Let Me Go

Let Me Go
Chapter 34



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Tidak bukan seperti itu,hanya saja tadi Aku mendadak di telpon oleh pengurus dari apartemen ini dan meminta aku untuk segera datang ke sini." jelasnya.


"Terus kenapa kamu susah banget buat di hubungi? Ada banyak orang yang mencari kamu tau. Tapi kamu malah tidak ada kabar,"


"Iya aku minta maaf,karen sudah buat kamu khawatir yah."


Aku hanya bisa diam saja saat mas Ken menjelaskan alasan kenapa dia sejak tadi pagi menghilang.


"Aku sedang membereskan barang-barang di sini,tadi ada tukang yang membenarkan AC di kamar ku karena tidak dingin. Sedangkan kuncinya di pegang sama aku," lanjutnya.


"Baiklah,maaf karena aku juga terlalu bereaksi berlebihan sama kamu."


Aku pun langsung meraih kotak yang berada di atas meja dan langsung mengeluarkan isi dari dalam kotak itu.


"Udah kamu diam saja,biar aku saja yang membereskan semua ini. Lagi pula hanya tinggal sedikit ini,kamu kan cepek habis kerja seharian tadi."


"Tidak apa-apa mas,lagi pula tadi di kantor tidak begitu banyak pekerjaan juga." balas ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Malamnya mas Ken mengajak ku untuk makan keluar. Sepanjang perjalanan kami banyak membicarakan hal yang cukup seru. Sampai akhirnya tidak terasa kami pun sampai di restoran yang berada tidak jauh dari apartemen.


"Malam ini aku mau makan steak,tidak apa-apa kan?"


"Tidak apa-apa,terserah mas aja."


"Baiklah,"


Kami pun langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran steak pilihan mas Ken.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Besoknya saat aku berangkat kerja,di depan kantor sudah ada banyak orang yang tengah berkumpul dan langsung melihat ke arah ku.


"Ada apa yah?" tanya ku heran.


Mereka hanya diam saja dan langsung mengalihkan pandangan mereka. Karena tidak ingin berfikir tidak baik,aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam kantor lebih dulu.


"Ada apa sih?" tanya ku heran.


"Sini,cepetan......" balasnya sedikit berbisik.


Sesampainya di ruangan,Susan langsung meminta ku untuk duduk.


"Kamu tahu nggak,pagi ini aku menerima kabar dari ruangan sebelah." ucapnya.


"Berita apa emanga? Soalnya tadi juga banyak karyawan di depan yang menatap ku tajam. Makanya aku juga sempat heran,ada apa dengan mereka."


"Ini masalah hubungan kamu dengan pak Kenzo......"


Sontak saja,apa yang di katakan Susan barusan cukup buat aku terkejut.


"Bagaimana bisa? Selama ini aku berusaha untuk menyembunyikan hubungan aku dengan mas Ken.Tapi,kok mereka tahu tentang hubungan aku?" lanjut ku.


"Kalau menurut penuturan mereka sih,ada salah satu karyawan di sini yang melihat kamu dan mas Ken masuk ke dalam restoran bareng."


"Hah......?"


"Perasaan aku tidak pernah bertemu dengan karyawan di sini di luar."


"Emangnya kamu tahu,semua karyawan yang kerja di sini? Tidak bukan?"


"Iya sih tidak,"


"Makanya,"


"Anggap saja,sekarang mungkin udah waktunya hubungan kamu dan pak Ken terungkap. Mau sampai kamu terus bersembunyi dari mereka? Kamu juga pasti lelah bukan,terus main kucing-kucingan sama mereka."


"Iya juga sih,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Berita tentang hubungan aku dan mas Ken pun menyebar dengan cepat di kantor. Setiap kali aku berpapasan dengan salah satu karyawan di ruangan atau pun di lift mereka melihat kearah ku dengan mata yang tajam.


"Aduh,aku sudah tidak tahan kalau harus seperti ini terus." bisik ku dalam hati.