My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
19. Jumpa Fans



...BAB 19...



...~♡♡♡~...


Tak terasa satu minggu telah berlalu, hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu Aisyah, yakni hari dimana ia akan berjumpa untuk pertama kalinya dengan Sahara Idolanya sejak lama.


Aisyah terlihat menggunakan dres berwarna putih selutut dan di padukan dengan blazer warna peach, tak lupa ia membawa tas selempang berukuran sedang, muat untuk buku novel yang ingin ia bawa.


Ia kemudian menuju ke rak bukunya yang berisikan banyak sekali buku buku novel, karena Aisyah memang sangat suka mengoleksi novel terutama novel yang di tulis oleh Sahara.


Cukup lama ia berfikir untuk memilih novel yang mana yang akan ia bawa, ia berencana meminta tanda tangan idolanya itu di novel favorit nya.


Yang membuat Aisyah bingung yakni semua novel buatan Sahara merupakan novel-novel favoritnya, ia tak tau harus membawa novel yang mana.


Ia kemudian menarik 2 buku dari rak tersebut, satu bersampul kream dan satunya lagi sampul warna biru agak tua.


Namun pada akhirnya Aisyah memilih membawa novel dengan sampul biru agak tua itu, buku yang mengubah sejarah hidup Aisyah.


Tak lain adalah buku yang diberikan oleh nenek yang pernah ia temui dulu, buku yang berjudul 'Dream'.


Walaupun hanya sebatas pertemuan singkat semata, namun dari situlah jalan hidup Aisyah berubah.


...ו••♡•••×...


Didepan Mall xxxx terlihat Aisyah dan sahabat sahabat nya sudah sampai paling awal, Nia, Ezra, dan Rafa belum terlihat batang hidungnya.


Yah Aisyah, Windy, dan Iren memang pergi bersama ke Mall itu. Tak lama kemudian Nia juga sudah datang, tinggal para cowok yang tak terlihat.


Beberapa menit berlalu, terlihat dua sosok laki laki menggunakan topi dan masker.


Yang satunya menggunakan baju kaos hitam dengan jaket Levis, dipadukan dengan celana berwarna Abu-abu senada dengan jaketnya, dan menggunakan sepatu berwarna putih.


Laki-laki yang satunya lagi menggunakan pakaian serba hitam dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kedua laki-laki itu menghampiri para Aisyah dkk, tak ingin tertipu dua kali, Aisyah langsung mengenali sosok laki-laki berpakaian serba hitam itu, tak lain adalah Ezra.


Tapi siapa laki-laki disamping Ezra?. Tak lain adalah..


"Rafa??" tanya Aisyah memastikan


"Iyya" jawab laki laki itu kemudian menurunkan masker nya.


"Kalian kok aneh banget sih ngapain pake masker sma topi segala, janjian?" tanya Windy tak percaya, entah sejak kapan Rafa dan Ezra sedekat itu untuk janjian.


"Gak, aku cuman ketemu Ezra didepan yaudah barang aja" jawab Rafa.


"Terus ngapain ikut ikutan Ezra segala pake topi sama masker?" tanya Aisyah, yak heran jika yang begitu adalah Ezra, tapi kalau Rafa, sedikit aneh ia tiba-tiba menggunakan masker dan topi.


"Aku lagi Flu jadi pake masker, pake topi Krn gak mau kena matahari aja sih" jawab Rafa meyakinkan.


Rafa sebenarnya menggunakan masker dan topi agar tidak dikenali oleh ibunya Sahara, apabila tak sengaja berpapasan nanti.


Mereka pun segera memasuki Mall itu tak ingin ketinggalan Acara peresmian.


Kedatangan Sahara ke kota D sangat menggemparkan semua orang, jadi Mall kini sangat ramai di penuhi banyak orang yang tentunya ingin mendapatkan tanda tangan dari sang penulis terkenal.


Toko buku yang akan di resmikan, berada di lantai 3 Mall tersebut.


Aisyah dan teman temannya sudah berada di lantai 3, namun tempat itu sangat ramai. Bahkan banyak karyawan yang meliput kegiatan tersebut.


Tak lama kemudian Acara peresmian pun dimulai, peresmian berakhir dengan pemotongan pita.


