Let Me Go

Let Me Go
Chapter 27



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


''Kemana dia?" ucap ku kembali sambil mencari keberadaanya.


Aku pun langsung meraih sendal ku yang tergeletak di dekat ranjang dan langsung menuju luar kamar.


Aku mencari keberadaan mas Ken di setiap ruangan yang ada di apartemen itu dan kamar mandi juga. Namun sayang,aku masih saja tidak menemukannya. Aku juga tidak mendapati baju yang dia kenakan semalam,namun anehnya kunci mobilnya masih ada tergeletak di atas meja tadi.


Aku pun langsung di hantui dengan perasaan cemas dan takut.


"Lalu kemana dia? Kenapa dia main pergi begitu saja?" gerutu ku kesal.


Aku langsung mengambil HP dari dalam tas ku dan mencoba untuk menelponnya,tapi tak di angkatnya. Aku coba mengirim pesan padanya tapi,tak di bacanya juga.


"Kemana kamu mas....." ucapku cemas.


Aku sendiri tidak yakin kalau dia akan main pergi begitu saja. Sekalipun dia mau pulang lebih dulu,setidaknya dia harus membangunkan aku dan memberitahu ku lebih dulu. Tidak main pergi begitu saja.


Aku pun berjalan menuju jendela untuk melihat keadaan di luar. Karena ternyata di ruang tamunya itu terhubung dengan balkon yang cukup luas. Aku pun memutuskan untuk menenangkan pikiran ku sambil menunggunya.


Saat aku tengah membaca pesan yang di kirimkan oleh keluarga dan teman-teman ku,tanpa aku sadari ada tangan yang sudah melingkar di pinggangku.


"Selamat pagi El......." ucapnya pelan dekat telinga ku.


Aku pun di buat geli olehnya,aku merasa aneh dengan perkataannya barusan.Terlebih lagi saat ini dia tengah memeluk ku dari belakang. Aku tersenyum karena sekarang dia sudah ada di sini,sekaligus aku pun jengkel juga.


"Apa tidur mu nyenyak? Maaf aku tidak membangunkan kamu,aku tadi keluar untuk beli baju dan makanan untuk kita sarapan." jelasnya.


"Harusnya kamu beritahu aku dulu mas,jangan main pergi begitu saja. Aku tadi ketakutan karena pas bangun,aku sudah tidak mendapati kamu di samping ku."


"Aku tidak akan main pergi meninggalkan kamu sendirian di sini,harusnya kamu tenang aja. Aku tidak akan main pergi begitu saja El." balasnya.


Dia kemudian mengecup bagian belakang leher ku dan tangannya pun di melingkarkan di bagian pinggang ku. Dia mulai memeluk ku dan mengelus ku dengan lembut,apa yang di lakukannya itu cukup buat aku geli di pagi hari ini.


"Mas......."


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya ku keheranan.


"Emangnya kenapa?" dia malah balik tanya.


"Tapi mas......"


"El,aku sangat berterima kasih sama kamu. Karena semalam kamu sudah merawat ku dengan baik. Dan tidak meninggalkan aku di sini sendirian. Aku merasa kamu begitu perhatian terhadap ku." lanjutnya.


"El......." bisiknya kembali.


"Kamu selalu buat aku ketagihan,wangi tubuhmu buat aku ingin terus mendekap kamu. Aku cinta sama kamu El" lanjutnya.


Aku langsung tersenyum mendengar ucapannya yang terbilang romantis.Meski pun sebenarnya aku juga kaget,akan mendengar pengakuan darinya dalam keadaan seperti ini. Terlebih lagi,aku dan mas Ken hanya baru bertemu beberapa kali saja.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku sendiri sadar dan tidak membenarkan apa yang terjadi di antara aku dan mas Ken sekarang. Karena sejatinya kita tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan pasangan yang pas dengan kita,meskipun kami baru saja kenal satu sama lain.


