
...BAB 10...
...~♡♡♡~...
Aisyah yang menunggu kedatangan Ezra dikagetkan dengan sosok pria yang tiba-tiba mendekati nya, pria itu menggunakan pakaian serba hitam di lengkapi dengan topi serta masker hitam, sangat misterius. Aisyah melangkah sedikit cepat untuk menjauh dari pria tersebut, namun pria misterius itu terus saja mengejar langkah nya dan semakin mendekat, Aisyah pun memukul nya dengan tas kecilnya itu dan berteriak "Malinggg!" ucapnya.
Pria tersebut langsung menutup mulut Aisyah lalu membuka master yang menutupi wajahnya, "Ini aku.." ucap Ezra memperlihatkan wajahnya.
Jalan tersebut lumayan ramai jadi lumayan banyak orang yang memperhatikan mereka terlebih lagi pakaian mereka yang benar benar mencolok satunya yang menggunakan pakaian cerah dan satu lagi menggunakan pakaian suram, sangat menyita perhatian. Namun setelahnya tidak terjadi apa-apa jadi mereka mengabaikan teriakan Aisyah tadi.
Wajah mereka lumayan dekat akibat Ezra yang menutupi mulut Aisyah dengan tangan nya, untuk pertama kalinya Aisyah sedekat ini dengan Ezra.
Sekian detik Aisyah terkesima dengan ketampanan pria didepan nya itu, namun segera ia kembali dari lamunannya dan melepaskan tangan Ezra yang menutupi mulutnya tadi, "Owh Ezra, ngagetin aja" ucapnya.
Ezra lagi-lagi hanya menatap Aisyah dengan muka datar, "Cewek Bodoh!!" ucapnya pada gadis didepannya itu.
Aisyah kesal dengan ucapan Ezra barusan kemudian membalas "Dasar cowok aneh, sore sore pake pakaian serba hitam, lu mau kencan atau cosplay Maling.." ucapnya kesal.
"Kencan?" tanya Ezra pada ucapan Aisyah barusan.
Aisyah yang sadar dengan ucapannya pun menutup mulutnya 'Hah aku ngomong apa sih, eh tapi kan si Ezra dluan yg bilang mau kencan. Hemm bodoamat.' ucapnya dalam hati.
"Ditanya malah diam" ucap Ezra yang melihat Aisyah hanya diam tidak menanggapi pertanyaannya.
Sebenarnya Ezra sendiri tau kalau dia yang mengatakan pada Aisyah mau kencan, tapi ia tidak menyangka Aisyah menganggap serius ucapannya.
"Emang kita ke sini mau ngapain?" tanya Aisyah polos, jujur ia masih belum tau mereka kesini mau apa.
"Cewek Bodoh!!" ucap Ezra lagi, singkat namun menyakitkan.
Lagi-lagi ucapannya itu membuat Aisyah kesal, "Yaudah, Terserah!, mending aku pulang!" ucap Aisyah kemudian ingin meninggalkan tempat itu, namun Ezra menahan nya dengan menggenggam tangan Aisyah kemudian menariknya kearah salah satu toko dekat Mall tersebut.
Aisyah kaget dengan Ezra yang menggenggam tangannya tiba-tiba, "Eh.. mau Kemana sih?" protes Aisyah mencoba melepaskan tangannya dari Ezra.
Ezra tidak peduli dengan pertanyaan Aisyah ia malah mempererat genggaman tangannya, "Diem, ikut aja!" tegas Ezra agar Aisyah tidak mencoba melepaskan genggamannya lagi.
Aisyah pun hanya menurut dan mengikuti langkah Ezra walaupun dalam hati ia terus saja menyumpahi pria yang menggenggam tangannya itu.
Merekapun masuk ke toko perlengkapan alat lukis & alat tulis, yang terletak tidak jauh dari Mall tempat mereka janjian tadi.
Aisyahpun mengerti alasan mengapa Ezra mengajaknya janjian tapi itu malah membuatnya semakin kesal, 'Dasar cowok iblis, apa susahnya sih bilang mau belanja perlengkapan lukis_-" kesalnya dalam hati.
Ezra pun melepaskan genggaman tangannya, kemudian berkata "Aku kesana, kamu juga pilih apa aja yang perlu di beli" ucapnya kemudian meninggalkan Aisyah menuju tempat kanvas.
