My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
15. Truth or Dare



...BAB 15...



...~♡♡♡~...


Setelah selesai membersihkan badan dan memakai piayama couple nya, Aisyah dan sahabat sahabat nya itu pun duduk di kasur membuka beberapa cemilan yang mereka beli sewaktu jalan jalan tadi, kemudian mereka pun mulai berbincang bincang, berbagi cerita.


"Bestiee.. Aku harap persahabatan kita terus kek gini, jangan sampai ada masalah deh" ucap Windy, entah mengapa ia ada feeling buruk, tapi semoga persahabatan mereka tetap akur selama nya.


"Jangan sampai winn, Aku gak rela pokok nya kalau harus kehilangan dua sahabat ku ini " Ucap Aisyah.


"Udah deh, jangan bahas ke situ, jangan sampai!" lanjut Aisyah .


Iren yang tadinya diam kemudian mulai membuka suara, "Gimana klo main Truth or Dare?" ucapnya.


"Emm, ayokk siapa takut!" ucap Aisyah dan Windy bersamaan.


Mereka pun mulai mengambil kertas dan pulpen, tak lupa tempat plastik berbentuk kotak kecil, untuk menjadi wadah pertanyaan serta tantangan yang mereka tulis di kertas kemudian mereka gulung.


Tak lama kemudian jadilah beberapa pertanyaan serta tantangan yang lumayan banyak telah mereka tulis, mereka pun memutuskan untuk memulai permainan.


Permainan ini dilakukan bergilir dengan mengambil satu kertas gulung di plastik kotak kecil itu, setiap kertas berisi masing masing tantangan maupun pertanyaan.


Untuk menentukan giliran pertama, Ketiga sahabat itu melakukan suit. "Gunting Batu Kertas" ucap mereka bersamaan.


Terlihat Windy dan Iren sama sama memilih batu sedangkan Aisyah gunting. Jadi sudah diputuskan Aisyahlah giliran pertama. Kemudian Iren dan Windy pun kembali suit, dan Windy urutan kedua, sedangkan Iren urutan ketiga.


Permainan pun dimulai...


Aisyah mengambil satu kertas dalam kotak kecil itu, kemudian membacanya. "Truth: Siapa orang yang paling kamu kagumi" bacanya.


Ia pun langsung menjawab karna menurut nya sudah sangat jelas."Siapa lagi kalau bukan Sahara Setyawan, penulis hebat, yang sukses, dan populer, cantik lagii..." ucapnya memuji.


"Yaelah Aiss.." ucap Iren rolling eyes, bosan dengan jawaban sahabatnya.


"Udahlah.. Next giliran aku" ucap Windy, kemudian mengambil satu kertas.


"Truth: Siapa nama orang yang paling kamu benci..?" bacanya.


Sejenak ia berfikir kemudian melanjutkan, "Em.. Dare aja deh" ucap Windy, kemudian membaca teks dibawah pertanyaan tadi. "Dare: Tirukan suara ayam berkokok 3X!" bacanya.


Ia kemudian menarik nafas panjang dan.. "Kukkuruyyuuukkkk.. Kukkuruyyuuukkkk.. Kukkuruyyuuukkkk" teriak Windy menirukan suara Ayam.


Iren dan Aisyah hanya bisa menutup telinga mereka, rasanya gendang telinga pun mau pecah.


"Niruin nya gak nanggung nanggung haha" ucap Aisyah kemudian mereka pun kembali tertawa bersama.


Dan permainan pun terus berlanjut, ini sudah putaran ke Empat, tak terasa kertas gulung di kotak kecil itu sudah disisihkan sebagian, sekarang giliran Iren.


Iren mengambil satu kertas gulung itu,"Truth: Siapa nama First Love mu?" bacanya.


"Em.. aku jawab gak yah?" tanya Iren pada sahabatnya.


"Wajib jawab sih klo yang itu." Ucap Windy.


"Iyya tuh penasaran tau" sambung Aisyah.


"Hahaha kepo deh kalian..." ucap Iren sengaja membuat penasaran sahabat nya itu.


"Ihhhh.." kesal Windy dan Aisyah bersamaan


"Yaudah. First love aku tu... Ada dehh hahaha" lanjut Iren mempermainkan sahabatnya.


"Gak asik ah.." ucap Aisyah rolling eyes.


"Yaudah.. First Love aku tuh. Rafa!" ucap Iren jujur.


