Mona*Lisa

Mona*Lisa
BELUM SIAP



***


"Armand Rahardja, CEO Athena Corp ada dikamar berapa sekarang? saya mau pesan kamar tepat disampingnya" Tanya Jay pada resepsionis cantik yang sama dengan yang tadi siang.


Jay kini sudah kembali ke hotel tempat Armand dan Lisa melangsungkan pernikahan mereka tadi siang, tapi kali ini ditemani Sam, mereka berencana eh lebih tepatnya Jay yang berencana memata matai pengantin baru itu dari sebelah kamarnya, karena Sam sebenarnya sangat menentang rencana ini.


"Maaf pa, itu privasi tamu jadi kami tidak bisa memberitahu, lagipula Tuan Armand tidak menginap disini"


Si resepsionis cantik sudah mulai muak sepertinya, daripada dia terus diberondong pertanyaan tentang anak Bos nya, jadi lebih baik dia beritahukan saja kalau Armand memang tidak menginap dihotel, agar mereka cepat enyah dari hadapannya.


"Apa gua bilang, percaya makanya ama gua, mana mungkin mereka honeymoon dihotel" Ucap Sam


"Ya kan kali aja besok mereka baru berangkat honeymoon, malam pertamanya kan bisa dihotel" Ucap Jay tak mau kalah


"Lagian lu tuh ya, ngapain coba kita ngikutin orang honeymoon, sakit mata entar gua ngintip yang lagi indehoy, mana gua lagi jomblo, kalo jadi kepengen masa mesti main sabun" Sam makin sewot dengan ide nyeleneh temannya itu.


"Kan gua dah bilang, ini tuh misi penting, lebih cepat lebih baik, demi kelangsungan perusahaan Bos kita bro, klo dia bangkrut kita juga kan yang rugi"


"Mundurin dikit lah, tunggu mereka balik honeymoon baru kita beraksi, sekarang mending kita nyari si Mona dulu, tuh cewek ngumpet di dunia lain apa, susah amat dicarinya" Sam mencoba membujuk Jay agar mau ikut rencananya, pasalnya dia memang malas kalau harus melihat adegan adegan dewasa jika harus memata matai Armand.


"Hemm, bener juga omongan lu, kita cari si Mona dulu aja, sapa tau kali ini kita jodoh ketemu dia"


Jay dan Sam pun akhirnya memilih pergi meninggalkan hotel, mereka berjalan dengan langkah so keren sambil memasangkan kacamata hitam berbarengan dan mengibaskan jas mereka kebelakang, layaknya adegan slow motion yang ada di pilem pilem action.


.


.


.


.


.


.


Sementara Armand dan Lisa baru saja menapakkan kaki mereka disebuah villa bernuansa putih yang berada dekat dengan pantai dan menghadap kearah lautan.


"Waahhh villanya cantik" Lisa terpesona dengan desain dan furnitur yang terdapat didalam villa dan sangat cocok dengan suasana alam disana, menampilkan pemandangan yang sangat harmonis.


"Kau suka?" Armand merangkul pinggang Lisa dan mendekatkan tubuh mereka.


"Sangat" Lisa membalas pelukan Armand dengan mengalungkan tangannya dileher Armand.


"Kau mau makan dulu atau mandi dulu?" Tanya Armand karena waktu sekarang sudah menunjukkan pukul tujuh malam, sudah waktunya untuk makan malam, tapi badan mereka sudah lengket dengan keringat dari perjalanan jarak jauh.


"Sebenernya aku lapar, kita makan dulu aja ya?" Lisa memang tidak makan banyak hari ini karena banyak gugup, dan karena tidak nyaman dengan pakaian pengantin yang dia kenakan, korset nya yang ketat membuatnnya tidak bisa makan banyak juga.


Armand memindahkan tangannya dari pinggang ke tangan Lisa, belum sempat Armand berbalik arah tiba tiba sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Armand "Makasih buat semuanya Ar"


Lisa tersenyum dengan manis nya, dan kembali menguji kejantanan Armand.


