My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
12. Telepon dari 'CIKA '



...BAB 12...



...~♡♡♡~...


Sabtu pagi yang indah..


-Di Kediaman Setyawan-


Sahara sedang berbicara dengan asisten pribadi nya, "Apa?? Jadi jadwal hari ini maupun besok tidak bsa dipindahkan?" tanyanya pada asisten nya.


"Maaf Mrs, Tapi acaranya sudah disepakati sejak bulan lalu" jawab asisten nya.


Sahara diam memikirkan janji nya pada anak bungsunya, bahwa weekend ini ia akan membawa putrinya menemui sang kakak.


Asistennya kemudian melanjutkan, "Tapi Pekan depan ada acara pembukaan cabang baru dari salah satu rekan anda di kota D, ia beberapa kali mengirim kan permintaan, untuk anda mengisi acara tersebut" ucap Vina menjelaskan.


Wajah Sahara yang tadinya cemas sekarang lebih tenang, "Aku akan menghadiri acara tersebut, konfirmasi secepat mungkin padanya" perintah nya pada asisten di depannya itu.


"Baik Mrs" balas Vina.


Saharapun segera meninggalkan ruangan kerja nya itu, ia bergegas menemui putrinya.


Saat ia masuk ke kamar Cika, ia melihat sang putri yang sedang sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam koper kecil berwarna pink, Cika terlihat girang tak sabar bertemu sang kakak.


Sahara tak tega tapi ia juga tidak mau membuat Cika terlalu berharap, akhirnya ia memutuskan memberi tau kan Cika tentang mereka yang batal menemui Rafa pekan ini.


...ו••♡•••×...


"Maafin bunda yah sayang, tapi pekan ini kita gak bisa ke tempat kak Rafa" jelasnya pada putrinya yang terlihat sedih, Cika yang tadi pagi terlihat girang berbeda 180° dengan yang sekarang.


"Hikss.. Bunda bohong.. Hiks.. Padahal bunda udah janji sama Cika hiks.." ucap Cika sambil menangis, sedih karna sudah lama tidak bertemu sang kakak.


Jujur Saharapun ikut sedih karna lagi lagi ia mengecewakan anak bungsunya, "Maafin bunda, bunda janji pekan depan kita ke tempat kak Rafa" ucapnya meyakinkan Cika.


"Hikss.. Nanti bunda bohong lagi sma cika hikss.." ucap Cika tidak percaya.


"Bunda udah atur jadwal untuk kamu ketemu sama kak Rafa" lanjut Sahara berusaha meyakinkan sang putri.


"Cika pegang janji bunda, bunda gak boleh bohong hiks" ucap Cika yang akhirnya percaya pada Sahara.


"Ok bunda janji" ucap Sahara.


Setelah Sahara meninggalkan kamar Cika, Cika pun memasukkan koper pink kecilnya itu ke dalam lemari pakaiannya. Ia sangat rindu dengan sang kakak, terlintas lah ide di benaknya, ia segera mengambil hp yang terletak di meja riasnya, Hp dengan silikon berwarna pink itu kemudian ia nyalakan, dan mencari kontak sang kakak, ia berencana menghubungi sang kakak.


...ו••♡•••×...


Tak terasa sudah 3 hari semenjak Rafa masuk ke sekolah barunya, tapi sebenarnya sudah lebih dari satu bulan ia meninggalkan rumahnya, sebelum nya ia tinggal di apartemen miliknya di kota S, tapi pada akhirnya ia memilih meninggalkan kota itu, dan pindah kesini.


Rafa terlihat berjalan keluar rumah dan segera memasuki mobil yang telah di siapkan oleh satpam rumah nya itu, ia kemudian mengemudi menuju sekolah yang tidak terlalu jauh namun tidak dekat juga.


Jalanan masih terlihat sepi, jadi ia mengemudi dengan sedikit ngebut mumpung jalan sepi, telfon nya pun berdering, ia melihat sekilas nama seseorang yang menghubunginya sepagi ini, Rafa tersenyum melihat nama yang tertera tertulis nama Cika dangan emoticon Love di akhir namanya, Rafa kemudian segera menggunakan headset di telinga nya dan menggeser icon warna hijau di hpnya itu, untuk mengangkat telepon dari adik kesayangannya.


Sesaat kemudian terdengar suara anak kecil di seberang sana, "Alooo kak Rafaa..." sapa Cika.


