My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
30. Penerimaan Raport



...BAB 30...



...~♡♡♡~...


SMA Negeri 7 xxx merupakan sekolah negeri yang cukup unggul di kota ini, cukup banyak alumni nya yang di terima di universitas Negeri maupun Swasta di kota besar, karena kota C merupakan salah satu kota kecil yang terletak agak ujung cukup jauh dari kota.


Inilah yang menyebabkan banyak tamatan SMA di kota ini lebih memilih melanjutkan Studi di kota yang lebih besar seperti kota S yang merupakan ibu kota negara ini.


...~×ו♡•××~...


Hari ini merupakan hari penerimaan raport disertai pengumuman kelulusan siswa kelas XII, sekaligus hari terakhir masuk sekolah, mulai besok hingga 2 Minggu kedepan adalah hari libur semester genap, atau lebih tepatnya sebentar lagi Aisyah dan kawan kawan akan naik ke kelas 12.


Penerimaan raport semester genap di adakan serentak dari kelas X, XI, dan pengumuman kelulusan keluas XII yang mengundang para orang tua siswa.


Beberapa orang tua siswa mulai berdatangan, tak terkecuali kedua orang tua Aisyah Diana dan Fais yang memang selalu menyempatkan waktu datang di setiap penerimaan raport putri kesayangan.


"Papa kok Dateng, bukannya masih ada urusan bisnis yah di luar kota?" ucap Aisyah bingung karena sebelumnya Fais memang sedang perjalanan bisnis ke kota sebelah, dan tadi pagi saat Aisyah datang lebih dulu ke sekolah Dianalah yang mengantarkannya, karena Papanya masih berada di luar kota.


"Memangnya Aisyah tidak suka papa datang ke penerima raport kamu yah." menggoda putrinya.


"Ehh.. gak gitu pah.. tapi kata Mama papa baru pulang lusa" melirik mamá Diana.


"Papa pasti datang dong, papakan penasaran sama nilai putri papa haha"


"Ihh papa..!" kesal Aisyah yang sengaja di jahili oleh papa Fais.


Kedua orang tua Aisyah pun masuk ke Aula dan duduk di kursi yang memang sudah di siapkan untuk orang tua siswa.


Aisyah dan Windy masih berada di luar aula mencatat serta menyambut para orang tua siswa yang hadir, Karena mereka memang bergabung dengan anggota OSIS, walaupun hanya sebagai anggota yang jarang menghadiri pertemuan dan sebagainya. Itulah sebabnya Aisyah datang lebih pagi, tidak seperti murid lain yang datang bersamaan orang tua mereka.


"Iren mana? perasaan tadi bareng kita" tanya Aisyah yang menyadari tidak ada Iren bersama mereka.


"Katanya mau jemput orang tuanya di luar"


"Owalahh, "


Tak lama Iren datang bersama ibunya dan langsung menuntun ibunya berjalan memasuki aula mengantar sang ibu ke kursi sebelah Diana ibu Aisyah. Kemudian Iren keluar kembali di sebelah Aisyah dan Windy.


"Kalau di kelas kita tinggal Ortu Ezra, Rafa, Nia, sama Angga aja yang belum ada" ucap Aisyah melihat list daftar orang tua siswa yang sudah hadir, yang memang adalah tugasnya.


"Ta_tapi.. Orang tua Ezra emang gak pernah datang tuh, setiap ada kegiatan di sekolah, semester lalu Tantenya yang datang." timpal Windy.


"Iyya sih ada gosip yang beredar kalau Ezra itu anak dari istri kedua.." ucap Iren berbisik.


"Yang bener?" tanya Aisyah penasaran.


"Cuma gosip sih, tapi kan orang tuanya emang gak pernah datang, jadi banyak gosip yang beredar, sama kayak Nia.... Ups" lanjut Iren segera menutup mulutnya yang keceplosan.


"Nia?" ucap Aisyah dan Windy serempak.


"Itu loh, tadi waktu aku nunggu Ibu aku di luar, gak sengaja denger murid cerita, katanya dulu dia satu sekolah sama Nia waktu SMP, orang tua Nia udah lama cerai, Ayahnya pergi merantau dan ibunya juga kerja di luar kota dan mereka gak ada yang mau urus Nia, jadi dia dititipin ke bibinya yang tinggal disini. Kasian yah Nia, seketika aku merasa lebih beruntung, walaupun ayah pergi entah kemana tapi masih ada Ibu, gak kebayang perasaan Nia" ucap Iren sedih, karena dirinya juga merupakan anak dari keluarga yang broken home.


