
...BAB 16...
...~♡♡♡~...
•Flash Back On•
Aisyah Asyifa merupakan anak tunggal dari Diana dan Fais yang hadir setelah penantian panjang mereka, hampir 5 tahun pernikahan Diana dan Fais tapi blm mendapatkan keturunan hingga Aisyah hadir mengubah segalanya.
Diana dulunya bekerja sebagai karyawan di perusahaan properti, tapi semenjak kehadiran Aisyah ia memilih berhenti bekerja dan fokus menjadi ibu rumah tangga.
Hal itupun didukung oleh suaminya, kehadiran Aisyah merubah 180° kehidupan mereka, Aisyah merupakan Anugrah terindah yang Tuhan kirimkan untuk keluarga kecil itu.
Dengan berlimpahkan kasih sayang dari kedua orangtuanya membuat Aisyah tumbuh menjadi sosok yang sangat manja dan cengeng.
Ia juga terkadang keras kepala, apapun yang ia inginkan harus ia dapatkan, hal itu membuat Diana mama Asiyah kewalahan mengurus Aisyah kecil.
...ו••♡•••×...
Diana mengajak Aisyah yang berusia 8 tahun ke taman bermain sekitar kota, karena hari ini adalah akhir pekan, namun sayangnya Fais tidak dapat ikut, dia ada projects ke luar kota untuk sementara.
Aisyah terlihat berlari larian girang memegang balon yang di belikan oleh mamanya, namun saat ia melihat menjual Eskrim di dekat taman tersebut, ia kemudian kembali ke kursi taman tempat ibunya duduk.
Aisyah menarik narik lengan baju Diana "Mama... Mama.. Aisss mauu Eskrimm.." ucapnya menjuk penjual Eskrim itu.
Diana kemudian menengok ke arah yang ditunjuk Aisyah, disana terlihat penjual Eskrim keliling, dengan pelanggan yang cukup ramai.
"Nanti ya sayang, disana sangat ramai" ucap Diana pada putrinya ia tidak mau jika mengajak Aisyah ke sana sekarang bisa jadi terinjak atau hilang di kerumunan yang cukup ramai itu.
"Aiss maunya sekarang mama.." ucap Aisyah cemberut, karna ia sudah sangat menginginkan eskrim.
Diana menghembuskan nafas berat, melihat putrinya yang sangat keras kepala itu, "Baiklah biar mama yang pergi belikan Eskrim nya, kamu tetap disini jangan kemana-mana!" ucapnya
"Siapp Mamaa" jawab Aisyah dengan posisi tangan di pelipis, hormat ala anak SD sedang upacara bendera. Sangat imut.
Diana pun berlalu menuju ke si penjual Eskrim, namun sangat Ramai hingga Ia harus mengantri cukup lama, tak lupa sering kali ia menengok ke Kursi taman mengecek keberadaan putrinya.
Aisyah yang menunggu sang Mama cukup lama merasa bosan, "Mama mana sihh.." ucapnya.
Tak sengaja ia melepaskan genggaman balon di tangannya, balon itupun tertiup angin, Aisyah pun langsung berlari mengejar nya.
Diana tak lagi berbalik menengok keberadaan putrinya karena giliran pesanannya yang disiapkan, ia ingin segera mengambil Eskrim tersebut dan kembali ke tempat putrinya.
Tak lama kemudian Eskrim pesanannya pun siap, ia segera membayarnya dan kembali ke tempat sang putri.
Namun naas saat Diana berbalik melihat kursi taman, tidak ada sosok anak kecil yang duduk disana, ia pun mempercepat langkahnya ke sana, berharap sang putri hanya bermain di balik pohon sehingga tak terlihat oleh matanya.
Semakin mendekat, semakin mendekat, namun ia tak kunjung melihat Aisyah, sesampainya di kursi taman pun sang anak tak kunjung ketemu, hal itu membuatnya sangat panik, ia segera mencari keberadaan Aisyah, mengelilingi taman meneriakkan nama "AISYAAHHH.." ucap nya.
...ו••♡•••×...
Aisyah berlari mengejar balon nya itu, tapi sayang sekali balonya malah tersangkut di pohon mangga, yang cukup tinggi, sehingga Aisyah mau tidak mau harus mengikhlaskan nya.
Aisyah kemudian melihat ke sekeliling, namun ia tidak tau sekarang sedang berada dimana.
Karena terlalu fokus mengejar balonnya yang terbang ai sampai tidak memperhatikan jalan yang ia lalui tadi, dengan kata lain Aisyah sekarang tersesat.
Ia ingin kembali ke taman, tapi ia tidak tau harus lewat jalan yang mana. Ia kemudian berjalan ke gang kecil yang sepertinya cukup aman.
