Let Me Go

Let Me Go
Chapter 31



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Ah ini,aku merasa nggak enak badan aja. Mungkin karena semalam aku begadang kurang tidur. Tapi tadi aku udah minum obat kok,"


"Oh gitu,aku kira kamu kenapa.Ya udah syukur deh,kalau kamu udah minum obat."


"Ya udah yuk kita masuk,aku sudah lapar nih." ajaknya kembali.


Aku dan Susan pun langsung masuk ke dalam cafenya dan tidak menunggu lama dia pun langsung memesan beberapa makanan untuk kami berdua makan malam.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Oh iya,kamu sudah putuskan belum? Di sini kami mau tinggal di mana?"


"Sepertinya aku mau cari apartemen gitu di dekat sini aja."


"Iya sih mending apartemen di banding kosan."


"Makanya,"


"Oh iya,itu kemarin gimana? Apa orang tua kamu percaya sama skenario yang kita buat?"


"Ya percaya-percaya aja."


"Jadi berarti tadi pagi kami juga jadi dong berangkat bereng pak Ken?"


"Iya......."


"Terus sekarang kamu nginep di mana? Apa masih di hotel yang kemarin?"


"Iya,soalnya kalau langsung hari ini aku nyari dan pindahan aku nggak bisa deh kayaknya. Aku bakalan kecapean." jelas ku.


"Kamu sendiri gimana? Nyaman tinggal sama saudara kamu itu?"


"Nyaman-nyaman aja. Untungnya aku tidak benar-benar tinggal satu rumah sama saudara ku. Tapi aku tinggal di paviliun yang dekat dengan rumah saudara ku." jelas Susan.


"Ah,ya iya kalau seperti itu enak. Ya setidaknya kan,kamu bebas mau ngapain juga."


"Iya......"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kami pun pulang sekitar jam 10 malam dan berpisah di depan cafenya. Nadin sendiri dia pulang dengan menggunakan motor milik saudaranya,sedangkan aku pulang dengan menggunakan taksi online.


Sesampainya di kamar hotel,aku langsung di sambut oleh mas Ken yang sudah menunggu ku tepat di depan kamar ku.


"Mas,loh kok kamu di sini?"


"Kamu dari mana aja? Kenapa baru pulang jam segini?"


"Lah kan aku udah ijin sama mas Ken,kalau aku mau makan malam bersama dengan Susan teman ku yang sama di pindahkan ke sini dari Jakarta." jelas ku.


Dia pun langsung terdiam dan hanya menatap ku.


"Ya udah ya,aku lelah hari ini. Aku mau istirahat karen besok kita udah mulai kerja kembali."


"Kamu kok ngomong kayak gitu sih? Aku tadi ngomong seperti itu tuh,karena aku khawatir sama kamu. Karena kamu kan belum tahu daerah ini." jelasnya.


"Iya mas Aku tahu kok,maksud dari perkataan kamu itu. Hanya saja,aku memang benar-benar lelah hari ini."


"Jadi ijinkan aku untuk tidur lebih awal kali ini." lanjut ku.


"Ya sudah,tapi aku temani kamu sampai kamu tidur nanti."


"Terserah kamu deh mas," balas ku malas berdebat dengannya.


Sesampainya di kamar,setelah aku mengganti pakaian ku dan mencuci kaki. Aku pun langsung naik ke atas ranjang untuk bersiap untuk tidur. Sedangkan mas Ken dia sudah lebih dulu tertidur di sana.


"Mas bangun,kenapa kamu kok malah tidur di sini?"


"Biarkan aku untuk tidur di sini malam ini.Aku juga sudah ngantuk," balasnya dengan mata yang tertutup.


Akhirnya kami pun tidur bersama malam ini,aku juga tidak tega memaksa untuk membangunkannya. Dia terlihat terlelap sekali,karena mungkin memang bukan hanya aku saja yang kelelahan hari ini,tapi mas Ken juga.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku pun langsung bersiap untuk mandi karena waktu sudah menunjukan pukul setengah 7. Hari ini aku janjian untuk masuk jam setengah 8 bareng sama mas Ken.


"Sayang......." panggil mas Ken sambil mengetuk pintunya.


Aku pun langsung membuka pintunya.


"Iya mas......"


"Ayo,apa kamu sudah siap?" tanya nya.


"Iya nih,aku sudah siap."


Aku pun langsung meraih tas dan laptop dari atas meja dan langsung mengikuti mas Ken dari belakang.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di kantin,kami pun langsung makan bersama dengan mas Ken.


Aku awalnya ragu untuk duduk dalam satu meja dengan mas Ken. Namun,mas Ken sendiri yang memaksa ku untuk menemani dia untuk makan bersama dengan dia.


"Nikmati makanannya,kamu harus makan banyak supaya kuat."


"Nanti aku gendut loh mas,gimana?"


"Ya tidak apa-apa. Yang penting sehat,"


"Oh iya,nanti sepulang kerja kita lihat dulu apartemen yang akan kita tinggali nanti,yah?"


"Aku merasa tidak nyaman saja. Bagaimana kalau ada teman satu kantor kita yang menyadari tentang hubungan kita ini?"


"Terus kenapa? Kamu malu dekat sama saya?" balas nya.


"Bukan seperti itu,aku hanya takut nantinya keluarga kamu akan mengetahuinya. Aku kan hanya bekerja sebagai sekretaris kamu di kantor. Pastinya keluarga kamu mengharapkan kamu bisa dekat dengan wanita yang lebih dan sepadan dengan kamu." jelas ku.


Mas Ken pun langsung terdiam mendengar ucapan ku barusan. Wajahnya langsung berubah dan hanya menatap ku saja.


"Apa selama ini kamu menganggap aku atau pun keluarga aku itu pilih-pilih dalam hal ini? Asal kamu tahu saja,mereka sama sekali tidak pernah mencampuri urusan pribadi aku." jelasnya.


"Aku hanya takut saja mas,"


"Aku mengerti,aku juga tahu kamu pasti sangat mengkhawatirkan hal itu."


"Maaf ya mas......"


"Tidak apa-apa,wajar saja. Aku sangat memahaminya."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah selesai makan,kami pun langsung berangkat ke kantor bersama dan seperti biasa di jemput oleh pak Yogi.


Sesampainya di depan kantor,aku memilih untuk turun lebih dulu karena mas Ken yang masih tengah mengobrol dengan seseorang di telpon.


Hari ini,aku senang karena di kantor baru ku ini sudah ada Susan yang menjadi asiseten ku juga dan akan membantu pekerjaan aku.


"Ya......"


"Kamu dari mana saja,aku sudah lama banget nungguin kamu dari tadi." ucapnya langsung menyambut ku di ambang pintu.


"Memangnya kenapa sih? Apa ada masalah?"


"Ya tidak,hanya saja aku kebingungan banyak laporan yang harus di selesaikan hari ini. Sedangkan ini masih ada 16 laporan yang belum aku cek sama sekali." jelas nya.


"Ya sudah,nanti aku bantu kamu. Kebetulan hari ini,tidak ada jadwal ku untuk pergi dengan pak Ken ke lapangan."


"Serius?"


"Ya tidak tahu juga sih. Aku hanya melihat jadwal yang aku terima pagi ini saja,tapi kita kan nggak tahu bisa saja bos kita itu merubah jadwalnya mendadak."


"Iya sih,"


"Ya udah,sebaiknya kita langsung kerjakan saja. Supaya cepat lebih selesai juga kan. Soalnya hari ini aku mau lihat apartemen yang akan aku tinggali nantinya." jelas ku.


"Sama mas Ken?" tanyanya sambil tersenyum.