My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
18. Rencana Ketemu Idola



...BAB 18...



...~♡♡♡~...


"Ting", bunyi suara notif di hp Aisyah.


Aisyah segera mengklik notif tersebut, dan ternyata idolanya Sahara baru saja memposting story baru di beranda.


Dengan sigap ia segera melihat postingan itu, ia membaca dengan seksama, ia tak percaya dengan yang dibaca olehnya.


"YEYYY!!" ucapnya lompat dengan girang.


Seluruh mata di ruangan itu seketika tertuju badanya, bagaimana tidak, Aisyah yang tadi sore terlihat lemas bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah kata, sekarang terlihat begitu gembira, bahkan lompat-lompat bak cacing kepanasan.


"Kenapa Aiss? kok kek seneng banget?" tanya Windy penasaran.


"Ini loh Win.." menunjukkan Hpnya pada Windy.


Windy membaca dengan seksama yang ditunjukan oleh sahabat nya itu.


Story dari Sahara Setyawan berisikan konfirmasinya akan hadir di Kota D atau lebih tepatnya kota ini, untuk menghadiri peresmian pembukaan Toko Buku yang baru di Mall xxxx, pekan depan.


Ditambah lagi ia akan mengadakan jumpa Fans di sana, itu yang membuat Aisyah sangat girang, ini kesempatan nya bertemu dengan idolanya itu.


Selama ini ia sangat ingin bisa bertemu dengan Sahara namun apaboleh buat orang tuanya melarang nya bepergian jauh apalagi harus ke luar kota sendirian.


Kota C merupakan kota kecil di negara ini, makanya kedatangan penulis terkenal seperti Sahara ke kota ini, sangat menakjubkan bahkan seperti keajaiban untuk Aisyah.


"Huft, kukira apaan ternyata Sahara" ucap Windy mengembalikan hp Aisyah.


'Degg..' Rafa tercengang mendengar nama yang di sebutkan Windy barusan.


"Sahara? Siapa tu?" tanya Nia bingung


"Whatt Nia kamu gak tau Sahara?" tanya Aisyah kaget.


Nia hanya menggeleng.


"Itu loh penulis paling terkenal di Negara ini, karyanya selalu jadi Best seller, dan sering di angkat jadi drama". Aisyah menjelaskan dengan mata berbinar.


"Oowww" jawab Nia berusaha memahami.


Begitulah anak sekarang hanya tau baca, hanya tau nonton, tanpa tau siapa pengarang dari kisah yang mereka lihat.


"Memangnya kenapa dengan Sahara?" lanjut Nia.


"Nahh itu diaa..." Mata Aisyah semakin berbinar saking girangnya nya, ingin segera melanjutkan kalimatnya.


"Sahara Akan hadir di kota ini, untuk peresmian toko buku di Mall xxxx, sekaligus jumpa fans pekan depan" ucap Windy memotong dengan cepat ucapan Aisyah.


"Ihh.. Windy itu kalimat aku" kesal Aisyah, kalimatnya didahului oleh sahabatnya itu.


'Degg' mendengar ucapan Windy barusan malah membuat Rafael resah.


'Dia mau ke sini?, untuk apa?, mana mungkin wanita itu mau ke kota ini hanya untuk jumpa fans. Tidak, wanita egois sepertinya mana mungkin mau ke kota kecil seperti ini hanya untuk itu.' ucapnya dalam hati.


"Guys pokok nya pekan depan kita wajib ke Mall xxxx!!" lanjut Aisyah.


"Oke dehh" jawab Windy dan Iren serempak, mereka tau betul bagaimana sahabatnya mengidolakan Sahara, dan saat ini lah saat yang paling dinantikan Aisyah, bisa bertemu dengan sang idola.


"Aku ikut yah, jarang jarang ada orang terkenal datang ke kota kita" ucap Nia, yah dia juga barusan melihat berita terkini yang banyak membahas kedatangan Sahara ke kota ini, hal itu tentu menggemparkan kota kecil tersebut.


"Nah gitu loh, Sahara kan memang sangat sangat luar biasa" lanjut Aisyah membanggakan Idolanya.


Disaat anak cewek heboh dengan berita ini, kau cowok hanya diam menyimak.


