My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
14. Rencana Kerja Kelompok



...BAB 14...



...~♡♡♡~...


-Di Perpustakaan-


Sedari tadi Ezra menunggu kedatangan Aisyah namun Aisyah tak kunjung datang, Ezra pun memutuskan kembali ke kelas mencari keberadaan Aisyah.


Sesampainya di kelai ia juga tidak melihat Aisyah, ia pun bertanya pada Nia teman sekelanya, "Lihat Aisyah?" tanyanya datar.


Nia bingung dengan ketua kelasnya yang tiba-tiba bertanya, kemudian ia menjawab "Aisyah tadi ke kantin sma Iren dan Windy" jawab Nia seadanya.


Setelah mendapat jawaban dari Nia, Ezra langsung meninggalkan kelas dengan wajah yang super duper datar, sangat susah di tebak.


Sebenarnya ia ingin mendiskusikan tentang tugas kelompok mereka, namun ia tidak mau mendiskusikan nya di kelas karna banyak orang, ia juga tidak ingin lewat chat menurut nya itu kurang efektif. Tapi Aisyah malah tidak terlihat, itu membuat Ezra agak jengkel.


...ו••♡•••×...


Sesampainya di kantin banyak Murid murid yang menatap Ezra, karna tak biasanya pria itu menginjakkan kaki di kantin, terutama murid murid perempuan menatap nya terpana akan ketampanan pria itu, yah banyak murid perempuan yang menyukai Ezra terutama di kalangan murid kelas 10, banyak yang mengirimkan hadiah maupun surat cinta untuknya namun si kulkas beku ini tidak pernah peduli dengan itu semua.


Ezra tak mempedulikan tatapan dari murid murid itu, ia malah mencari keberadaan Aisyah, dan ternyata benar Aisyah memang ada di kantin, ia sedang duduk di meja bagian ujung asyik mengobrol dengan sahabatnya, terlihat sangat bahagia tanpa merasa bersalah, begitu pikir Ezra.


Ezra kemudian langsung menghampiri meja itu, Aisyah beserta sahabatnya sadar akan kedatangan Ezra.


Bagaimana tidak, kantin menjadi sunyi semua mata tertuju pada Ezra yang berjalan menghampiri meja Aisyah dengan muka datar tanpa ekspresi itu.


Aisyah yang baru mengingat pesan yang di kirim Ezra pun berusaha bersikap senatural mungkin, dan sengaja menghindari tatapan langsung dengan Ezra. 'Matii Aku..!!' ucap Aisyah dalam hati.


Aisyah hanya berharap Ezra melewati nya, namun tidak, Ezra berhenti tepat di depan meja yang diduduki Aisyah dengan sahabat sahabat nya,


"Kamu baca kan?" ucapnya langsung ke pembahasan.


"Hehe.. Apa yah?" jawab Aisyah pura-pura tidak tau, sambil menghindari tatapan Ezra.


Ezra kemudian melangkah dan menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah yang duduk, kemudian berkata "Jangan sengaja menghindar!!" ucapnya menatap tajam mata Aisyah.


Mata keduanya bertemu, Aisyah terlihat tegang, menurutnya Ezra sangat menyeramkan, apalagi dengan Wajah datarnya dan tatapan mata yang mengintimidasi itu, membuat Aisyah sedikit takut.


Ezra kembali berdiri tegak, ia tau seperti nya Aisyah takut padanya, "Aku hanya mau mendiskusikan tentang tugas kelompok, itu saja!!" lanjut Ezra datar.


Seorang pria tiba tiba muncul di dekat Ezra, "Wah..wahh.. kebetulan bagaimana kalau kita kerja bareng aja?" ucap Rafa yang tiba tiba muncul entah darimana.


Untunglah ada Rafa suasana menjadi sedikit lebih nyaman, Rafapun meminta para murid-murid lain yang ada di kantin untuk melanjutkan makannya, karna kedatangan Ezra tadi, para murid memperhatikannya, dan kantin menjadi sedikit agak tegang.


Setidaknya Aisyah menjadi sedikit lega, "Aku setuju sama Rafa, kerja bareng aja, tim aku, Windy, sma Iren." ucapnya menanggapi tawaran Rafa tadi.


