My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
08. Buku Milik Aisyah



...BAB 08...



...~♡♡♡~...


Matahari telah terbit dari timur, menunjukkan sinarnya seolah menyatakan hari menyibukkan kembali datang.


-Disekolah-


Jam menunjukkan pukul 07:32, sekitar 30 menit lagi Mata pelajaran pertama dimulai. Di pagi hari yang damai ini di koridor penghubung ruang guru dengan kelas XI , terlihat seorang gadis sedang mondar mandir seperti mencari sesuatu.


"Duhh buku aku mana yahh" ucap Aisyah Mencari bukunya.


Aisyah sengaja datang pagi untuk mencari bukunya yang hilang, dari tadi ia terus saja mondar mandir kelas ke dekat ruang guru namun ia tak kunjung menemukan bukunya.


Seorang laki laki yang baru saja keluar dari ruang guru memegang absen di tangannya berjalan menuju kelas, dia adalah Azra ketua kelas XI IPA 1 ia yang melihat Aisyah mondar mandir dari tadi pun menghampirinya.


"Kalau Piket telat, kalau enggak piket bisa datang pagi?" ucap Ezra dengan muka datar sengaja menyinggung Aisyah yang telat kemarin.


"Yah kenapa? masalah?" balas Aisyah terus mencari bukunya tanpa mempedulikan orang di belakang nya.


"Cuma cewek gak kompeten yang mudah menghilangkan barang, Gak heran!!" Sindir Ezra kemudian berlalu begitu saja menuju ke kelas.


"Ih..dasar iblis, kalau gak mau bantuin gk usah nyindir, gua doain mati lu gk bakal tenang!!" ucap Aisyah menyumpahi Ezra yang sudah tak terlihat lagi.


"Kamu kalau pagi emang hobby marah-marah yah?" ucap Rafa yang entah kapan berdiri di dekat Aisyah.


Aisyah yang kaget dengan Rafa yang tiba-tiba muncul di belakangnya pun bertanya "Lah.. sejak kapan kmu ada di sini?"


"Baru aja kok, Btw ngapain disini? kenapa gk masuk kelas?" lanjut Rafa.


"Nyari buku lah, hilang kemarin mungkin gara gara tabrak beton" ucap Aisyah sengaja menyinggung Rafa.


"Beton? Kamu aja kali yang udah kurus, kecil lagi, di hempas angin dikit aja langsung jatuh haha" lanjut Rafa mengejek Aisyah.


"Nyee.. terserah, dahlah" ucap Aisyah kesal kemudian berbalik mau pergi dari Rafa.


"Eh.. tunggu dulu" ucap Rafa menarik tas Aisyah yg bergegas pergi darinya.


"Apaan sihh!" Kesal Aisyah yg hampir jatuh karna tasnya di tarik, kemudian berbalik ke arah Rafa.


"Nyari buku kan?, yang ini?" tanya Rafa menyodorkan sebuah buku berwarna pink agak muda bertuliskan nama Aisyah Asyifa.


"Bener, ini buku Aku, kok ada di kamu?" tanya Aisyah curiga.


"Kemarin jatuh waktu kamu tabrak beton" ucap Rafa mengingatkan Aisyah perkataan nya tadi.


"Owhh.. untung buku ku gpp" ucap Aisyah mengelus bukunya dengan lembut lalu memeluknya.


Aisyah pun berlalu pergi meninggalkan Rafa tanpa berterimakasih.


Rafa yang melihatnya pun ikut mengejar Aisyah dan berjalan bersamanya menuju kelas.


"Aku ada saran buat kamu" ucap Rafa tiba-tiba.


"Apaan? klo gk penting sana pergii, gk bakal kesasarkan kekelas doang" tanya Aisyah dengan nada agak sinis.


"Sedikit saran yah, kalau gak pernah pacaran gak usah deh nulis yang bucin-bucin hahaha" lanjut Rafa mengejek tulisan Aisyah.


"Kamu baca buku aku??" tanya Aisyah marah


"Gak sengaja baca haha" lanjut Rafa tak berhenti ketawa


"Cihh.. dasar gak tau menghargai privasi org" kesel Aisyah.


" Mencintai mu adalah pilihan, tapi memiliki mu adalah suatu kemustahilan haha" ejek Rafa mengucapkan salah satu kalimat yang ia baca di buku Aisyah kemarin malam.


Aisyah yang mendengar nya pun berhenti berjalan, Rafa yang melihat nya agak kaget.


