My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
33. Pilih Hadiah



...BAB 32...



...~♡♡♡~...


Hari ini merupakan hari Minggu, hari janjian Aisyah dan Fahri, pagi-pagi sekali Aisyah sudah bangun dan bersiap-siap tidak ingin Fahri menunggunya terlalu lama.


Hari ini ia mengenakan dress hijau tosca ukuran selutut dipadukan dengan tas selempang warna krem selaras dengan sepatunya.


Aisyah kemudian memoles wajahnya dengan make up tipis tak lupa dengan lip gloss di bibir mungilnya. Sangat cantik membuat siapapun yang melihatnya pangling di buatnya.


"Tok.. tok.. Aisyaahhh.. Nak Fahri udah datang tu sayang" panggil Diana mengetuk pintu kamar Aisyah.


"Iyya Ma, Aisyah udah siap kok" jawab Aisyah.


Aisyah pun memasukkan dompet dan Handphone nya ke dalam tas selempangnya kemudian bergegas keluar kamar.


Aisyah menuruni tanggah dan menuju ruang tamu tempat Fahri duduk menunggunya. Sesampainya di sana Fahri yang melihat kedatangan Aisyah pun pangling dengan kecantikan gadis itu.


"Ayok kak" ucap Aisyah, setelah sampai ke ruang tamu.


"Emm ayok" jawab Fahri, kemudian bersiap berdiri.


"Om, Tante kami pamit dulu yah" ucapnya berpamitan.


"Jangan pulang ke malaman, kencan pun ingat waktu" ucap mama Diana mengingatkan.


"Apa sih mah, ini gak mau kencan kok" kesal Aisyah.


"Kencan ingat batasan, jagain anak saya, kalau terjadi apa-apa saya datangin rumah mu" lanjut papa Fais.


"Siap Om, Tante.. pasti saya jagain" jawab Fahri.


"Apasih pahh.." ucap Aisyah lagi-lagi kesal.


"Yaudah berangkat sana, nanti malah kesiangan sayang" ucap mama Diana.


"Yaudah Tante, Om.. kami berangkat dulu" pamit Fahri.


Mereka pun berjalan keluar dari rumah tersebut, menuju ke mobil Fahri, dan meninggalkan rumah Aisyah.


"Pah Aisyah udah besar, padahal seperti baru aja kemaren mama lahirin Aisyah" ucap Diana tersenyum, melihat kepergian putri semata wayangnya.


"Iyya mahh.." ucap Fais memaksakan senyuman di wajahnya.


'Maafin papa mah, harus menyembunyikan kebenaran ini dari mama'. ucap Fais dalam hatinya, satu hal yang selalu ia harapkan, semoga kebenaran itu tidak terungkap sampai kapan pun, biarlah keluarga kecilnya bahagia dengan kebohongan besarnya.


Istrinya sangat menyayangi Aisyah begitupun dengan dia, walaupun ia tau bahwa Aisyah bukan anak kandungnya ia tetap menyayangi nya seperti anak kandungnya sendiri, Aisyah bagaikan malaikat yang di kirimkan tuhan untuk kebahagiaan keluarga kecilnya yang sebelumnya tidak lengkap.


...~×ו♡•××~...


Di dalam mobil, yang melaju di jalan raya menuju Mall XXX perjalanan kurang lebih 20 menit dari rumah Aisyah, namun karena hari ini weekend jalanan sedikit ramai dan macet.


"Kakak mau beli hadiah apa?" tanya Aisyah basa basi.


"Biasanya cewek suka hadiah apa?" tanya Fahri.


"Baju, Tas, Sepatu, emm.. apalagi yah.." pikir Aisyah.


"Yasudah belanja semuanya aja" ucap Fahri tersenyum.


"Wah kak Fahri.. se special apa sih cewek itu, jadi penasaran". ucap Aisyah penasaran.


"Sangat special, haha" tawa Fahri.


Mobil pun terus melaju melewati jalan Raya menuju ke Mall XXX.


Sesampainya mereka di Mall XXX, Fahri dan Aisyah segera turun dari mobil, dan berjalan menuju Mall tersebut. Pertama mereka mengunjungi toko baju dan memilih beberapa.


"Yang ini bagaimana kak?" tanya Aisyah memperlihatkan sebuah dress berwarna biru langit yang merupakan dress model terbaru.


"Bagus, cocok buat kamu" ucap Fahri.


"Eh kok aku sih, kan mau pilih hadiah, gimana sih kak" ucap Aisyah.


"Emm.. Iyya, kebetulan body nya itu mirip kamu, kecil, pendek gitu" ucap Fahri.


"Ini ngejek apa gimana sih kak" kesal Aisyah yang tidak suka di bilang pendek.