Dengan begitu ia tak perlu kerja kelompok dengan Ezra saja, entah apa yang akan terjadi nanti.


"Setujuuu!!" ucap Iren dan Windy bersamaan.


"Gak!!" ucap Ezra tidak setuju..


"Pokoknya aku ikut Iren sama Windy klo gak mau gak usah kerja kelompok aja" ucap Aisyah tidak mau kalah.


Ezra sebenarnya benar-benar tidak mau, tapi ia tau Aisyah memang tipe cewek yang mudah di takut takuti, tapi dia juga tipe yang keras kepala, sekali memutuskan pasti tidak akan mengalah, karena berdebat dengan wanita adalah hal percuma, wanita adalah makhluk yang tidak mau mengalah.


Ezra pun mengalah, ia mengiyakan permintaan Aisyah lalu meninggalkan kantin begitu saja, jujur saja ia tak tahan berlama lama di tempat ramai apalagi menjadi pusat perhatian, hal itu membuat nya jengkel.


Aisyah dan para sahabatnya pun merasa senang, akhirnya mereka tak terpisah, dan Untung nya Aisyah tidak jadi kerja kelompok berdua dengan Ezra.


Mereka pun memutuskan untuk kerja kelompok di rumah Rafa besok, kebetulan besok kan hari Minggu.


...ו••♡•••×...


Hari yang cukup melelahkan, akhirnya mata pelajaran ketiga dan keempat berjalan dengan lancar, bel pulang pun telah berbunyi, para murid terlihat meninggalkan sekolah dengan gembira, yah bagaimana tidak besok mereka libur.


Aisyah dan kedua sahabatnya pun memutuskan untuk jalan jalan hari ini, mereka pulang kerumah masing masing terlebih dahulu, kemudian janjian di Mall xxxx, karena memang sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu luang bersama.


Selanjutnya mereka Keliling Mall, Karaoke, nonton bioskop, dan berakhir di restoran untuk makan malam, maklum mereka bertiga sama sama jomblo, jadi memutuskan menghabiskan Weekend mereka bersama sama.


Bagi mereka persahabatan mereka lebih penting di bandingkan hubungan asmara, dan mereka berharap persahabatan mereka akan terus terjalin selamanya.


Tapi takdir tak ada yang tau, semoga persahabatan mereka bisa tetap sama seperti yang mereka harapkan.


Terakhir mereka pun memutuskan untuk malam ini menginap di rumah Aisyah, menghabiskan malam curhat dengan sahabat sahabat nya, begitulah cewek:v.


Windy dan Iren memang sudah sering berkunjung ke rumah Aisyah dan menginap, jadi sudah tak asing bagi Fais dan Diana akan kedatangan kedua sahabat putrinya.


Malah mereka sangat senang jika sahabat Aisyah sering datang kesini, rumah mereka akan terasa lebih ramai, karna Aisyah adalah anak tunggal jadi kadang rumah itu terlihat sepi, dan ia juga tidak suka melihat putrinya itu kesepian, orang tua Aisyah selalu mengharapkan kebahagiaan putrinya itu.


Aisyah, Iren dan Windy kemudian langsung menuju ke kamar milik Aisyah di lantai 2, mereka yang lelah jalan jalan hari ini pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur Aisyah, tak lama kemudian Diana datang membawakan minuman dingin beserta cemilan untuk teman teman putri nya.


Windy yang tanpa malu malu langsung saja menyantap cemilan tersebut. "Makasih Tante cemilan nya" ucapnya.


Begitulah Windy hobby makan tpi tak gemuk gemuk.


Diana pun kemudian langsung meninggalkan kamar putrinya, karena dia tau putrinya butuh privasi bersama teman teman nya, biasalah anak remaja.


Setelah istirahat sejenak Aisyah beserta sahabatnya kemudian membersihkan diri dan menggunakan piama berwarna pink dengan atasan lengan panjang dan celana panjang juga.


Yah mereka menggunakan piama yang seragam, mereka memang sengaja membelinya tadi saat di mall, dari dulu mereka memang sering menggunakan barang yang couple, sebagai pertanda persahabatan mereka, seperti jam, gelang, tas, sepatu, sampai ke pakaian.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......