My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
07. Ibu Rafael??



...BAB 07...



...~♡♡♡~...


Disebuah Cafe di persimpangan jalan, dekat dengan Mall terlihat dua sahabat yang mengobrol dengan asik nya.


"Sayang banget Ais gak mau ikut" ucap Iren sambil menikmati minuman di depan nya.


"Ya gimana lagi kaki Ais lagi sakit, dan tau lah Ais dari SMP udah nge Fans ama mba Sahara" jawab Windy.


"Emangnya kok bsa Ais nge Fans banget sma Sahara?" tanya Iren penasaran.


Sebenarnya Windy adalah sahabat Aisyah sedari SMP, sedangkan Iren mereka baru bertemu setelah masuk SMA.


"Kurang tau juga, karna aku satu kelas sama Aiss waktu naik kelas 8 SMP, dan dia emang udah jadi maniak novel hhh" jawab Windy.


"Owh gitu" lanjut iren paham dengan jawaban Windy.


"Itu bukannya Rafa yah?" tunjuk Windy ke seseorang yang ada di luar Cafe.


"Iya bener itu Rafa, ajak nongki bareng yok..." Girang Iren.


"Kayaknya dia lagi nunggu seseorang deh" lanjut Windy menatap laki-laki itu.


Tak lama kemudian terlihat mobil Mercedes Benz Maybach S-Class berwarna hitam mewah berhenti tepat di depan Rafa, kemudian Rafa membuka pintu mobil dan naik di jok depan. Mobil pun berlalu pergi meninggalkan Cafe tersebut.


"Widih ternyata anak org tajir" ucap Windy sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Iya yah, terus kenapa dia pindah ke kota ini, padahal sekolah di kota sebelah kan lebih bagus" lanjut Iren


"Mungkin punya alasan tersendiri" lanjut Windy.


Obrolan mereka berdua pun terus berlanjut..


...ו••♡•••×...


Hari ini adalah hari pertama Rafa masuk ke sekolah barunya, dia berasal dari kota S namun memutuskan pindah ke kota ini, alasannya agar bisa mandiri dan sedikit membantu salah satu cabang perusahaan milik ayahnya yang ada di kota ini, tapi sebenarnya ada alasan lain ia memilih pindah.


"Bagaimana dengan sekolah barumu?" Tanya seorang pria yang mengemudi mobil di samping Rafa.


"Lumayan" jawab Rafa cuek


"Sebetulnya ayah kurang setuju kamu pindah ke kota ini" lanjut pria itu.


Yah dia adalah Mahendra Setyawan ayah dari Rafael Setyawan.


"Aku tak butuh persetujuan ayah" jawab Rafa tidak peduli.


"Rafa!!" bentak ayahnya.


"Segeralah pulang, Aku tak butuh ayah ada di sini, sepertinya istri ayah lebih butuh" lanjut Rafa.


"Bagaimanapun dia juga ibu mu" tegas ayah Rafa


"Bukan, aku tidak pernah menganggap nya sebagai ibu ku" jawab Rafa.


"Sudah 8 tahun berlalu, ayah harap perlahan kamu bisa menerimanya, dia tak seburuk yang kamu kira" ucap Mahendra.


"Tapi menurutku justru dia tak sebaik harapan ayah" lanjut Rafa.


"Rafaa!!" bentak Mahendra pada Rafa.


"Kenapa apa ayah ingin memukul ku?" lanjut Rafa.


Mahendra hanya diam mendengarkan ucapan putranya itu.


"Huhh.." membuang nafas berat.


"Besok ayah akan pulang, ayah harap sesekali kamu kembalilah ke rumah, kalau bukan untuk ayah, setidaknya untuk Cika adik mu, dia pasti sangat merindukan mu" lanjut Mahendra.


"Aku pasti akan sesekali mengunjungi Cika" jawab Rafa.


"Baiklah" ucap Mahendra.


...ו••♡•••×...


Jam telah menunjukkan Pukul 16:00


"Treettt, treett, trett" bunyi Alarm hp Aisyah bergetar.


"Astagaa, udah jam 4 aja, Aisyah ketiduran..hoamm" Ucap Aisyah yg kelihatan baru bangun, ia tertidur di meja belajarnya dengan Komputer yang masih menyala.


Kemudian Aisyah bergegas bangun, segera mensave file yang di tulisnya tadi, kemudian mengklik icon YouTube di komputer nya, mencari akun YouTube 'Sahara Setyawan' yang sudah Ia subscribe sejak lama. Dan ternyata Siaran dari idolanya tersebut baru saja di mulai.