"Sesenang itu ngejek perasaan orang?, Yah aku gk pernah pacaran jadi aku gak tau cara menyampaikan perasaan, aku jga gak jago nulis kayak mbak Sahara, tapi aku juga manusia yang punya perasaan, dan menurut aku setiap manusia punya hak mencintai dan dicintai" ucap Aisyah penuh penegasan, ia tak terima privasinya dijadikan candaan.


"Maaf yah mungkin candaan ku terlalu berlebihan" ucap Rafa menyesal.


"Ngapain sih ngikutin Mulu?" kesal Aisyah.


"Emangnya kamu beneran gk pernah pacaran yah?" tanya Rafa.


"Ya emang gk pernah, terus kenapa? masalah?" ucap Aisyah jengkel.


"Tulisan mencerminkan kepribadian penulisnya" lanjut Rafa.


"Ya.. terus??" tanya Aisyah acuh.


"Keliatan aja, kalau buku itu di tulis org gk berpengalaman dalam hubungan hh" lanjut Rafa yang lagi lagi membuat Aisyah kesal.


"Ya biarin.., emang aku gk berpengalaman dalam hubungan, tapi aku juga pernah mencintai seseorang. Perasaan seseorang gak harus kan berlandaskan pada hubungan kan!" ucap Aisyah menegaskan.


"Mencintai tanpa di cintai yah, haha" ejek Rafa lagi, membuat Aisyah semakin jengkel.


"Pergi sana.., ngeselin aja!!" mendorong Rafa jauh-jauh darinya.


"Yah ngambek haha" ejek Rafa melihat Aisyah yang kesal.


"NYE!!" ucap Aisyah dengan nada kesal kemudian melangkah lebih cepat lagi meninggalkan Rafa, namun lagi lagi Rafa mengejar langkah nya.


"Aku ada saran lagi buat kamu" ucap Rafa mengalihkan pembicaraan.


"Apaan lagi? klo saran kek tadi, gk usah deh!!" ucap Aisyah semakin jengkel dengan Rafa.


"Kamu gak cocok untuk jadi seperti Sahara Idola mu itu" Ucap Rafa serius.


"Ya tau, mau dilihat dari mana pun Aiss gk ada apa-apanya untuk jadi kayak Mbak Sahara" ucap Aisyah sedikit sedih, ia tau kalau bagaimana pun ia tetap tidak bisa di bandingkan dengan Sahara Idolanya itu.


"Bukan begitu..." jelas Rafa.


"Lalu apaan?" tanya Aisyah bingung.


"Kamu........ Ah gak jadi" ucap Rafa memotong kalimat nya.


"Ih apaan sih gajee, dahlah mau ke kelas" kesal Aisyah kemudian mempercepat langkahnya agar tidak ikuti lagi oleh Rafa.


Berbeda dari tadi kali ini Rafa hanya berdiam menatap punggung Aisyah yang semakin menjauh


'Kamu gak akan cocok jadi seperti dia, karna kamu memiliki perasaan yang tulus, tidak seperti dia yang rela melakukan segala cara tanpa mempedulikan perasaan orang lain, untuk meraih mimpinya' ucap Rafa melanjutkan kalimatnya yang terpotong tadi dalam hatinya.


...ו••♡•••×...


"Kriinggg" Bell pun berbunyi pertanda jam Pelajaran pertama dimulai.


Mata pelajaran pertama adalah Bahasa Indonesia sedangkan mata pelajaran kedua adalah Seni Budaya.


Dengan cepat m.ata pelajaran pertama telah berlalu, tibalah mata pelajaran Seni Budaya yang diajar oleh Bu Desi, guru yang ramah dan keliatan masih muda.


Selama sejam Bu Desi membawakan materi dengan baik, dan tibalah saatnya penutup.


"Baiklah anak anak mungkin cukup sampai disini materi kita pada hari ini mengenai seni lukis, nah terakhir ibu akan memberikan kalian tugas, tapi tenang, ini bukan tugas individu melainkan tugas couple, nanti ibu akan membagikan 2 orang setiap tim dan akan ibu serahkan nama-nama nya kepada ketua kelas, tugas nya adalah membuat lukisan, temanya tergantung dari tim kalian masing-masing, ibu harap kalian bisa kerjasama dengan baik, mungkin sekian, selamat beristirahat!" ucap Bu Desi menjelaskan.


"Baik Bu" jawab para murid serentak.


Kemudian bu Desi pun meninggalkan kelas di ikuti Ezra yang akan membahas pembagian tim dengan Bu Desi.


Tak lama setelah Bu Desi meninggalkan ruangan, bell pun berbunyi pertanda bahwa sekarang waktu istirahat dan murid pun berbondong-bondong menuju ke kantin.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......