Setelah persemian selesai banyak orang yang mulai memasuki toko buku tersebut.


Namun tidak dengan Aisyah dan teman-temannya, mereka mengantri di tempat yang sudah disediakan Mall tersebut untuk Sahara mengadakan Jumpa Fans. Tempat yang tak jauh dari toko buku tersebut.


Aisyah memegang erat buku di tangannya, tak sabar segera mendapat tanda tangan dari sang idola.


Antrian berbentuk memanjang, satu persatu orang meminta tanda tangan dari Sahara, dengan penjagaan yang bisa dibilang cukup ketat.


Aisyah berada paling didepan diantara teman-temannya yakni Windy Iren dan Nia. Karena Aisyah sangat girang sehingga meninggalkan teman temannya di belakang, teman temannya pun tak keberatan, sudah tau betul bagaimana Aisyah yang sangat mengidolakan penulis.


Sedangkan Rafa dan Ezra tidak ikut mengantri, malah memilih menunggu para cewek dengan masuk ke toko buku yang baru saja diresmikan itu.


Lama menunggu, namun tak sia dia akhirnya giliran Aisyah segera tiba.


Aisyah berjalan menuju ke tempat idola duduk, ia kemudian meletakkan bukunya ke meja tersebut untuk ditandatangani sang penulis.


Mata Aisyah berbinar sedari tadi, akhirnya ia bisa berdiri sedekat ini dengan idolanya.


Sahara melihat buku itu dengan wajah terkejut, ia sangat tidak asing dengan buku tersebut, ia kemudian memegang buku tersebut membukanya pada halaman terakhir.


Benar saja di halaman terakhir tertulis kata 'Maafkan Aku Ibu', itu adalah buku yang diberikan Sahara untuk sang ibu 5 tahun yang lalu, buku yang di cetak khusus untuk ibunya.


Tapi kenapa buku tersebut ada pada gadis didepannya, 'siapa sebenarnya gadis ini?, apakah ia pernah bertemu dengan ibunya?, apa hubungannya dengan ibunya?'


Banyak pertanyaan yang ingin ia ucapkan namun diurungkan karena penjaga di dekat nya telah memberikan isyarat untuk giliran selanjutnya.


Ia kemudian menantangani buku di depannya, dan hanya bertanya, "Namamu siapa?".


Aisyah yang mendengar sang idola menanyakan namanya, dengan girang segera menjawab, "Aisyah Asyifa".


"Nama yang bagus, aku harap bisa bertemu lagi dengan mu" lanjut sahara menatap dalam mata gadis didepannya, wajah Aisyah seperti tidak asing baginya.


Mendengar ucapan sang Idola membuat Aisyah semakin girang dengan mata berbinar, namun giliran selanjutnya telah tiba, ia kemudian terpaksa meninggalkan tempat itu.


Sahara terlihat mengode wanita yang berdiri didepannya. Wanita itu segera mendekat ke tempat Sahara.


"Cari tau identitas gadis barusan, namanya Aisyah Asyifa, sepertinya ia pernah bertemu dengan ibu" ucap Sahara membisikkakan perintah ke wanita di samping nya, yang tak lain adalah Vina asisten pribadinya.


Vina mengangguk, dan segera mundur setelah mendapat perintah dari bosnya, ia meninggalkan tempat itu dan mulai ingin menyelidiki gadis bernama Aisyah Asyifa itu.


"Perasaan yang tidak diekspresikan, bukan berarti tidak punya perasaan, hanya saja terlalu rumit untuk di ekspresikan.


...ו••♡•••×...


Acara jumpa fans pun terus berlanjut, karena tempat itu sangat ramai, Aisyah yang sudah mendapat tanda tangan sang Idola segera menuju toko buku dimana Ezra dan Rafa menunggu.


Aisyah kemudian melihat beberapa buku, sambil menunggu kedatangan Windy, Iren, dan Nia yang masih mengantri untuk tanda tangan.


Setelah semuanya lengkap berkumpul di toko buku itu, merekapun memutuskan untuk makan di restoran Mall tersebut, dan kemudian kembali ke rumah masing-masing.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......