My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
29. Surat Kebenaran



...BAB 29...



...~♡♡♡~...


Sebenarnya Vina menemukan surat itu saat membereskan barang-barang Bu Inah sebelum ia kembali ke kota halamannya. Namun karena saat itu Sahara sedang mengurus pemakaman Bu Inah sehingga ia membawa surat itu bersamanya karena ingin memberikan langsung surat itu kepada bosnya, sehingga baru memberikan surat itu sekarang.


Setelah memberikan surat itu kepada Sahara Vina segera meninggalkan ruangan tersebut.


Cukup lama Sahara menatap aplop itu dalam. Ada rasa penasaran bercampur kekhawatiran yang ia rasakan saat ini, 'Apa ini surat wasiat dari Ibu' begitu pikirnya.


Karena penasaran ia pun mulai membuka surat itu dan perlahan membacanya. Ia terus membaca dengan tatapan serius, bait per bait ia baca, hingga hingga sampai pada pertengahan bait.


Yang membuat tanpa sadar sedari tadi butir butir bening berjatuhan membasahi pipi Sahara.


Isi surat yang ditulis ina:


...Aku telah gagal menjadi seorang ibu, dengan bodohnya bukannya menasehati aku malah menelantarkanmu, seharusnya saat itu ibu ada bersamamu Sahara.....


...Sehingga kau tidak tirjebak dalam kesalahan berulang kali, Ibu minta maaf untuk itu....


...Jujur ibu kecewa padamu, namun hati yang ibu miliki tetaplah hati seorang ibu.. Hati yang sangat rapuh membuat ibu tidak bisa membencimu....


...Setelah kau membaca surat ini, berati saat itu ibu sudah tidak ada, ibu harap kamu bahagia, karena selama ini ibu tau, kau jauh dari kata bahagia....


...Satu hal yang sebenarnya ingin ibu bawa hingga liang kubur, namun lagi lagi naluri seorang ibu, mana mungkin bisa melakukan hal itu....


...Hingga Ibu merasa kamu pun berhak mengetahuinya, kebenaran yang kamu cari selama ini, kebenaran mengenai anak kandungmu....


...Ibu tau kau mencarinya selama ini, ibu juga tau sekarang kau sudah mendengar kabar kematiannya....


...Namun.. Sebenarnya anakmu masih hidup....


Hal itulah membuat Sahara lemas dadanya terasa sesakk hingga ia hampir jatuh tergopoh dari posisi berdirinya.


Kemudian ia menjatuhkan diri ke kursi ruang kerja tekatnya tadi.


"I_ibuu" kata itu yang lolos di mulutnya, kemudian ia mulai mengacak acak rambutnya.


Kenapa ibu menyembunyikan hal ini..itulah yang menghantuinya, yah ia sudah cukup putus asa selama ini, terlebih setelah mengetahui jika anaknya telah meninggal, seolah seluruh hidupnya hancur berantakan.


Diam sejenak dan menenangkan diri itulah yang Sahara lakukan, setelah merasa lebih baik, ia segera melanjutkan membaca surat tersebut.


...Ibu tau sekarang kamu mungkin sedang kecewa dengan ibu, namun ibu lebih kecewa padamu saat mengetahui kau dengan tega menelantarkan bayi tidak berdosa....


...Tapi Tuhan selalu bersikap adil, ia menganugerahkan keluarga hangat dan indah kepada bayimu itu....


...Alasan ibu ingin menyembunyikan rahasia ini hingga akhir adalah karena ibu takut, Ibu takut kau merenggut kebahagiaannya sekali lagi, dan ibu tau kau tidak akan bisa menyediakan tempat sehangat tempatnya sekarang....


...Cukup melihatnya bahagia membuat ibu merasa gagal menjadi seorang ibu....


...Keluarga kecil yang hangat, penuh kebahagiaan, membuat ibu berpikir.. Apakah keluarga kita pernah sehangat itu Sahara??....


...Mungkin tidak, itulah yang membuat ibu berharap biarlah selamanya rahasia ini ibu bawa hingga akhir....


...Tapi.. Ibu dengar kau sedang mencarinya.. Ibu juga tau bahwa kau sudah menyesali semuanya.. Hingga ibu memutuskan memberi tau mu tentang kebenaran ini....


...Namanya Aisyah Asyifa, dia tinggal di kota C, dia adalah darah daging mu, dan ia sangat bahagia dengan keluargnya sekarang. Ibu harap setelah mengetahui ini kau bisa lebih tenang....