"Haloo juga Cikaa, Cika apa kabar?" tanya nya pada adiknya itu.


"Gakk baik, kak Rafa jahat, ninggalin Cika sendiri.. hiks" jawab jika sedih, karna Rafa pergi tanpa memberi tau nya dulu.


"Maafin kakak, Cika jangan nangis, nanti gak cantik lagi" bujuk nya pada sang adik.


"Kak Rafa juga kangen kok sama Cika" balas Rafa.


"Yaudah kak Rafa jangan sedih yah, Cika tau kok Cika ngangenin.." ucap gadis kecil itu, seolah Rafa sendiri yang kangen dengan nya.


Ucapan Cika barusan berhasil membuat Rafa tertawa, ia gemes dengan sang adik.


"Kak.. Cika mau.." ucap Cika namun Rafa tidak mendengar lanjutan dari kalimatnya dikarenakan ia tiba tiba ngerem mendadak, sehingga tidak mendengar betul apa yang di ucapkan Cika.


Rafa yang mengemudi sedikit ngebut tidak memperhatikan lampu lalu lintas karena asyik mengobrol dengan adiknya, sehingga ia hampir menabrak seseorang yang ingin menyeberang ke halte bus.


Terlihat seorang wanita berseragam sama dengan Rafa, ia kaget dengan mobil yang hampir menyerempetnya, untuk menghindari mobil tersebut ia segera melompat ke tepi jalan sehingga tangan dan lutut nya agak lecet, tapi untung nya ia tak apa apa.


"Huftt hampir saja" ucapnya hampir menabrak seseorang. Rafa kemudian langsung menepikan mobilnya kemudian turun dari mobil ingin melihat keadaan orang yang hampir ia tabrak tadi.


"Kamu gapapa?" tanya Rafa pada wanita yang terlihat dudu di tepi jalan itu.


Wanita itu pun menatapnya. "Rafa..?" kagetnya melihat orang yang hampir mencelakainya adalah Rafa teman sekelasnya.


"Eh kita sekelas kan?.. kamu yang sering sama Aisyah sama Windy ya, emm.. nama kamu siapa yah?" tanyanya pada wanita di depannya.


"Irena Savella" Ucapnya, sebenarnya ia agak kecewa karena Rafa mengetahui nama kedua sahabatnya, tapi tidak dengan namanya.


"Ah iya Iren, kamu gpp kan?" tanya Rafa kembali kepada Iren.


"Gapapa, cuman lecet dikit" ucap Iren kemudian berdiri dari duduknya, yang tadi nya terduduk di pinggir jalan.


Rafa merasa bersalah karna hampir mencelakai Iren. "Maaf yah tadi benar-benar gak sengaja, Mau aku anterin ke klinik dekat sini?" tanya nya.


"Gak usah, nanti aku ke UKS sekolah aj buat obatin" jawabnya.


"Yaudah bareng aku aja ke sekolah" ucap Rafa.


"Ok deh" Jawab Iren menerima tawaran Rafa, karena sepertinya bus yang biasa ia naiki pun telah berlalu, dan akan lama jika menunggu bus selanjutnya.


Kemudian mereka berdua pun naik ke mobil, dan mobil pun melaju kembali menuju ke sekolah.


Akibat kejadian barusan Rafa jadi lupa kalau ia belum mematikan telfon nya dengan Cika.


"Kak... Kak Rafaa .. Kak Rafa knp?" suara gadis di seberang sana yang hanya di dengar oleh Rafa karena ia memang masih menggunakan headset.


Rafa yang sadar kalau masih terhubung dengan Cika pun segera ingin mematikan telfon tersebut, terlebih lagi ada orang lain di mobilnya, jangan sampai Iren merasa tidak dianggap. "Cika sayang, nanti lagi yah, jaga diri baik baik, bye..Love you" ucap Rafa kemudian langsung mematikan telfon tersebut.


Iren yang mendengar ucapan Rafa barusan pun salah paham terlebih lagi ia melihat Nama Cika di hp Rafa dengan emoticon Love. Siapapun yang melihatnya pasti akan salah paham.


...ו••♡•••×...


Lalu bagaimana dengan Cika?


Yah Cika yang tadinya senang bisa berbicara dengan sang kakak pun menjadi kesal karena sang kakak mematikan telepon nya secara sepihak. Cika pun memasukkan hp nya itu kedalam koper pink kecilnya dan menguncinya dalam lemari, kemudian melempar kunci itu entah kemana haha.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......