"HAH??" ucap Aisyah dan Windy bersamaan, mereka kaget dengan jawaban Iren apalagi Rafa yang baru saja pindah sekolah.


Kalaupun Iren sekarang suka sama Rafa masa iya Iren tidak pernah jatuh cinta sebelum nya.


"Iyya serius!!" ucap Iren meyakinkan.


"Gak percaya!" ucap Aisyah dan Windy kompak.


"Coba deh jelasin kok bisa.." lanjut Aisyah betul-betul tidak percaya dengan ucapan sahabat nya barusan.


Iren pun mulai menceritakan kejadian yang mungkin akan lebih mengagetkan sahabatnya itu.


"Sebenarnya sebelum Rafa pindah.. eh tidak, sebelum aku sekolah disini aku pernah ketemu sama Rafa" ucap Iren.


Aisyah dan Windy mencoba mencermati.


"Aku kan dulu dari kota S satu kota sma Rafa, dan nenek ku pernah kerja dengan keluarga Rafa, awalnya aku ragu sih kalau Rafa yang ini orang yang sama karena udah lama jga, tapi waktu liat Rafa di depan Cafe di jemput dengan mobil mewah, aku jadi yakin kalau dia orang yang sama". jelasnya pada sahabatnya.


Aisyah dan Windy kemudian mulai paham, karna sebelumnya Iren memang pernah cerita soal nenek dan keluarganya.


Iren berasal dari kota S, neneknya bekerja menjadi pembantu di keluarga Konglomerat, dan dengan gaji yang cukup besar itulah, ibu Iren kemudian membuka usaha restoran di kota ini.


Kalau ditanya dimana ayah Iren? kenapa harus nenek dan ibunya yang bekerja keras?


Yah sebenernya Iren berasal dari keluarga yang broken home, ibunya sudah lama pisah dengan ayahnya, dan entah dimana ayahnya sekarang, ia bahkan tidak pernah mengirimkan uang sepeser pun untuk putrinya, pria brengsek yang tak bertanggung jawab.


Namun setelah neneknya meninggal, Iren dan Ibunya memilih tinggal di kota ini membuka usaha kecil-kecilan dari hasil uang tabungan yang ditinggalkan nenek Iren untuk nya, dan akhirnya usaha yang awalnya hanyalah sebatas warung makan sekarang sudah jadi restoran yang cukup ramai.


Hal itupun yang menjadikan Iren dekat dengan Aisyah dan Windy, karena waktu awal masuk SMA Iren pernah di bully oleh Angga, karena ia hanyalah anak dari seorang pelayan, makanya sampai sekarang Iren dan Angga tidak bisa akur, seperti yang di katakan Ezra sebelumnya (eps pembagian kelompok ||09. Mau Kencan||)


Windy lah yang menghajar Angga saat Iren di Bully, maklum Windy agak tomboi, dan Aisyah pun membatu Iren dekat dengan murid lainnya, sejak itulah mereka sering bersama dan akhirnya menjadi Sahabat yang tak terpisahkan [Mungkin...].


Terus bagaimana Iren bertemu Rafa?? Mungkin akan di jelaskan lebih rinci di eps kedepannya.. yang jelasnya Iren masih tetap mengingatnya tapi sepertinya Rafa sudah melupakannya.


Kembali ke sekarang, permainan pun berlanjut.. Giliran Aisyah yang mengambil satu kertas.


Aisyah pun. membukanya.. menatap.. "Ehh pertanyaan nya kok sama" membalik kertas tersebut memperlihatkan ke sahabat nya.


'Siapa nama First Love mu?' begitu isinya, tapi bedanya tantangan yang dikertas ini lebih sulit.


"Mungkin nulis nya double kali" ucap Windy.


"Jawab aja kali Aiss, penasaran nih" lanjut Iren.


Kertas berisi pertanyaan serta tantangan yang sudah di jawab langsung disisihkan agar tidak ada pertanyaan yang berulang namun sepertinya pertanyaan yang ini di tulis dua kali.


Aisyah pun mencoba memikirkan pertanyaan itu 'First Love?' pikirnya, ia kemudian mengingat sosok laki-laki yang terlihat sangat kecil yang pernah ditemui Aisyah kecil secara tak sengaja.


"Adit" ucap Aisyah menjawab pertanyaan sahabat nya.


"ADIT??" tanya Iren dan Windy bersamaan.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......