...Dan ibu harap kamu tidak lagi mementingkan keegoisan mu, biarkan ia bahagia jika kau tidak mampu membahagiakan nya....


...Namun apapun keputusanmu nanti, ibu harap kau, keluargamu dan juga Aisyah bisa terus berbahagia....


...-Inah-...


Entah apa yang harus ia lakukan sekarang, setelah mengetahui kebenaran ini.


Haruskah ia mengungkapkannya? Namun jika bagaimana jika Aisyah mengetahui kebenaran ini, apakah ia akan membencinya?


Bagaimanapun ia lah yang menelantarkan Aisyah, pasti Aisyah membencinya.


Tapi jika ia tidak menyampaikan kebenaran ini, bagaimana caranya ia menebus kesalahannya dahulu, ia sangat bingung apa yang harus ia lakukan saat ini.


"Eh.. kenapa aku tidak memikirkan ini.." ia mendapatkan suatu ide, kemudian langsung merogoh sebuah benda pipih di saku blazer yang ia kenakan saat ini.


Handphone itu segera ia nyalakan dan membuka salah satu aplikasi sosial media yang populer yakni Instagram, ia segera men search akun Aisyah.


Ia melihat beberapa opsi nama "Aisyah Asyifa" hingga matanya tertuju pada profil seorang yang ia cari.


Sahara segera membuka akun gadis itu, akun yang ternyata mengikuti nya, mungkin sudah cukup lama, karena dari postingan Aisyah sepertinya ia salah satu fans berat Sahara.


Bagaimana tidak dari tadi Sahara menscroll akun tersebut yang ia dapatkan kebanyakan Repost dari postingan nya, hanya beberapa foto Aisyah itupun bersama teman-temannya.


Ia terus menscroll akun itu, dan matanya tertuju pada satu postingan foto keluarga Aisyah, disana Aisyah tersenyum dengan sangat bahagia. Membuat Sahara tersenyum kecut.


"Apakah jika dengan ku kamu akan sebahagia itu?" ucapnya membayangkan jika saja ialah yang ada di posisi itu bersama dengan Aisyah.


Ia kemudian membuka log panggilan dan menekan log panggilan paling atas, menghubungi Vina Asisten pribadinya.


"Halo Vin.." ucapnya saat panggilannya telah tersambung.


"I_iya Mrs ada apa?" Vina sedikit bingung karena belum lama ia kembali dari tempat Sahara, dan bosnya menghubunginya lagi.


"Aku tau sekarang kamu sedang sibuk dengan persiapan pernikahan, tapi ini penting, bisa kamu kirimkan orang untuk menyelidiki segala sesuatu tentang keluarga dari Aisyah Asyifa?"


"Baik Mrs akan saya kirimkan"


"Ok, Thanks.. Tuutt.." Mematikan sambungan telepon tersebut.


Setelah telepon ditutup Vina segera menghubungi seseorang di kota C untuk menyelidiki kembali segala sesuatu mengenai Aisyah Asyifa, ini tidak terlalu berat karena sebelumnya ia pernah sedikit menyelidiki mengenai Aisyah atas perintah Sahara dulu.


Walaupun ia tidak tau kenapa bosnya memintanya menyelidiki kembali, namun ia tetap mengerjakan apapun yang di perintahkan bosnya, terlebih ada kata 'Penting' dari bosnya tadi.


Kembali ke Sahara..


Ia kembali menatap foto-foto postingan Aisyah, untuk sekarang ia memutuskan memantau dan membantu Aisyah dari jauh, itulah sebabnya ia meminta Vina menyelidiki kembali mengenai keluarga Aisyah.


Lebih tepatnya ia takut saat gadis itu mengetahui kebenaran ia malah membencinya, terlebih melihat postingan Aisyah yang sepertinya sangat mengidolakannya.


Sudah cukup lama Sahara menscroll akun Aisyah, sedari tadi ia telah menscreenshoot beberapa foto Aisyah, sampaikan pada postingan terakhir dimana itu merupakan foto kecil Aisyah.


"Ibu mungkin tidak bisa menemani masa kecilmu, namun akan ibu pastikan, masa depanmu akan jauh lebih baik dari ibu" ucapnya masih menatap sendu foto Aisyah.


Kemudian ia ingin melanjutkan pekerjaannya yang tadi belum selesai, namun sebelumnya ia terlebih dahulu menekan tombol Follback, mengikuti akun Aisyah kemudian mematikan handphone di tangannya.


Tanpa Sahara sadari akibat perbuatannya gadis di seberang sana yang tak lain adalah Aisyah sangat girang akibat di follback oleh Sahara, penulis favoritnya.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......