
...BAB 13...
...~♡♡♡~...
-Rumah Aisyah-
Kasur yang nyaman, dan suasana yang tentram, membuat Aisyah seakan tidak ingin bangun dari tidurnya.
Diana sudah berkali kali teriak membangunkan nya, namun Aisyah tak kunjung bangun dari tidur panjangnya itu. Salah satu kebiasaan buruk Aisyah, suka begadang dan bangun kesiangan, entah apa yang ia lakukan setiap malam.
Dikarenakan putri nya tak kunjung bangun, Diana pun mengambil kunci serep yang memang ia bawa, bagaimanapun Diana memang selalu menjaga privasi putrinya, bagaimanapun Aisyah sudah remaja, jdi tak baik seenaknya masuk ke kamar sang anak.
Namun ini beda cerita, Diana yang masuk kekamar Aisyah geleng geleng kepala melihat kamar Aisyah sangat berantakan, meja belajar yang berserakan buku dengan komputer yang masih menyala, dan pakaian kotor Aisyah yang ia buang sembarangan di segala penjuru kamar.
Diana agak frustasi melihat kamar sang anak melebihi kamar bocah SD.
Ia kemudian melihat putrinya itu tertidur lelap dengan posisi terbalik, kakinya di tempat kepala, kepalanya di tempat kaki, yah gitu lah.
Ia pun menghampiri tempat tidur putrinya dan membangunkan nya dengan lembut. "Aisyah bangun sayang.." namun Aisyah makin terlelap seakan sedang di nyanyikan lagu Nina Bobo.
Diana yang sudah tidak dapat menahan kekesalannya kemudian mengambil gelas yang berisi kan air di atas meja dekat tempat tidur Aisyah. Dan langsung mengguyur kepala Aisyah dengan Air tersebut.
Aisyah yang panik langsung berteriak, "Aaaaaa...." bangun dari tidurnya ia mengira dirinya tenggelam dalam samudera Pasifik.
Diana hanya menatap tajam putrinya, Aisyah yang sadar dengan tatapan tajam mamanya hanya bisa cengengesan "Hehehe", kemudian ia segera berlari menuju kamar mandi tak lupa membawa handuk.
...ו••♡•••×...
-Di Sekolah-
Setelah sampai ke sekolah Rafa langsung menemani Iren ke UKS, bagaimanapun itu adalah kesalahannya setidaknya ia bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Rafa pun membantu Iren membersihkan lukanya, karna tangan Iren keduanya lecet mana mungkin Rafa membiarkan Iren kesulitan, apalagi ini masih pagi blm ada petugas yang datang di UKS itu.
Setelah membantu Iren membersihkan lukanya, mereka berdua pun meninggalkan UKS dan menuju kelas karna Waktu sudah menunjukkan pukul 07:50, 10 menit lagi sebelum mata pelajaran pertama dimulai.
Aisyah yang bangun kesiangan, sedikit berlari menuju kekelas, agar ia tidak telat lagi untuk kesekian kalinya, maklum Aisyah memang sering telat.
Dari kejauhan Aisyah melihat sosok perempuan dan laki-laki sedang berjalan bersama menuju kelas, ia menatap perempuan itu dengan seksama. 'Itukan tas Iren..Eh aku yakin itu Iren, tpi kok sama cowok?' ucap Aisyah dalam hati, ia yakin wanita itu adalah sahabat nya.
"Aku samperin aja dehh.." ucap Aisyah ingin menyusul sahabat nya tapi terhenti karena melihat Iren yang di peluk oleh laki-laki yang bersamanya itu. "Whatt, Iren punya pacar, ehh cowok itu kayaknya Rafa deh" ucap Asyah berbicara sendiri.
Sebenarnya Iren tidak di peluk Rafa, tapi Iren hampir saja jatuh karna lantai licin, dan Rafa langsung menangkap nya, tapi kalau dilihat dari jarak jauh mereka memang seperti berpelukan, itulah yang membuat Aisyah salah paham.
Aisyah pun sengaja menjaga jarak dengan keduanya, ia tidak mau menggangu mereka pacaran, begitulah menurut Aisyah.
Rafa dan Iren pun terus berjalan dengan Aisyah yg mengikut mereka dari jarak yang lumayan jauh.
...ו••♡•••×...
-Di Kelas-
Rafa dan Iren terlihat masuk kelas bersamaan, Windy yang melihat hal itu agak kaget, kemudian ia bertanya pada Iren saat telah sampai ke tempat duduknya.
