Mona*Lisa

Mona*Lisa
JENG JENG JENG



***


Hari hari yang dilalui dua sejoli anak buah Bram selama Armand dan Lisa berbulan madu sangat tidak berkesan, tujuan mereka untuk mencari keberadaan Mona pun tidak membuahkan hasil,tentu saja ga akan ketemu, karena Mona kan sedang jadi Lisa.


"Sam kita nyari kemana lagi ya? capek bro muter muter, baru kali ini ye kita nyari orang ampe sebegininya" Keluh Jay sambil mengaduk ngaduk es teh manis yang dia pesan di warung tenda pinggir jalan.


"Yang kita cari sekarang ini agen kelas kakap, jelas susah lah, data dirinya ga bisa dilacak, dan kita nyari cuma berlandaskan ini sketsa" Sam menaruh sketsa Mona ditengah meja sambil sedikit menghentaknya karena kesal dengan orang yang ada digambar.


"Bukannya yang ngasih kita sketsa ini temennya juga kan? dia ikutan nyari ga sih? harusnya sebagai teman dia sudah bisa membaca pergerakan si Mona jadi ga negerepotin kita" Sambil menyeruput minumannya.


"Si Simon? katanya sih dia juga ikutan nyari, tapi sama kaya kita, dia juga belum membuahkan hasil" Sam memakan gorengan pisang yeng tersaji dimeja.


"Ngomong ngomong itu penganten baru udah balik honeymoon belum ya?" Sambil mereguk tetesan terakhir es teh manisnya.


"Infonya sih mereka cuma pergi tiga hari, mestinya mereka udah balik sekarang" Sam kini meminum es yang sama dengan Jay.


"Kalo gitu kita cabut kesana aja yok" Sambil berdiri dan mengambil sketsa yang ada dimeja.


"Kemana?" Tanya Sam bingung sambil mendongakkan kepalanya ke arah Jay yang tengah berdiri dihadapannya.


"Ke rumah itu penganten baru lah"


"Oh kirain mau ngintei diperusahaannya, susah bro kalu disana, percuma kita ga bisa masuk" Kini Sam ikut berdiri.


"Makanya kita ngintei dirumahnya aja, tujuan kita sekarang istrinya Armand, ga mungkin kan dia ikut kerja, pasti dia ditinggal dirumahnya" Entah karena tenggorokannya sudah segar otak Jay jadi ikutan fresh.


"Tumben lu pinter bro?" Sam pun ikut heran dengan ide bagus yang sangat jarang keluar dari otak temannya itu.


"Gue udah pinter dari orok"


Setelah membayar makanan dan minuman mereka kepada si abang warung, Jay dan Sam kembali memasuki mobil dengan tujuan kali ini adalah rumah Armand.


Setelah berkendara cukup lama, mereka tiba kembali dirumah mewah berpagar tinggi yang tidak akan bisa dipanjat itu, kemudian mereka memarkirkan mobil dipinggir jalan yang menghadap ke arah gerbang.


"Jam segini harusnya si Armand udah berangkat kerja" Sam sedikit kecewa karena kemungkinan mereka sudah terlambat untuk menyaksikan kepergian Armand ketempat kerjanya, karena bisa jadi pada waktu itu istri Armand ikut keluar mengantarkan kepergian sang suami.


"Bener juga ya, coba tadi kita kepikiran langsung kesini, mungkin belum terlambat"


Tapi tiba tiba pintu gerbang terbuka, dan sebuah mobil dengan plat yang tidak asing lagi keluar melewati gerbang.


"Bukannya itu mobil Armand? tumben dia baru berangkat jam segini?" Sam heran tapi juga bersyukur karena mereka tidak terlambat.


"Ini sudah jam sepuluh kan? tumben dia baru berangkat" Jay ikut merasa heran dan berulang kali mengecek jam tangannya.