Sekitar satu jam lebih Aisyah menonton siaran tersebut, tanpa bergeser dari tempat duduknya. Sahara biasanya hanya siaran 1 kali ataupun 2 kali dalam sebulan, jadi hal tersebut selalu di nanti kan Aisyah tiap bulan nya, untuk mendapat tips ataupun motivasi dari idolanya itu.


Setelah selesai menonton siaran tersebut Aisyah pun kembali menatap buku yang diberikan nenek yang dia temui 5 tahun lalu.


"Huftt, siaran kali ini pun gk mengecewakan, mba Sahara hebat banget selalu bisa memotivasi, apa mungkin aku bisa lebih hebat dari mba Sahara seperti yg di bilang nenek itu dulu?" ucapnya mengingat perkataan nenek yang ia temui di taman.


"Gakk, aku pasti bisa, Aisyah kamu pasti bisaa!" lanjut Aisyah menyemangati diri sendiri.


...ו••♡•••×...


Setelah sampai di Rumah, Rafa pun langsung membersihkan dirinya, kemudian beristirahat sejenak, ia memikirkan yang dikatakan ayahnya di mobil tadi, jujur ia pun tak tega meninggalkan adiknya yang sangat ia sayangi yakni Anichka Setyawan atau biasa dia panggil Cika, tapi ia pun tidak bisa terus tinggal disana.


"Sudahlah, lebih baik disini" ucapnya meyakinkan hati untuk tidak ragu dengan keputusan nya.


Tak terasa sore pun berganti malam, tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Rafa.


"Tok..tok..tok.. Den makan malamnya sudah siap" ucap asisten rumah tangga tersebut.


"Iya Bi, Rafa segera turun" Jawabnya.


"Baik den" ucap bibi, kemudian kembali ke dapur.


Rafa pun turun ke lantai bawah menuju meja makan yang dekat dengan dapur, karena kamar Rafa terletak di lantai 2. Setelah sampai di meja makan terlihat banyak makanan siap santap buatan Bi Asih Asisten rumah nya, Rafa pun langsung duduk bersiap menikmati makanan tersebut.


"Ayah kemana bi?" Tanya nya pada bi Asih, sambil mengunyah makanannya.


"Tuan sudah balik den, katanya ada kerjaan mendesak jadi tidak sempat menginap" jawab bi Asih yang terlihat membereskan dapur.


"Owh baguslah" ucap Rafa, namun berbeda dengan ekspresi nya yang terlihat kecewa.


Bi Asih yang melihat nya hanya bisa diam, ia tau betul sebenarnya majikannya itu sedari kecil sangat menginginkan kasih sayang dari orang tuanya. Karena bi Asih bekerja di keluarga ini sejak lama mungkin sebelum Rafael lahir.


Setelah selesai makan malam, Rafa pun kembali ke kamarnya, ia duduk di kasurnya kemudian menatap foto keluarga yg terletak di atas meja dekat tempat tidur nya itu, ia terlihat kesepian menatap foto keluarga tersebut Rafa kecil yang keliatan sangat bahagia ditemani Ayah dan ibunya.


Disamping foto tersebut ada tas sekolah nya yang ia letakkan tadi, kemudian ia pun mengambil tas tersebut dan membukanya, terlihat buku berwarna pink agak muda bertuliskan nama "Aisyah Asyifa" ya itu adalah buku Aisyah yang terjatuh di depan Ruang guru tadi pagi, Rafa lupa mengembalikan nya.


Rafael kemudian membuka lembaran demi lembaran buku tersebut, dia yang terlihat murung beberapa menit lalu seketika terlihat tertawa membaca buku Aisyah.


"Haha gadis yang aneh.." ucapnya kemudian membuka lembaran berikutnya.


Lebih dari 10 menit sedari tadi Rafael sesekali tertawa membaca buku Aisyah yang berisikan tulisan-tulisan random milik Aisyah. Sampailah pada lembar terakhir yang berisi tulisan, karena buku tersebut baru sebagian yang terisi.


"Cukup menarik haha" ucapnya kemudian ingin menutup buku itu, namun dia urungkan niatnya dikarenakan ia melihat sekilas tulisan di halaman paling akhir buku tersebut.


Rafa pun membuka lembaran terakhir buku tersebut karenakan rasa penasarannya, dan..


"Deg" Seketika jantung Rafa berdetak, matanya memerah seakan ada amarah disana, ia pun menggenggam erat buku di tangannya seperti ingin meremukkan nya. Satu kata yang lolos keluar dari bibirnya.


"Ibuu..?" ucap Rafa menatap foto seorang wanita yang tertempel di halaman akhir buku Aisyah, dan dibawah foto tersebut tertulis nama 'Sahara Setyawan'.


Yah Foto tersebut adalah foto milik Idola Aisyah 'Sahara Setyawan' yang ternyata adalah ibu dari Rafael Setyawan.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......