My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
21. Masa Lalu Kelam



...BAB 21...



...~♡♡♡~...


•FlashBack On•


PT Setyawan Pustaka merupakan salah satu perusahaan penerbit terbesar di negara ini, buku-buku yang di terbitkan dari perusahaan ini merupakan buku dari penulis bintang lima, sehingga perusahaan ini banyak membesarkan nama penulis terkemuka.


Sahara yang bercita-cita menjadi penulis memulai karirnya dari media online, dan pada akhirnya bakatnya dilirik oleh perusahaan ternama tersebut, hal itu menjadi peluang besar untuk Sahara mengubah hidupnya.


Ia kemudian ikut bergabung ke dalam perusahaan tersebut, namun impiannya tidak semudah itu tergapai, ia malah terjerumus dalam kesalahan yang tak akan termaafkan.


Mahendra Setyawan pemilik dari PT Setyawan Pustaka malah menyukai penulis baru itu, walaupun dia sendiri sedang berstatus suami dari orang lain.


"Menikahlah denganku, maka aku akan menjamin karir mu kedepannya" ucap Mahendra.


"Maaf, tapi anda sendiri sudah menikah, dan saya tidak mau menggangu rumah tangga anda" jawab Sahara.


"Tapi aku menyukaimu, aku tidak pernah mencintai istriku, kami hanya di jodohkan" ucap Mahendra lagi, ia benar-benar sudah jatuh hati kepada wanita didepannya itu.


'Aku tidak mencintainya tapi.. aku sudah sampai sejauh ini, jika aku mundur, maka akan sulit untukku meraih mimpiku. Tidak, aku sudah mengorbankan semua demi hal ini, aku tak akan melepaskannya lagi' ucapnya dalam hati.


"Baiklah, aku ingin menikah denganmu, tapi bagaimana dengan istri serta anakmu?" ucapnya.


"Jika kau mau aku akan menceraikan istriku, dan untuk anakku Rafa sepertinya kau sudah mengenalnya dan dia juga sangat menyukaimu" jawab Mahendra.


Rafael memang sering datang ke kantor ayahnya, dia juga sangat menyukai Sahara, ia bahkan menyapa Sahara dengan nama "Tante cantik" itu merupakan nama khusus yang ia berikan kepada Sahara.


Setelah hari itu Mahendra Setyawan dan Sahara mulai menjalin hubungan gelapnya.


...ו••♡•••×...


Suara berisik yang memenuhi seluruh rumah siang hari itu, terdengar sepasang suami istri Sadang bertengkar.


"Aku tidak pernah mencintaimu, jadi aku mohon jangan terus menerus menahanku, biarkan aku bahagia dengan wanita pilihan ku" ucap Mahendra kepada wanita didepannya yang terlihat pucat dengan butiran bening yang terus menerus mengalir dari matanya.


"Bagaimana denganku? Bagaimana dengan Rafa? apa kau sudah tidak menyayangi nya juga seperti aku?" ucap Ratih yang tak lain merupakan istri sah dari Mahendra Setyawan.


"Tapi aku mencintai nya, aku tak mau melepaskan nya, dan kau tau betul pernikahan ini hanya paksaan bagiku" jawab Mahendra.


"Apakah terlalu susah untuk mu mencoba mencintai ku? Apa masih ada yang kekurangan dari diriku? katakan, jika ada akan aku ubah semuanya untuk mu jika kau menginginkannya" lanjut Ratih.


"Tidak, kau wanita yang sempurna" jawab Mahendra.


"Tapi kenapa sulit untukmu memberikan hatimu kepadaku?" tanyanya lagi dengan mata lebam dikarenakan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir.


"Maaf tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku, aku tidak pernah mencintaimu" ucap Mahendra datar.


Mendengar ucapan barusan hati Ratih seperti terkoyak habis, laki-laki yang selama ini ia berikan seluruh hatinya ternyata tidak pernah mencintanya, hati wanita mana yang tahan dengan hal ini.


Terlebih lagi suami yang ia kira setia, malah menduakan nya dan bahkan mencintai wanita itu, wanita yang baru ia kenal satu tahun belakangan ini, sedangkan ia yang mengabdikan hidupnya untuk suaminya tidak pernah mendapat hati suaminya itu.