"Ehh Iren tangan kamu kenapa?" tanyanya melihat tangan Iren menggunakan Handsaplast di beberapa tempat.
Tak lama kemudian Aisyah pun sampai ke kelas, ia tak sabar mengintrogasi sahabat nya itu, namun bel pun berbunyi dan mata pelajaran pertama akan segera dimulai, mau tidak mau ia harus menahan rasa penasaran nya sampai waktu istirahat tiba.
Waktu terus berputar dan jam istirahat pun akhirnya tiba juga, ia ingin langsung mengintrogasi sahabatnya namun sepertinya suara notif di hp nya sengaja mendahului nya.
"Tring" suara notif dari hp Aisyah, ia langsung melihatnya, tertera Nick name 'Iblis👿' pesan masuk ke WhatsApp nya, sungguh hari yang sial.
Yah itu adalah nomor Ezra, lalu bagaimana Aisyah mendapatnya?, tentu saja Ezra yang meminta nomor Aisyah waktu makan di Restoran Mall saat kencan.. eh maksudnya saat membeli bahan tugas kemarin.
Awalnya Aisyah enggan memberikan nomornya tapi mau tidak mau demi tugas yah terpaksa.
Aisyah kemudian melirik Ezra yang terlihat melihat nya tajam, seperti meminta nya segera membaca pesan darinya.
Mau tidak mau ia segera membuka pesan tersebut, tertulis. "NANTI SEGERA TEMUI AKU DI PERPUSTAKAAN!!" Pesan yang singkat namun terlihat sedikit kejam, Aisyah melirik kembali Ezra dan dia terlihat berdiri dari tempat duduknya dan meninggal kelas tanpa berbalik sedikitpun.
"Sial.." hanya itu yang dapat ia ucapkan.
Aisyah tidak segera bergegas ke perpustakaan tpi ia malah memilih ke kantin terlebih dahulu dengan Iren dan Windy, menurut Aisyah rasa penasaran nya lebih penting dibandingkan pesan dari Ezra barusan, lagian pesan dari Ezra tertulis 'NANTI' Jadi tidak harus sekarang.
...ו••♡•••×...
-Di Kantin-
Setelah memesan makanan, Aisyah pun segera menanyakan tentang rasa penasaran nya kepada temannya itu, "Iren kamu pacaran sama Rafa?" terus terangnya.
"Hah?" kaget Iren dan Windy bersamaan.
"Iya, tadi pagi aku liat kalian berdua pelukan di koridor" lanjut Aisyah.
Windy bingung dengan ucapan Aisyah barusan, Iren sudah menceritakan kejadian ia yang hampir ditabrak Rafa, namun tidak dengan adegan pelukan itu.
Iren pun langsung menjelaskan, "Tadi pagi Rafa cuman nolongin aku yg hampir jatuh karena lantai licin, gak pelukan" jelasnya pada Aisyah ia pun menjelaskan juga kejadian tadi pagi yg hampir ditabrak Rafa kepada sahabatnya itu agar tidak salah paham.
Aisyah mendengar nya dengan seksama, "Owh ternyata cuman salah paham" ucap Aisyah mengerti.
"Lagi pula Rafa udah punya pacar" lanjut Iren mengingat Rafa yang menelfon mesra dengan Cika saat di mobil.
"Wah kok bisa?" tanya Windy tidak percaya karena dia mengira Rafa malah menyukai Aisyah sehingga menariknya mengikuti Aisyah dan Ezra kemarin.
Iren pun menjelaskan yang terjadi di mobil Rafa tadi pagi. "..Dan aku gak sengaja liat nama kontak cewek di hpnya Rafa, pakai emot love, Rafa juga menyapa mesra cewek itu bilang 'Love you' sebelum menutup telponnya." jelas Iren
Aisyah tidak terlalu peduli soal hal itu, toh itu bukan urusannya dan tidak berkaitan dengan sahabat nya, ia malah kesal dengan Rafa yang berani hampir menabrak sahabat nya itu.
Berbeda dengan Windy ia malah makin penasaran, 'Ternyata Rafa sudah punya pacar, jadi kenapa dia dekatin Aisyah? Apa jangan-jangan Rafa Fakboy? wahh gak bisa di biarin nih!!' ucap Windy dalam hati.
Makanan pesanan mereka pun datang, kemudian mereka menikmati makanannya dengan lahap, sampai sampai Aisyah melupakan chat dari Ezra tadi.
...~♡♡♡~...
.......
.......
.......