~...
.......
.......
.......