"Hahaha.. cewek pendek itu biasanya imut" ucap Fahri menghibur.


"Kalau aku termasuk imut gak kak?" tanya Asiyah asal asalan.


"Banget.." jawab Fahri.


Aisyah tidak menyangka akan jawaban Fahri yang seperti itu, dia hanya tertawa tanpa memikirkan jawaban tadi. Mereka pun melanjutkan memilah milih hadiah untuk special woman bagi Fahri.


Tak terasa jam cepat berlalu, sekarang sudah pukul 2 siang. Sekarang mereka berdua sedang berada di dalam resto Mall tersebut. Dengan mengobrol ringan sembari menunggu pesanan makanan mereka.


"Sepertinya masih ada yang kurang deh" jawab Fahri berfikir.


"Perasaan udah semuanya, udah keliling mall juga, kurang apa kak?" lanjut Aisyah, sebab mereka sedari tadi memang telah mengitari mall.


"Emm nanti deh, makan dulu yuk" jawab Fahri karena makanan mereka memang sudah ada di meja.


Merekapun menikmati makanan dengan lahap di iringi beberapa obrolan ringan.


Setelah selesai makan dan membayar bon makanan di restoran itu, Fahri membawa Aisyah ke salah satu toko perhiasan di mall tersebut, Aisyah hanya menurut dan mengikutinya.


"Mau beli perhiasan kak?" tanya Aisyah penasaran.


"Mau beli toko nya, haha" canda Fahri.


"Ada-ada aja" kesal Aisyah.


"Emang mau beli buat apa kak?, kayaknya perhiasan di sini buat lamaran deh" ucap Aisyah memperhatikan perhiasan yang di jejer dalam rak kaca.


"Iyap buat lamaran" ucap Fahri tersenyum.


"Waah parah, mau langsung lamaran, baru juga lulus kak" canda Aisyah.


Fahri hanya tersenyum, kemudian mereka berdua menghampiri karyawan toko tersebut.


"Cari perhiasan yang bagaimana Mas?" tanya karyawan tersebut ramah.


"Bisa tunjukkan perhiasan terbaik yang ada di toko ini?" ucap Fahri.


"Baik mas" ucap karyawan toko itu, kemudia di bantu oleh rekannya mengeluarkan beberapa perhiasan terbaik di sana.


"Aisyah menurut mu yang mana paling bagus?" tanya Fahri.


Aisyah kemudian mengamati perhiasan-perhiasan itu, kemudian menunjuk salah satu perhiasan.


"Yang ini kak" ucapnya.


"Bungkus yang ini ya mbak" ucap Fahri menunjuk perhiasan yang di tunjuk Aisyah tadi.


Setelahnya Fahri pun membayar perhiasan tersebut dan bergegas pulang bersama Aisyah.


...~×ו♡•××~...


"Jalan-jalan dulu yuk Aiss" tanya Fahri.


Mereka sekarang sudah ada di dalam mobil usai berbelanja tadi.


"Jalan-jalan kemana kak?" tanya Aisyah.


"Di dekat sini ada taman, mau ke sana?" tanya Fahri.


"Boleh kak" jawab Aisyah antusias.


Mobil pun melaju menuju taman pinggir kota. Sesampainya di sana, ternyata tempat nya cukup ramai, mereka pun duduk di salah satu kursi dekat kolam. Cukup lama mereka saling diam, Fahri pun memulai pembicaraan.


"Setelah ini mungkin aku akan pergi ke luar kota" ucap Fahri memecahkan suasana hening.


"Kakak mau kemana?" tanya Aisyah.


"Aku akan lanjut ke universitas di kota S" jawab Fahri dengan senyuman.


"Wahh keren, Fighting kak" ucap Aisyah menyemangati.


"Iyya, tapi sampai sekarang aku bahkan tidak bisa mengungkapkan perasaan kepada wanita yang aku sukai" ucap Fahri dengan tatapan lurus ke kolam di depannya.


"Siapapun wanita yang kakak sukai aku yakin dia adalah wanita paling beruntung, kenapa ragu untuk mengungkapkan perasaan kakak?" tanya Aisyah.


"Karena sepertinya dia menyukai orang lain.." jawab Fahri.


"Agak rumit, kalau bicara soal perasaan" lanjut Aisyah.


"Kamu sendiri bagaimana? apakah kamu menyukai seseorang?" tanya Fahri?.


Aisyah hanya diam dan menatap ke arah kolam depan mereka duduk saat ini, terbayang wajah seseorang, yang tidak pernah ia sadari sebelumnya.


"Ezra yah?" tanya Fahri tiba-tiba.


Aisyah spontan berbalik ke arah Fahri.


...~♡♡♡~...



.......


.......