Aisyah terus berjalan menyusuri jalan itu, namun sialnya digang itu ada Anjing yang kelihatannya Anjing liar, Aisyah segera memutar balik, berencana ingin pergi sebelum anjing liar itu melihatnya.
Tapi sayang anjing itu terlebih dahulu menyadari keberadaannya, "Guk Guk Guk" suara anjing liar.
Aisyah yang sudah sangat ketakutan kemudian langsung berlari, namun anjing liar itu pun pengejarnya. ia terus berlari sambil menangis, ia pun tak sadar sejak kapan sepatu nya terlepas sebelah.
Anjing itu semakin mendekat..
"MAMAAAAAA!!" teriak Aisyah ketakutan.
Ia berlari sekuat tenaga, ia kemudian belok di sebuah gang namun sayang itu adalah jalan buntu, hampir ia hilang harapan tapi tiba tiba ada tangan yang menariknya bersembunyi, tangan itu pun menutup mulut Aisyah agar tidak bersuara.
Saat anjing itu sudah tidak ada di luar, bocah itu pun menarik Aisyah keluar. "Dasar Cengeng" ucap anak laki-laki itu.
Aisyah tidak dapat menahan Air matanya ia ingin menangis mendengar ucapan barusan, matanya terus saja berkaca kaca.
Anak laki-laki itu yang melihat Aisyah ingin menangis kemudian merasa bersalah dengan ucapannya tadi, ia pun berusaha menghibur Aisyah.
lalu ia mengambil balon yang ia temukan tadi, memberikan nya untuk Aisyah, "Ini buat kamu, jangan nangis" menyodorkan balon.
Aisyah yang melihat balon itu merasa tidak asing, "Ini kan balon Aisyah, yang Aisyah kejar sampai sini" ucapnya menerima balon itu.
"Jadi kamu kesini, demi satu balon?" tanya laki-laki itu.
Aisyah hanya mengangguk mengiyakan.
Mendapat jawaban dari Aisyah laki-laki itu hanya menggeleng kan kepala menepuk jidatnya tidak habis pikir, "Bodoh" ucapnya.
Aisyah kembali sedih dengan ucapan bocah didepannya.
"Nama kamu siapa?" tanya bocah laki-laki itu.
"Aisyah, kalau nama kamu siapa?" ucap Aisyah.
"Adit. Kamu bukan orang sini yah?" tanyanya kembali
"Bukan, aku cuman main ke taman sama mama, tapi aku ngejer balon Ais yang terbang dan akhirnya tersesat deh" ucap Aisyah menjelaskan.
"Baiklah, aku antar sampai taman" ucap Adit kasihan.
"Serius?" tanya Aisyah memastikan
Adit hanya mengangguk.
"Yeyy" Girang Aisyah.
Merekapun mulai berjalan, namun tak lama, "Awww" Aisyah meringis kesakitan, ia baru menyadari jika sepatunya hanya sebelah, dan kakinya terlihat agak lecet.
Adit yang melihatnya pun kemudian melepaskan sandal nya, membiarkan Aisyah memakainya dan dia yang berjalan tanpa alas kaki, kemudian sepatu Aisyah yang hanya sisa sebelah Adit juga yang membawakannya.
Adit pun menuntun Aisyah keluar ke gang itu menuju ketaman, setelah berada di sekitar taman terdengar suara wanita yang berteriak
"AISYAAHHH!" teriak Diana yang melihatnya putrinya.
Aisyah pun kemudian sedikit berlari, "Mamaa" teriaknya kemudian dipeluk oleh sang mama.
Cukup lama mereka berpelukan, kemudian Diana melepas pelukannya lalu bertanya,"Kamu dari mana aja sih sayang?, Mama khawatir kamu kenapa kenapa".
"Aisyah tadi ngejer balon mah, tapi malah tersesat untung ada..." ucapnya berbalik ke tempat Adit tadi, namun sayang Adit sudah tidak terlihat.
Diana bingung melihat Aisyah seperti mencari seseorang. "Cari siapa sayang?" tanyanya
"Itu mah, Adit yang nolongin Aiss, tapi kok gak ada" jawabnya, terus mencari sosok laki-laki penyelamatnya
Namun sayang, Adit benar benar sudah tak terlihat lagi, Aisyah bahkan belum sempat mengucapkan Terima kasih padanya, bahkan sandal Aditpun belum ia kembalikan.
Adit seperti Malaikat yang dikirim untuk menyelamatkan nya, mungkin agak naif jika menyebut nya cinta untuk gadis yang baru berusia 8 tahun.
Bagi Aisyah, hari itu mungkin pengalaman terburuk untuknya. Namun juga merupakan pengalaman yang tak pernah ingin ia lupakan. Sejak saat itu sosok Adit sudah masuk kedalam hatinya, sebagai malaikat penyelamatnya.
•Flas Back Off•
...~♡♡♡~...
.......
.......
.......