Tak lama kemudian dua orang terlihat memasuki toko tersebut, mereka adalah Rafa dan Windy yang memang sengaja membuntuti Aisyah, yah orang yang menguping pembicaraan Aisyah dan Ezra saat disekolah adalah Rafa, ia sebenarnya ingin mengajak Aisyah pulang bareng, tapi Ezra lebih dulu menghampiri Aisyah, alhasil ia mendengar Ezra mengajak Aisyah kencan, dan mereka janjian depan Mall.
Ia pun mengajak Windy mengikuti mereka karena akan sulit jika ia ketahuan membuntuti sendiri, setidaknya kalau ada Windy ia dapat beralasan diskusi untuk tugas.
Namun mereka membuntuti Aisyah sampai di tempat ini, yasudah mereka memutuskan untuk sekalian membeli perlengkapan.
"Eh.. Aiss kok ada disini?" sapa Windy menghampiri Aisyah seakan akan pertemuan mereka kebetulan.
Aisyah pun berbalik mendengar seseorang menyapanya, ia tak menyangka akan bertemu sahabatnya di toko tersebut, "Aku mau beli perlengkapan nih, klo kamu Win? eh.. ada Rafa juga?" jawab Aisyah.
"Aku sma Rafa kebetulan mau belanja perlengkapan, eh gak sengaja liat kamu disini yaudah aku samperin" jelas Windy berbohong.
Mereka berduapun terus melanjutkan percakapannya, Ezra yang melihat kedatangan Rafa dan Windy sepertinya tidak suka dengan kehadiran mereka berdua, ia kemudian segera memilih apa apa saja yang mereka butuhkan seperti kanvas, cat air, palet cat, kuas, dll.
"Eh.. udah?, cepet amat" Aisyah sedikit kaget karna menurutnya baru saja mereka sampai, dan sudah selesai saja.
"Cepet, karna gak ngobrol" sindir Ezra dengan muka datar khasnya.
Aisyah kesal dengan sindiran Ezra, namun disisi lain ia juga merasa bersalah karna tidak membantu Ezra memilih beberapa perlengkapan, dan malah sibuk mengobrol, jdi ia hanya memilih diam tidak menanggapi ucapan Ezra barusan.
"Em win, aku pulang dulu yah, bye" pamit Aisyah kepada sahabatnya itu.
"Bye Aiss" jawab Windy.
Rafa hanya menatap Aisyah meninggalkan toko tersebut, ia sedikit kecewa karena tidak dapat lebih lama bersama Aisyah, namun ia pun melanjutkan aktivitasnya memilih alat lukis bersama Windy.
...ו••♡•••×...
Aisyah dan Ezra meninggalkan toko tersebut, dengan Ezra yang membawa semua belanjaannya tadi.
"Mau aku bantu?" tanya Aisyah yang kasihan juga melihat Ezra membawanya sendirian.
"Gak!!" jawab Ezra Cuek.
"Ok" ucap Aisyah, sebenarnya ia ingin membantu tapi karna Ezra sendiri yang enggan di bantu ya sudah.
Mereka pun membawa barang-barang yang mereka beli ke mobil Ezra, lebih tepatnya Ezra membawanya sendiri dan Aisyah hanya mengikutinya dari belakang. Setelahnya Ezra mengajak Aisyah makan di restoran dalam Mall, karna mobil Ezra memang terparkir di dekat mall tersebut. Aisyah hanya mengiyakan karena ia memang sedang lapar.
Mereka menikmati makanannya dengan lahap, dan waktu pun telah menunjukkan pukul 6 malam, sekitar satu setengah jam mereka menghabiskan waktu bersama.
"Aku antar!!" ucap Ezra setelah mereka berdua meninggalkan Restoran tadi.
"Gak usah repot-repot aku bisa pulang sendiri" jawab Aisyah.
"Gak ada penolakan!!" ucap Ezra masih dengan muka datarnya itu.
Mau tak mau Aisyah pun mengikuti kemauan Ezra, karena memang sudah malam.
Ezra pun mengantar Aisyah ke Alamat yang di sebutkan Aisyah kepadanya. Selama perjalanan keduanya sama sama diam seakan enggan membuka topik pembicaraan. Mobil Ezra pun terus melaju hingga sampai di salah satu rumah dua lantai yang cukup sederhana.
Aisyah pun bergegas turun dari mobil Ezra "Makasih udah mau nganterin pulang" ucapnya.
"Sama-sama" jawab Ezra datar.
Aisyah pun menutup pintu mobil tersebut dan berlalu masuk kedalam rumahnya.
Ezra terus menatap Aisyah sampai benar-benar masuk ke rumah tersebut, kemudian ia pergi dari komplek itu.
"Kencan yang singkat" ucap Ezra tersenyum.
...~♡♡♡~...
.......
.......
.......