"Rafa, Ezra kalian gak mau ikut?" tanya Iren pada keduanya.


"Boleh" ucap Ezra dengan muka khasnya yang datar.


Ruangan jadi sunyi dengan jawaban Ezra barusan, tidak biasanya ketua kelas XI IPA 1 itu tertarik ikut di acara seperti ini.


Rafael sebenarnya tidak mau ikut, karna ia malas jika harus bertemu dengan Sahara ibunya, namun mendengar jawaban Ezra ia pun tidak tinggal diam.


"Aku juga ikut" jawab Rafa.


"Ok deh semuanya ikut, nanti kita atur ulang janjian nya untuk lebih jelas bagusnya kita buat grup WA yuk" ucap Iren memberikan saran.


"Ide bagus, sekalian bisa lebih Akrab" Lanjut Windy setuju.


"Aku kan udah Akrab sama kalian bestiiee" ucap Aisyah.


"Bukan sama kamu doang Aiss, klo kita mah udah kek pinang dibelah tiga" jawab Windy.


"Di belah dua kalii Win" sambung Iren.


"Yahkan kita bertiga Ir, jadi Pinang di bagi tiga haha" lanjut Windy lagi.


Mereka bertiga pun tertawa tak menghiraukan orang lain diruang itu, yang tidak paham dengan ketiga sahabat itu.


"Haha ada ada aja kau Win, Yaudah buat grup gih, kasian yang lain gak paham" ucap Aisyah.


"Oke deh aku buat yah" jawab Windy.


Windy pun kemudian membuat grup, ia kemudian menambahkan Aisyah, Iren, Nia, dan Rafa. Untuk Ezra sendiri ia tak punya kontak ketua kelas nya itu.


Ketua kelasnya itu memang tidak pernah mau memberikan kontaknya, bahkan mungkin dikelasnya tidak ada yang memiliki kontaknya.


"Tinggal satu orang" Ucap Windy menatap Ezra, ia ragu meminta nomor nya, ragu ketua kelasnya itu menolak memberikan nomornya sama seperti saat adek kelas meminta nomor Ezra, malah di cuekin.


Tapi ini hal lain, mingkin saja Ezra akan memberikan nomor nya, begitu fikir Windy.


"Ezra minta nomor mu dong, mau aku masukin ke grup, kalau mau sih gak mau juga gapapa" ucap Windy.


Ezra diam berfikir, kemudian menjawab "Minta aja di Aisyah" Ucapnya datar.


Seketika semua mata tertuju pada Aisyah, seakan bertanya 'kok bisa', setau mereka Aisyah dan Ezra tidak pernah akur bagaimana bisa Aisyah punya kontaknya.


Dan mungkin Aisyah satu satunya murid di sekolah yang punya kontak Ezra.


"Eh..kok pada natap aku sih? langsung aku kirim" ucap Aisyah bingung dengan tatapan teman temannya.


Ia pun langsung mengirimkan kontak Ezra pada Windy.


Aisyah memang tak tau bahwa kontak Ezra sangat sulit di dapat, bahkan ia kesal karena Ezra dengan paksa meminta nomor nya dan menerornya.


Windy kemudian menambahkan Ezra ke grup, lengkap sudah member grup itu, ia kemudian menamai grup itu dengan nama 'The Bestod'.


Setelah cukup lama berbincang, mereka kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing, karena memang jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


Aisyah yang sudah nampak lebih baik dari tadi sore apalagi mendengar berita tentang Idolanya barusan itu merupakan Mood booster untuk nya.


Ia ingin pulang sendiri, tapi sahabatnya itu tetap ingin mengantar nya dengan taksi online yang di pesan Windy barusan.


...ו••♡•••×...


Setelah sampai dirumah Aisyah, Windy maupun Iren hanya mengantar sampai depan gerbang, Aisyah sendiri yang meminta mereka segera pulang, ia tak mengusir, ia hanya tak mau merepotkan kedua sahabatnya itu.


Setelah sampai kamar Aisyah segera membersihkan diri bersiap untuk tidur, tapi lukisan Ezra tadi kembali terpikirkan olehnya.


Satu hal yang terpikirkan di benaknya saat ini 'MIRIP, SANGAT MIRIP'.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......