"Kita harus banyak-banyak bersyukur, di luar sana masih banyak yang gak seberuntung kita" ucap Aisyah yang di benarkah oleh anggukan temannya.


Tanpa mereka sadari orang yang mereka bicarakan sedari tadi ada dibelakang mereka, Nia kemudian membuka suara.


Melihat ketiga orang itu diam Nia kembali berkata, "Acara akan segera dimulai, ada baiknya kalian segera masuk" ucap Nia, kemudian masuk kembali kedalam aula.


Jam memang sudah menunjukkan pukul 09:03, jadi acara akan segera dimulai.


"Kira-kira Nia denger gak yang kita bicarain tadi?" ucap Iren khawatir karena dia lah yang memulai cerita tadi.


"Mudah-mudahan sih enggak" ucap Windy.


"Hemm.. mending kita masuk jga udah mau dimulai tuh" ucap Aisyah kemudian menarik kedua sahabatnya masuk kedalam.


Acarapun di buka oleh ketua OSIS selaku penyelenggara, yang tak lain adalah Ezra.


Ezra merupakan ketua OSIS yang belum lama menjabat, menggantikan ketua OSIS sebelumnya yang sudah tamat.


Acara pun berjalan dengan lancar, dimulai dari pembukaan, pembacaan doa, sambutan-sambutan hingga tibalah ke inti acara yakni pemberian penghargaan kepada Siswa siswi yang berprestasi beserta pengumuman kelulusan siswa kelas XII.


...~×ו♡•××~...


Seorang wanita berjalan menaiki panggung tersebut, ai tidak lain adalah salah satu guru magang yang sekarang berlaku sebagai pembaca pengumuman kelulusan yang akan di bacakan lehih dahulu kemudian akan membacakan nama-nama siswa berprestasi.


"Terimakasih kami ucapkan untuk para siswa siswi kelas XII yang telah mengikuti rangkaian Ujian Sekolah, serta Ujian Nasional yang pastinya cukup berat dan melelahka. Namun semua perjuangan pastilah setara dengan hasil yang akan didapat".


"Dari seluruh rangkaian kegiatan Ujian Nasional, Siswa siswi kelas XII IPA, IPS, dan Bahasa SMA Negeri 7 XXX dinyatakan Lulus 100%"


Para siswa pun bersorak dengan riang, terutama anak kelas XII yang diiringi tepuk tangan meriah dari seluruh siswa maupun para tamu yang ada di Aula.


Acara pun berlanjut ke pengumuman rengking 1 sampai 3 dari setiap jurusan dan dimulai dari IPA kelas X, XI, dan XII. Kemudian akan berlanjut ke IPS dan Bahasa.


Pemberian penghargaan berupa sertifikat beserta bingkisan hadiah diberikan kepada seluruh Siswa Siswi berprestasi mulai dari Rangking pertama, kedua, dan ketiga dari setiap kelas Mulai dari kelas X, XI, dan XII Baik jurusan IPA, IPS maupun Bahasa.


"Selanjutnya untuk kelas XI IPA 1 peringkat ke 3 diraih oleh.. Nia Daniaty, peringkat ke 2 diraih oleh.. Windy Anastasia, dan peringkat pertama diraih oleh.. Ezra Aditya Abrisam.


Setelah pengumuman itu Ketiga orang yang mendapat renking 3 besar dipersiapkan naik dan menerima penghargaan.


Diantara ketiga sahabat itu Windy bisa di bilang paling pintar, sementara Aisyah dan Iren tidak pernah masuk peringkat lima besar.


"Wajib traktir yah Win, kita rayain" ucap Aisyah saat Windy telah naik panggung menerima penghargaan.


"Betul, kita rayain 7 hari 7 malam haha" sambung Iren.


"Sekalian aja sebulan Full haha" ucap Windy kemudian duduk di bangku sebelah Aisyah.


Mereka pun terus melanjutkan candaan mereka sambil tertawa namun pelan karena acara pengumuman terus berlanjut.


Di kursi sudut sana Nia menatap ketiga sahabat itu, jujur saja ia iri dengan mereka, terlebih lagi saat Nia mendengarkan kalau ketiga orang itu membicarakan dirinya, hal itu membuat amarah di hati kecilnya.


...~♡♡♡~...



.......


.......