My Dream Is Mine

My Dream Is Mine
20. Kata Maaf



...BAB 20...



...~♡♡♡~...


Setelah lelah seharian jalan di Mall xxxx bersama teman temannya akhirnya Rafa sampai ke rumahnya, ia kemudian membuka pintu rumah itu, namun ia dikejutkan dengan sosok anak kecil yang berlari kearahnya.


"Kakakk.." ucap Cika langsung memeluk Rafa, ia senang dengan kepulangan kakaknya.


Cika sampai sedari tadi pagi, namun saat sampai disini kakaknya memang sudah tidak ada dirumah, dan Ibunya pun pergi untuk urusan pekerjaan, Cika hanya bisa bermain di temani oleh Bi Asih.


"Cikaa kok bisa di sini?" tanya Rafa.


"Cika yang minta sama bunda buat ketemu sama kak Rafa, Cika jga dlu mau cerita ke kak Rafa waktu di telpon, tapi kak Rafa matiin sepihak, Cika sebel sma kak Rafa" ucap Cika memanyunkan bibirnya kedepan.


Rafa mengingat kejadian saat itu, yah Cika seperti ingin mengatakan sesuatu, namun setelahnya Rafa berkali kali mencoba menghubungi Cika tapi tak pernah diangkat.


"Maafin kak Rafa yah, waktu itu ada kejadian mendadak, kak Rafa udah coba hubungi Cika lagi, tapi Cika gak angkat" ucapnya mengelus lembut rambut sang adik.


"Cika kunciin Hp di lemari, Cika kesel Ama kak Rafa" ucap Cika masih memanyunkan bibirnya.


Rafa gemas dengan kelakuan sang adik, yang sangat imut menurutnya kalau sedang marah. "Terus kak Rafa harus bagaimana dong biar Cika gak marah lagi sama kakak?" mencoba membujuk.


Seketika Ekspresi Cika berubah, "Emmm.. Cika mau apa yah?" ucap Cika berfikir.


Cika anak bungsu dari Keluarga Setyawan, keluarga yang kaya raya, jadi apapun permintaannya mudah saja di penuhi, kecuali..


"Cika mau tinggal bareng kak Rafa lagi🥺" ucapnya sedih.


" Maaf yah Cika, kakak udah sekolah disini masa mau pindah lagi" ucap Rafa menjelaskan kepada sang Adik.


"Yaudah Cika aja yang ikut tinggal disini sama Kak Rafa 🥺" sambung Cika.


"Yah gak bisa gitu dong, Cika kan juga masih sekolah" jawab Rafa menjelaskan pada adiknya.


" Yaudah Cika gak usah sekolah 🥺" lanjut Cika.


"Cika kalau gak sekolah mau jadi apa?, emang bunda bakal setuju Cika berhenti sekolah?" ucap Rafa mencoba menjelaskan


"Cika cukup jadi adeknya kak Rafa" lanjutnya lagi


Rafa yang mendengar ucapan adiknya yang tak mau kalah itu, hanya bisa menepuk jidatnya, bingung harus bagaimana.


"Cika minta yang lain yah, selain itu, kalau itu kakak Rafa gak bisa ngasih." ucap Rafa tak tau lagi harus bagaimana.


"Hemm...Yaudah deh, tapi kak Rafa janji yang ini harus kak Rafa tepati." ucap Cika.


"Iyya Kak Rafa janji, asal kak Rafa bisa, emang Cika mau apa?". Tanyanya pada sang adik.


"Cika mau diajak jalan-jalan keliling kota ini sama kak Rafa, Tapi...." ucap Cika memotong kalimat nya.


"Tapi apa Cika?" ucap Rafa penasaran.


"Tapi Cika gk mau berdua doang sma kak Rafa, Kak Rafa harus ajak pacar kakak, kenalin ke Cika" lanjut Cika.


Rafa dibuat semakin pusing dengan permintaan sang adik. "Tapi kak Rafa gak punya pacar Cika, gimana dong?" ucapnya bingung.


"Pokoknya Cika gak mau tau, kak Rafa harus bawa cewek, Kalo gak Cika gak bakal mau bicara sama kakak lagi" ucap Cika cemberut.


"Yaudah kak Rafa usahain" ucap Rafa mengalah pada sang adik.