Sam menempelkan teropong dan mengarahkannya kepintu gerbang yang masih terbuka untuk mencari sosok istri Armand,


"Udah masuk lagi kali, masa lakinya kerja ga dianterin, penganten baru lagi" Jay merebut teropong yang sedang dipakai Sam tapi sayangnya pintu gerbang sudah kembali tertutup saat Jay mencoba mengintip.


"Kita tunggu aja sebentar lagi, orang kaya kan ga akan betah cuma diem dirumah terus, bentar lagi pasti bininya keluar buat shopping" Sam sangat yakin bahwa istri Armand termasuk tipikal wanita kelas atas yang tidak bisa lepas dari kemewahan, pasangan milyader pastinya milyader juga, ga mungkin rakyat jelata.


"Oke kita tunggu"


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore hari, sudah hampir lima jam mereka menunggu tapi pintu gerbang rumah Armand belum juga terbuka.


"Wah betah amat tuh manten diem dirumah, kaki gue dah keram" Jay menggeliat meregangkan tubuhnya yang sudah mulai terasa kaku.


"Dia lagi pemutihan kayanya jadi ga mau keluar rumah, hooaamm" Sementara Sam mulai mengantuk karena sudah berhari hari dia kurang tidur.


Saat mereka mulai menyerah sebuah mobil truk milik perusahaan jasa angkut barang berhenti didepan pintu gerbang Armand, kemudian setelah menunggu sebentar pintu gerbang terbuka dan mobil truk itu masuk kedalam rumah Armand.


"Sam Sam, liat itu kan mobil buat angkut barang, apa mereka mau pindah rumah ya?" Jay mengguncang guncang tubuh Sam yang sudah mulai terlelap.


"Mana?" Mata Sam masih terasa berat jadi dia hanya memicingkan matanya tanpa merubah posisi wenak nya.


"Itu barusan masuk" Jay kembali menempelkan teropong dimatanya dan dia melihat seseorang keluar dari dalam rumah, "OH MY GOD, lu mesti lihat ini Sam" Jay yang terkejud dengan penampakan yang dilihatnya langsung menyerahkan teropongnya kepada Sam.


Sam dengan malas meraih teropong dari tangan Jay, tapi dia langsung terperanjat saat melihat wajah yang mereka cari selama ini ada di ujung teropongnya.


"Itu Mona kan? jadi selama ini dia ada dirumahnya Armand" Ucap Sam masih betah dengan teropongnya, dan entah memang hari ini mereka sedang beruntung, pintu gerbang rumah Armand tidak ditutup lagi.


"Ko bisa dia ada dirumahnya Armand?" Jay mencoba memutar otak kecilnya untuk berpikir, "Atau jangan jangan istrinya Armand itu Mona?"


Sam langsung menoleh kearah Jay," Siapa nama istrinya Armand?" Sam bertanya kepada temannya itu karena dialah yang kemarin datang ke pernikahan Armand.


"Bentar" Sambil memejamkan mata mencoba mengingat tulisan yang tertempel didepan pintu gedung tempat Armand menikah," Kalo ga salah namanya...MONALISA"


JENG JENG JENG, akhirnya semua teka teki ini terjawab.


"Mona?? jadi itu alasan Armand terkesan menyembunyikan pernikahannya" Sam mendapat suatu kesimpulan dari semua rentetan kebetulan ini.


"Apa alasannya?" Sementara Jay masih mencoba mencerna apa yang dimaksud temannya itu.


"Mulai loading dah tuh otak" Sambil menoyor kepala Jay, "Denger baik baik, Mona selama ini tidak bisa kita temukan karena dia bersembunyi dibalik Armand, atau bisa dibilang Armand yang menyembunyikannya, bahkan sepertinya Armand juga terlibat dalam kejadian yang menimpa bos besar (Baskoro)"


"Bisa jadi itu, tapi kenapa? padahal bos dan Armand kan bersahabat?" Jay mempertanyakan alasan Armand jika dia memang terlibat.


"Cinta itu buta sobat"


Sam menarik sebuah benang merah berdasarkan apa yang dia lihat, bukan berdasarkan fakta,dan hal itu akan menyeret Armand ikut masuk kedalam lingkaran setan.