"10 tahun aku terus menunggu, hingga aku kira perasaan mu telah menjadi milikku, tapi ternyata tidak, aku salah sampai akhir kau tak peduli dengan perasaanku" ucapnya dengan air mata terus mengalir.


"Maaf, tapi keputusanku telah bulat, aku ingin berpisah dengan mu" ucap Mahendra yakin dengan keputusannya, kemudian meninggalkan ruangan itu pergegas pergi dari rumah tersebut.


"Aku mohon, setidaknya untuk Rafa, jangan tinggalkan aku.." memohon pada sang suami.


"Aku mohon, jangan tinggalkan aku, aku akan melakukan segalanya, apapun yang kau inginkan, tapi jangan akhiri hubungan ini" terus memohon.


Ratih terus menerus memohon pada sang suami, tapi tak di gubris. Mahendra malah menaiki mobilnya tak mempedulikan Ratih yang berlutut di kakinya. Mobil itupun meninggalkan kediaman tersebut.


Tangis Ratih pecah, perasaannya hancur, cintanya selama ini ternyata hanya bertepuk sebelah tangan, rumah tangga yang selalu ia idamankan hancur dalam sehari, karena sosok wanita yang merebut hati suaminya, hati yang bahkan tidak pernah mencintainya.


Tak lama kemudian mobil putih memasuki gerbang rumah tersebut, putranya yang di jemput oleh supirnya telah sampai.


Ratih kemudian segera menghapus air matanya, memperbaiki rambutnya serta bajunya yang berantakan akibat berlutut memohon kepada sang suami tadi. Karena ia tidak ingin putranya melihat tampilan nya yang kacau balau.


Seorang anak kecil menggunakan seragam Putih Merah turun dari mobil dan langsung berlari memeluk sang mama, "Mamaa" ucapnya memeluk Ratih.


Ratin menahan air matanya yang ingin menetes, ia berusaha terlihat baik-baik saja dihadapan putranya. Ia kemudian memeluk erat Rafa, terus memikirkan bagaimana nasib Rafa yang akan menghadapi perpisahannya dengan Mahendra.


"Uhukk"


"Lepasin ma, mama meluknya terlalu erat, Rafa sesak" ucap Rafa, dengan pelukan sang mama yang begitu erat membuatnya merasa sesak.


Ratih segera melepaskan pelukannya itu, ia terlalu larut hingga tak sadarkan menyakiti putranya.


"Maafin mama yah sayang, mama kangen dengan Rafa" ucap Ratih menghapus air matanya yang tak sengaja menetes.


"Mama gapapa? mama kok nangis?" tanya Rafa yang tak biasa melihat mamanya seperti ini.


"Siapa bilang mama nangis? haha Mama gapapa cuma ada debu aja yang masuk ke mata mama" jawabnya dengan senyuman untuk meyakinkan sang anak.


"Serius mama gapapa?" tanya Rafa kembali.


"Iyya dong sayang, mama gapapa, yaudah masuk yuk, Rafa mau makan apa?" ucap Ratih dengan senyuman yang dipaksakan.


"Apa aja asal mama yang masak, pasti enak" jawab Rafa girang.


Ratih kemudian menggenggam tangan anaknya memasuki rumah tersebut, seakan tadi tidak terjadi apa-apa.


...ו••♡•••×...


Setelah menemani Rafa mengerjakan tugas sekolah, akhirnya Rafa tertidur pulas, Ratih kemudian kembali ke kamarnya. Menatap foto pernikahan nya yang dibingkai sangat indah.


Ia tak pernah menyangka pernikahannya akan berakhir seperti ini, pernikahan yang selalu ia harapkan sekali seumur hidupnya, hingga ajal memisahkan sekarang sedang di proses di pengadilan.


"Treettt.." dering telepon di hpnya.


Ratih segera mengangkat telepon tersebut, "Hallo, apa kau sudah tau siapa wanita itu?" ucap Ratih tanpa basa-basi.


"Ia nyonya, dia adalah salah seorang penulis baru yang bekerja di perusahaan ini" ucap seseorang di seberang sana.


"Aku tau itu, tapi siapa nama wanita itu?" tanya Ratih penasaran.


"Sahara, wanita itu bernama Sahara" ucap orang itu lagi.


'Sahara.. aku akan mencarimu, tidak akan ku biarkan pernikahanku berakhir seperti ini' ucapnya dalam hati.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......