
...BAB 32...
...~♡♡♡~...
Acara kelulusan terus berjalan, dimana saat ini merupakan pemberian penghargaan kepada Siswa lulusan terbaik tahun ini.
Dia adalah Fahri Dirgantara, yang merupakan Mantan Ketua OSIS yang menjabat sebelumnya, pria tampan dan ramah itu juga merupakan Idaman hampir seluruh siswi di sekolah itu.
Berbeda dengan Ezra yang dingin, Fahri merupakan pria yang cerdas, ramah, dan tidak membeda-bedakan orang, sifatnya yang sangat friendly membuat dia memang layak di kagumi banyak siswi.
Acara pun usai setelah pemberian penghargaan kepada Siswa/siswi berprestasi usai, dengan ditutup oleh membawa acara.
...~×ו♡•××~...
Setelah acara usai dan para orang tua siswa beserta beberapa siswa telah pulang, maka saat ini di Aula hanya tersisakan beberapa siswa anggota OSIS yang membereakan perlengkapan serta kebutuhan acara tadi siang.
"Huftt capekk, gini banget jdi anggota OSIS" keluh Aisyah.
"Hahh semangat dong Ais gini gini kita masuk OSIS kamu yang ajak" timpal Iren.
"Daripada kalian banyak bacot mending bawa tu mic sama speaker ke gudang" ucap Windy jenuh dengan kedua sahabatnya yang mengeluh sedari tadi.
Kebetulan ketiga sahabat itu ditugaskan membersihkan panggung acara tadi.
"Huft ok deh, aku bawa mic beserta kabel-kabelnya, Iren bawa Speaker nya" ucap Aisyah seenaknya.
"Hah gw? mana bisa gitu, gak liat tuh speaker Gedee banget" ucap Iren menunjuk speaker sound sistem yang ada di pojok, ukurannya sedang namun untuk ukuran seorang wanita itu pasti terlihat berat.
"Iyya sihh, emmm.. hihi" ucap Aisyah menatap speaker dan Iren bergantian, kemudian tertawa kecil lantaran tubuh Iren yang kecil mana mungkin bisa mengangkat speaker itu.
"Apasih Aisss" Kesal Iren.
"Terus gimana dong Speaker nya?" tanya Aisyah bingung.
"Biar aku yang angkat ke gudang" suara pria dari belakang Aisyah dan Iren yang sedari tadi memandang ke arah Speaker.
Mendengar suara itu, Aisyah dan Iren segera berbalik ke sumber suara.
"Kak Fahri? kok masih di sekolah kak?" tanya Aisyah yang bingung dengan kehadiran Fahri.
"Bukannya udah pulang bareng ortu tadi yah?" lanjut Iren.
"Enggak kok, tadi hanya antar ortu ke depan, lagi pula sepertinya masih banyak kerjaan OSIS, jadi sekalian bantu-bantu walaupun udah bukan bagian dari OSIS lagi" jawab Fahri dengan senyuman singkat yang bibinya.
"Daebakk, emang Ketua OSIS terbaik" ucap Aisyah dan Iren kagum, sambil menaikkan dua jempol.
Fahri hanya tersenyum, kemudian berjalan menuju tempat speaker itu.
"Aisyah Mic sama kabelnya, tolong bantu bawa yah" ucapnya, kemudian mengangkat speaker sound sistem itu.
"Ok kak" jawab Aisyah segera mengambil mic dan kabel-kabel disana kemudian menyusul langkah Fahri menuju ke gudang.
Tidak ada pembicaraan apapun, dan sampailah mereka ke gudang, Fahri segera meletakkan speaker itu, di susul Aisyah meletakkan mic dan kabel-kabel nya di rak dekat Fahri meletakkan speaker tersebut.
"Udah?" tanya Fahri kepada Aisyah yang sibuk merapikan kabel-kabel itu di rak.
"Iyya kak udahh" jawab Aisyah setelah merapikannya.
"Makasih ya kak udah bantuin, kalau gitu Aku balik dluan ke aula, masih ada kerjaan" ucap Aisyah.
"Ok, sama-sama" ucap Fahri dengan senyum manis.
Aisyah pun bergegas meninggalkan gudang tersebut,
namun tak lama di susul oleh Fahri yang memanggil namanya.
"Aisyah.." panggil Fahri.
Spontan Aisyah berbalik dan menjawab, "Ada apa kak?" tanya nya.
"Emm itu, besok kan udah libur, kamu ada janji?" tanya Fahri.
"Besok gak ada sih kak, emang kenapa?" tanya Aisyah penasaran.
"Bisa bantu aku pilih hadiah? untuk cewek sih jadi agak bingung" jawab Fahri agak ragu.
"Ekhemm.. Cie cie, akhirnya Ketua OSIS idaman semua kaum hawa, mau nembak seseorang" ucap Aisyah mengejek.
"Emm.. Bukan mau nembak sih, mungkin malah menjadi hadiah perpisahan" jawab Fahri dengan santai walaupun wajahnya sedikit memerah.