Cika senang dengan jawaban sang kakak barusan, "Yeyyy, makasih kak Rafa, sayang kakak" girangnya memeluk kembali Rafa.


Lagi pula Rafa tidak tau harus mengajak siapa untuk menemaninya jalan-jalan dengan Cika. Itu yang membuatnya pusing.


...ו••♡•••×...


Sekitar pukul 10 malam, Cika akhirnya tertidur pulas setelah bermain sepanjang sore hingga malam dengan kakaknya itu, di akhiri dengan Rafa yang membacanya dongeng sebelum tidur.


Melihat adiknya itu telah tertidur pulas Rafa kemudian membetulkan selimut Cika, kemudian bergegas meninggalkan kamar tersebut.


Setelah menutup rapat pintu kamar itu Rafa berencana kembali ke kamarnya, namun terdengar suara wanita memanggil namanya.


"Rafaa!!" ucap wanita itu.


Suara itu sangat tidak asing untuk nya, ia kemudian berbalik.


'Degg' jantung nya berdegup kencang, wanita di depannya merupakan wanita yang paling tidak ingin ia temui, tak lain adalah Sahara Setyawan.


"Cika udah tidur?" tanya Sahara membuka pembicaraan.


Rafa yang malas meladeni wanita itu pun tidak menjawab dan malah berbalik untuk pergi.


Namun Sahara menggenggam pergelangan tangan Rafa untuk menghentikan nya, "Sampai kapan kau terus membenciku?" ucapnya.


Rafa tak mempedulikan ucapan wanita itu, ia malah mencoba melepaskan tangan wanita itu dan melanjutkan langkah kakinya.


"RAFA.. BAGAIMANAPUN AKU TETAP IBUMU!!" teriak Sahara.


Teriakan itu mampu menghentikan langkah kaki Rafa. Seketika masa lalu kelam muncul di pikiran nya Rafael.


"Aku harap kau bisa menyayangiku seperti dulu Rafa"


lanjut Sahara.


Lagi lagi ucapan Sahara barusan membuat dada Rafa sesak, kenangan kelam bermunculan di pikirannya.


Cukup lama Rafa terdiam, tapi sekarang berbeda, ia tak tahan lagi menampung rasa sakit hatinya. "Aku ada disana, dan aku mendengar semuanya, saat kau datang dirumah hari itu" ucapnya kemudian berlalu meninggalkan Sahara.


'Hari itu?' untuk sesaat Sahara memikirkan ucapan Rafa barusan, Butiran bening pun jatuh dari matanya pertanda bahwa ia menyadari kesalahannya, Ia kemudian mengejar langkah Rafa, "MAAF" ucapnya pada Rafa yang hendak memasuki kamarnya.


"Maafmu tak akan menghidupkannya lagi, dan satu hal yang perlu kau tau, kamu memang Ibu dari adikku dan Istri dari ayahku, tapi kamu tidak akan pernah bisa menjadi Ibuku" ucap Rafa datar, kemudian masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya.


Sahara hanya dapat menangis di depan pintu kamar Rafa dan berulang kali mengucapkan kata "Maaf", hanya itu yang dapat ia ucapkan saat ini.


Rafa yang di dalam kamar kemudian menuju ke tempat tidurnya, duduk di kasur empuk tersebut menatap foto keluarga yang terletak di atas meja dekat tempat tidur nya, Rafa kecil tersenyum bahagia di foto itu.


'Ibu, aku sangat merindukanmu, keluarga kecil yang bahagia, aku berjanji tidak akan pernah memaafkan perempuan itu, perempuan yang sudah merenggutmu dariku, Semoga kau tenang dialam sana Ibu' ucap Rafa memeluk foto keluarga itu.


Yah Sahara bukan lah ibu kandung Rafa, melainkan ibu sambungnya, yang menikah dengan Mahendra Setyawan 8 tahun lalu, setelah ibu kandung Rafael meninggal dunia.


Dan menurut Rafa penyebab kematian ibunya adalah karena Sahara, itulah sebabnya ia tidak bisa memaafkan Sahara sampai saat ini.


Baginya ibunya hanya ada satu orang dan Sahara tak layak menggantikan posisi itu, tidak akan pernah layak.


...~♡♡♡~...



.......


.......


.......