Sabaaar, jangan sekarang, momen nya masih belum pas.


Armand mencoba mengendalikan dirinya dengan menarik nafas dan menghembuskannya dengan perlahan, dia tidak mau begitu saja langsung menerjang Lisa meskipun sekarang mereka sudah sah.


Dia ingin menciptakan momen indah yang tak terlupakan dimalam pertama mereka, jadi harus step by step, pertama, makan malam romantis dulu.


"Sa, mending sekarang kita cepet makan yuk" Armand langsung menuntun Lisa ke arah meja makan.


Disana sudah tersaji beragam menu makanan bak di restoran mewah, tapi tidak terlihat seorang pun pengurus villa berkeliran disekitarnya.


"Ar pengurus villa nya pada kemana? abis masak mereka langsung pergi gitu" Tanya Lisa yang penasaran dengan adanya tanda kehidupan disana, tapi tidak ada orangnya.


Armand menarik satu kursi untuk Lisa duduki "Mereka ada di paviliun samping, aku sengaja menyuruh mereka supaya tidak terlihat, biar kita serasa berdua saja disini"


Penjelasan yang masuk akal menurut Armand, dia tidak mau melihat orang ketiga atau keempat di bulan madunya, tapi dia juga butuh seseorang yang mengurus semua kebutuhan mereka disana, ajaib memang, karena mereka bisa hadir dan menghilang disaat yang tepat.


"Oh, begitukah" Lisa duduk dikursi yang sudah Armand pilihkan, dan kemudian Armand duduk dikursi sebrang Lisa, sebuah candle light dinner rumahan yang romantis pun kini terlaksana.


Armand memotong kan steak untuk Lisa, dan Lisa yang menuangkan minuman, mereka menikmati makan malam mereka dengan sedikit diselingi canda dan tawa.


"Gimana kalau honeymoon kedua kita ke Belanda, aku mau bertemu keluargamu dan minta restu secara langsung" Ucap Armand smbil memasukan potongan terkahir steaknya.


Lisa yang juga sedang menguyah steaknya sedikit tersedak dan menelannya dengan susah payah "Buat apa kesana, mereka kan udah ngasih restu" Jawab Lisa sambil menepuk nepuk dadanya.


"Minum dulu" Armand memberikan gelasnya pada Lisa, setelah Lisa minum barulah Armand melanjutkan ucapannya "Meskipun mereka udah ngasih restu lewat onlen, tetap lebih baik kita minta restu secara langsung, kita kan sekarang keluarga, masa iya aku ga kenal sama keluarga dari istri aku sendiri, kalau ketemu dijalan gimana coba?"


"Ga mungkin ketemu dijalan, secara kita beda negara, ga usah lah Ar, aku ga terlalu deket juga sama keluarga aku yang disana" Lisa sungguh berharap Armand tidak memaksanya untuk bertemu dengan keluarganya disana, karena bagi Lisa mereka sudah bukan keluarganya lagi.


"Bisa aja kita ketemu dijalan pas aku lagi ada urusan bisnis disana, atau kau memang ada alasan lain kenapa aku tidak boleh bertemu mereka" Selintas Armand teringat pertemuan pertama mereka, dan apa tujuan utamanya menikahi Lisa, dan seketika Armand langsung menyesali pertanyaannya.


SHIT, harusnya aku bertanya setelah malam pertama, jadi canggung lagi kan sekarang.


"Ya, ada alasan lain, aku pernah bilang kan kalau keluargaku itu rumit, dan nanti, saat aku merasa bahwa kau sudah siap, baru aku akan memberitahu semuanya"


"Bukan saat kau siap, tapi saat aku siap?" Ulang Armand, "Oke kalau begitu sekarang aku siap, certikan saja semuanya sekarang"


"Tidak sekarang, kau masih belum siap"


Lisa memang berencana memberitahu tentang semuanya jika misinya sudah selesai, dan jika dia masih bisa menjadi istri Armand, tapi dia sendiri tidak yakin apa dia mampu menyelesaikan misinya, dan apa Armand masih mau menerimanya nanti.