"Wahh kayaknya kisah cinta kakak agak rumit hehe" ucap Aisyah.
"Ya gitulah, gimana besok mau gak?" tanya Fahri kembali.
"Ok deh, besok aku jemput, makasih Aiss.." ucap Fahri tersenyum puas.
"Makasih nya kecepatan kak, belum juga pilih hadiah" timpal Aisyah.
"Intinya Makasih" ucap Fahri lagi.
"Terserah kakak deh haha, Yaudah kak aku balik ke temen-temen dulu yah, takutnya di cariin" ucap Aisyah.
"Ok deh" jawab Fahri.
Aisyah pun berbalik dan berjalan menuju ke Aula, Fahri hanya menatap punggung Aisyah dari belakang sampai gadis itu benar-benar menghilang.
...~×ו♡•××~...
-Di Aula-
Di aula terlihat beberapa siswa masih sibuk membersihkan sisa dekorasi acara, mata Aisyah pun berkeliling mencari keberadaan sahabatnya, sampai ia menemukan keduanya, dan disana pun ada Ezra, Rafa, dan Nia yang telah bergabung, Aisyah segera bergegas ke sana.
"Udah Aiss? Kak Fahri mana?" tanya Iren saat melihat Asiyah sampai ke sana.
"Di belakang hehe, tumben di sini ada Rafa Ama Ezra, tadi pagi kalian GK keliatan sama sekali" ucap Aisyah menyindir keduanya.
"Biasalah si Ezra sibuk, klo aku sih bukan anggota OSIS jadi bersemayam di aula" jawab Rafa.
"Haha, btw ortu kalian atau wali ada yang datang gak sih?" tanya Iren penasaran.
"Aduh Iren kepo amat sih" ucap Windy berbisik pada Iren.
"Upss, maaf kelepasan" sesal Iren, tidak harusnya ia menanyakan hal pribadi.
"Paman aku yang datang.." jawab Ezra dingin.
"Kalau aku sih GK ada yang datang yah, gitu lah ortu kan ada di luar kota" lanjut Rafa.
Seketika mata mereka semua pun tertuju pada Nia, namun mereka hanya diam sesaat kemudian, tidak ada yang ingin menanyakan hal tersebut.
"Hem, udahlah jangan bahas hal ini lagi, kapan mau liburan? selagi libur ayok liburan, gimana?" usul Aisyah memecahkan keheningan.
"Setujuuu!!" jawab Iren dan Windy bersamaan.
"Langsung Gas aja besok pun gak masalah" ucap Rafa antusias.
"Aku suka gayamu Raff" ucap Windy menaikkan jempol.
"Kalau besok sih gak bisa, soalnya udah ada janji.." jawab Aisyah.
"Janji?? Ama siapa Aiiss??" tanya Iren dan Windy penasaran.
"Yah itu.. sama kak Fahri, hehe" jawab Aisyah.
Ezra yang sedari tadi diam sekarang agak kaget, dan mulai membuka suara.
"Untukk??" tanya Ezra penasaran, masih dengan tatapan dingin yang mengintimidasi.
Seakan memberitahukan bahwa jangan pergi bersama dengan nya. Mereka yang ada di sana pun penasaran.
"Rahasia, haha" ucap Aisyah tiba-tiba membuat mereka jadi kesal karena penasaran.
"Gimana sih Aiss, main rahasia-rahasiaan" ketus Iren kesal.
"Jangan sampai kencan sih" ucap Rafa singkat membuat yang lain menatap nya.
Termasuk Ezra yang menatap tanyam Rafa penuh pertanyaan, bagi Ezra Rafa seperti menyukai Aisyah, dan entah mengapa hal itu membuat nya kesal namun tetap ia sembunyikan rasa itu dengan tatapannya yang dingin nan datar.
"Kenapa jangan sampai?" tanya Windy penasaran.
"Justru bagus kalau kencan apalagi sama Pria idaman sekolah" jawab Iren atas pernyataan Rafa, ia justru tidak suka dengan jawaban Rafa tadi, seakan mengatakan Aisyah tidak boleh kencan dengan pria manapun, atau.. dia cemburu.
"Udah-udah, kalian ngapain sih, intinya liburan nya jangan besok, lusa aja gimana?" tanya Aisyah lagi-lagi memecahkan keheningan.
"Ok, setujuuu!!" jawab Iren dan Windy antusias.
Merekapun memutuskan untuk berlibur bersama lusa, dan akan menghabiskan 5 hari berlibur di pulau salah satu tempat wisata terpopuler di negara itu, dengan biaya di tanggung Rafa, yang mengajukan diri untuk menanggung biaya wisata, mereka akan tinggal di Villa milik keluarganya, adapun untuk biaya perjalanan, awalnya mereka tidak setuju namun Rafa yang ngekeh mau menanggung, jadi yasudah cukup menikmati.
Mereka pun pulang kerumah masing-masing, menunggu hari H liburan di mulai, perjalanan yang mungkin akan mengikis kisah persahabatan mereka.
...~♡♡♡~...
.......
.......