"Sebaiknya kita ke dalam,bagaimana kalau ada yang melihat kita?"


"Tidak akan," bisiknya dengan suara yang lembut.


Dia pun tak hentinya terus menciumi bagian leherku,sampa-sampai aku merasa geli di buatnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Mas Ken pun berusaha untuk membuka baju ku,namun aku langsung mencegahnya karena tidak mungkin kami akan melakukannya di balkon saat ini juga.


"Kenapa?"


"Tidak di sini mas,"


Dia pun langsung menarik ku kedalam ruangan dan langsung menyuruhku untuk duduk di atas meja.Sedangkan dia menutup gordennya supaya tidak ada yang melihat kami.


Setelah itu,dia langsung menyuruhku untuk duduk di atas pangkuannya yang sudah duduk di atas kursi dan kami pun langsung melanjutkan ciuman kami yang sempat terhenti.


Aku sendiri tidak tahu,dari mana aku bisa belajar hal seperti ini sebelumnya. Karena sekarang aku seperti halnya sudah lihai melakukannya.


Mas Ken pun mengerang sambil meremas bagian punggungku.


Karena takut kami melakukan hal yang tidak di inginkan,aku pun lebih dulu mengakhirinya. Sedangkan mas Ken masih merangkul pinggang ku.


"Jadi,mulai sekarang kita sudah resmi jadian bukan?" ucapnya.


"Ya kita jalani saja,takutnya kamu malah merasa tidak cocok dan perasaan kamu pun berubah terhadap ku." balas ku.


"Kamu kok,gitu sih bicaranya? Apa kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan sama kamu? Aku ingin serius sama kamu El," lanjutnya.


"Tapi mas,ini terlalu cepat untuk kita."


"Buktinya,kamu juga merespon apa yang aku lakukan sama kamu. Terus itu semua artinya apa,kalau kamu juga sama memiliki perasaan yang sama dengan ku."


Aku langsung terdiam mendengar ucapannya barusan.Karena apa yang di katakan nya itu benar juga.


"Ya sudah,sebaiknya sekarang kamu mandi dulu. Setelah itu barulah kita sarapan bersama. Aku juga akan mandi sekarang,gunakan saja kamar mandi yang ada di dalam kamar. Aku akan mandi di kamar mandi tamu saja." jelasnya.


Setelah itu,dia langsung masuk ke ruangan kerja yang berada di samping kiri dekat ruangan tengah. Sepeninggal mas Ken,aku langsung masuk ke dalam kamar untuk mandi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah selesai mandi,pas aku keluar kamar ternyata mas Ken sudah menyimpan baju ku di atas ranjang. Aku pun langsung mencari pakaian dalam untuk ganti.


"Pakailah,aku yakin itu pas untuk kamu." ucap mas Ken yang tiba-tiba saja masuk dari luar.


"Bagaimana kamu tahu,ukuran pakaian dalam ku?"


"Tentu saja,aku bahkan sudah pernah melihatnya. Aku sudah tahu betul ukuran kamu sayang." balasnya sambil tersenyum.


"Ish kamu ini,"


"Pakailah,aku akan bantu kamu untuk mengeringkan rambut kamu. Setelah ini,kita sarapan."


"Di sini?" tanya ku sambil melihat ke arahnya.


Dia pun langsung tersenyum menatapku.


"Aku sudah melihatnya,lalu apalagi yang perlu kamu sembunyikan dari ku? Apa perlu aku membantu kamu untuk memakaikannya?."


"Ih mas Ken ngeselin banget sih," ucap ku malu.


"Kenapa harus malu,kita sudah sama-sama tahu satu sama lain." balasnya sambil tersenyum.


"Ya tetap saja,aku merasa tidak nyaman saat di lihat oleh mas Ken sekarang."


"Ya sudah,aku tunggu kamu di luar. Tapi ingat yah,jangan lama-lama."