
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sorenya saat aku hendak pulang kerja bersama karyawan yang lainnya,aku mendapati pesan yang di kirim oleh mas Ken. Dia meminta aku untuk menemui dia di ruangannya.
"San," bisik ku.
"Kenapa?"
"Kamu pulang duluan aja yah,aku ada urusan."
''Oh......." balasnya sambil tersenyum.
Seolah dia sudah mengerti dan paham dengan tujuan ku meminta dia pulang lebih dulu.
"Bye,sampai ketemu besok....."
Sepeninggal dia aku langsung duduk kembali di meja kerja ku untuk menunggu karyawan yang lainnya pulang semua.
Saat itu pula mas Ken menelpon ku,tanpa menunggu lama aku langsung menerima telpon darinya.
"Iya mas....."
"Kamu dimana?"
"Aku masih di ruangan ku,"
"Ya sudah,saya sebentar lagi sampai."
Dia pun langsung menutup telponnya dan ternyata benar saja,tidak lama setelah itu mas Ken pun masuk ke ruangan ku.Aku sedikit merasa senang,karena merasa mas Ken sudah tidak marah lagi sama aku.
"Kata Anggi,ada laporan yang dia titipkan sama kamu." ucapnya.
Aku sempat terdiam mendengar apa ya g di katakan mas Ken barusan.Aku kira dia meminta aku untuk menemuinya itu untuk meluruskan masalah tadi pagi. Tapi ternyata dia malah menanyakan pekerjaan pada ku.
"Ah itu......."
Aku pun langsung mencari laporan ya g tadi siang di titipkan oleh Anggi pada ku.
"Ini mas......."
"Makasih ya,"
Dia pun langsung keluar dari ruangan ku tanpa mengatakan apa-apa.Aku merasa sedih dan bersalah sama dia sekarang,karena kejadian tadi pagi mas Ken sepertinya tengah menjaga jarak dengan ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di apartemen,aku juga tidak melihat mobil milik mas Ken terparkir di parkiran apartemen. Aku tahu betul tempat yang biasa di gunakan oleh mas Ken untuk menarkirkan mobilnya.
"Hem......."
"Sepertinya aku harus cari cara untuk bisa bicara sama dia dan memperbaiki hubungan kami ini. Aku tidak bisa kalau harus seperti ini terus," ucap ku sambil memandangi kolam renang yang ada di lantai 1.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Malamnya,saat aku tengah keluar untuk belanja keperluan di apartemen ku di salah satu mall yang ada di kota Semarang. Tidak sengaja aku melihat mas Ken bersama teman-temannya tengah makan malam di salah satu restoran Jepang yang cukup terkenal di kota ini.
Aku bisa melihatnya karena kebetulan juga saat itu aku lewat di depan restoran itu dan melihatnya.
Awalnya aku hanya menganggap biasa saja dan berpikiran positif menganggap hal itu wajar saja. Mungkin saja mas Ken tengah bertemu dengan teman-temannya di kota ini karena aku juga melihat mas Kevin juga ada di sana.
Aku pun memilih untuk melanjutkan tujuan utama ku untuk membeli keperluan ku di apartemen.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tepat jam 9 malam,aku pun berdiri di depan lobi mall itu untuk menunggu pesanan taksi online yang aku pesan lewat aplikasi.
Tidak lama setelah itu,rombongan mas Ken pun keluar bersamaan. Aku hendak untuk menyapanya,namun mas Ken malah memalingkan pandangannya dan seolah tidak melihat ku. Berbeda dengan mas Kevin yang sempat melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Aku sangat kecewa sama sikap mas Ken kali ini.Meskipun aku sudah buat dia marah,tapi setidaknya jangan memperlakukan aku seperti ini.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Dia sempat melihat ke arah ku,namun langsung fokus kembali dengan ponselnya.Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan sikapnya kali ini,aku sudah jengkel dan marah.
Makanya pas liftnya sudah sampai di mana kamar apartemen ku berada aku memilih tidak keluar dan tetap diam di dalam liftnya.
Meskipun mas Ken terlihat mengacuhkan aku,tapi dia juga menyadari kalau aku tidak keluar dari liftnya dan langsung melihat ke arah ku.
"Kenapa?" bentak ku.
"Kenapa kamu tidak keluar,bukanya kamar kamu ada di lantai ini?" tanyanya.
"Terserah aku,mau aku keluar atau tidak." balas ku.
"Salah kamu," lanjut ku.
"Salah aku? Maksudnya kamu?" tanyanya heran.
Aku pun langsung menekan tombol lift untuk menutup kembali pintu liftnya dan langsung melaju menuju letak kamar mas Ken ya g berada di lantai atas.
"Kamu kenapa sih? Aku perhatikan dari tadi kamu acuh sekali sama aku."
"Aku tahu mas,aku salah. Aku sudah buat kamu marah dan tersinggung. Tapi bukan berarti aku diam aku tidak ingin menjawab pertanyaan yang kamu ajukan. Setidaknya kasih aku waktu untuk berpikir,ajakan kamu itu bukanlah hal yang mudah untuk aku jawab langsung." lanjut ku.
Mas Ken hanya terdiam sambil melihat ke arah ku dengan raut wajah yang tampak kebingungan.
"Kenapa? Memangnya aku tidak boleh ya,marah seperti ini sama mas. Kamu saja tadi bisa mengacuhkan aku,"
Tanpa terasa,ternyata kami berdua sudah sampai di lantai paling atas. Mas Ken pun langsung menarik ku dan membawaku menuju ke kamarnya.
Aku sendiri sudah tidak bisa membendung air mata ku yang sedari tadi aku tahan-tahan. Sampai akhirnya air mata ku pun jatuh tidak tertahan tepat saat mas Ken menarik ku ke dalam kamarnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kenapa kamu malah menangis?" tanya nya setelah mendapati aku tengah menangis tersedu-sedu.
"Aku kesal,aku marah,aku......."
Belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku,mas Ken langsung menutup bibir ku dengan mencium ku.
Kami pun melakukannya dengan cukup lama dan intens,aku merasakan kehangatan dan cinta yang mas Ken berikan pada ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kamu tahu,aku juga merasakan hal yang sama seperti apa yang kamu rasakan sekarang." ucap mas Ken setelah selesai mencium ku.
"Setidaknya mas kasih aku waktu untuk berpikir,jangan malah mengacuhkan aku seperti ini."
Mas Ken pun hanya tersenyum sambil mengelus pipi ku.
"Kamu kira dengan mengacuhkan aku.seperti ini,akan......"
"Akan apa?"
"El,asal kamu tahu. Tidak semudah itu pula aku bisa mengacuhkan kamu begitu saja.Makanya kamu jangan punya pikiran untuk meninggalkan aku." timpal mas Ken.
"Siapa yang akan meninggalkan kamu,aku tidak akan pernah melepaskan kamu mas.Harusnya kamu tahu itu,"
"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi dan menjauh dari sisi ku El." sambung mas Ken.
Kami pun langsung memeluk satu sama lain dengan salin tersenyum.
"Aku bersedia untuk menikah bersama kamu mas. Aku akan melanjutkan hubungan kita ini bukan hanya sekedar untuk pacaran saja,tapi aku ingin kita bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius."
"Terima kasih,karena kamu mau menerima aku El. Aku tahu ini pasti sulit untuk kamu,mari kita sama-sama untuk melangkah menuju hubungan yang lebih serius dari ini."
"Aku harap tidak ada kata yang terucap dari kamu untuk pergi meninggalkan aku." lanjutnya.
...T A M A T...