
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah berganti pakaian yang sudah di belikan oleh mas Ken. Aku pun keluar untuk sarapan bersamanya.
Lucunya dia membelikan aku baju yang terbilang tertutup berupa sweater over size dan celana laging.
"Kenapa,kamu nggak suka dengan pakaian yang aku pilihkan.Aku sengaja membeli itu,karena aku tidak mau laki-laki lain melihat tubuh kamu yang mulus itu. Terkecuali aku,tidak ada laki-laki lain yang boleh melihatnya."
Aku sendiri hanya bisa tersenyum mendengar ucapannya.
"Aku beli ini untuk kamu,semoga kamu menyukainya."
Dia membelikan aku sandwich dan hot coklat kesukaan aku. Dan ada beberapa buah juga yang sudah tersedia di atas meja.
Kami pun menikmati sarapan kami pagi ini sambil melihat acara yang ada di TV.
Saat aku tengah melihat kearah jam,aku langsung kaget. Karena mendapati sekarang sudah pukul 10.00 wib.
"Kenapa?" tanya mas Ken keheranan.
"Aku tidak salah lihat bukan? Ini sudah siang."
"Ya ampun sayang,terus kamu mengira ini masih jam berapa?"
"Ya masih pagi,"
Mas Ken pun langsung tertawa.
"Kamu becanda,tadi saja aku keluar dari sini jam 7 pagi." lanjutnya.
"Tenang saja,lagi pula aku pesan tiket untuk berangkat ke Semarang itu besok. Aku sudah mengatur jadwalnya kembali."
"Kan harusnya aku yang mengatur jadwal kamu."
"Iya tapi aku masih ingin menghabiskan waktu bersama kamu di sini."
"Ish....."
"Kenapa? Kamu tidak menyukainya?"
"Bukan seperti itu,kalau aku terus di sini. Bagaimana dengan keluarga ku,tadi saja ibu ku sudah mengirimi aku pesan karena semalam aku tidak pulang."
"Sekarang aja aku bingung,harus mencari alasan yang tepat untuk menjelaskannya sama beliau."
"Bilang saja kamu semalam tidur bersama aku."
"Kamu gila,mau aku di bunuhnya."
"Tapi kenyataannya sayang,kamu semalam tidur bersama aku."
"Ya tapi nggak gitu juga,"
"Paling aku minta bantuan teman ku saja nanti."
"Terserah kamu,mau kamu jujur atau gimana."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Mas Ken pun mengajak ku untuk menonton film terlebih dulu sebelum nantinya kami pulang. Kami menonton filmnya di ruangan sebelah yang mungkin biasa iya gunakan untuk nonton karena ada sofa yang berukuran cukup besar dan TV yang berukuran setinggi aku.
Dari tadi tidak hentinya tangannya terus mengelus bagian perut ku dan sesekali meremas bagian dada ku. Aku sempat menepuk tangannya karena merasa tidak nyaman. Namun,dia malah mencium ku karena aku melawan keinginannya.
"Aku pasti akan merindukan kamu sayang," ucapnya.
"Nanti juga senin kita ketemu,"
"Masih lama....."
"Ya terus aku harus bagaimana? Aneh kamu."
"Udahlah,kamu kan yang mengajak ku untuk menonton film kali ini. Tapi sedari tadi kamu malah terus memainkan tangan kamu ini."
"Kamu mempunyai daya tarik sendiri yang buat aku ketagihan sayang. Jadi jangan salahkan aku,jika aku terus melakukan hal ini."
"Secepatnya aku akan membawa kamu ke hadapan orang tua ku dan orang tua kamu. Aku tidak mau kita melakukannya seperti ini,aku ingin segera menikahi kamu." lanjutnya.
Aku langsung melihatnya setelah apa yang di katakan nya barusan.
"Kamu serius?"
"Tentu saja,aku ingin menikahi kamu."
Aku pun langsung memeluknya erat dan tersenyum bahagia.
"Aku sangat menyayangi kamu El," ucapnya tepat di telingaku.
"Aku juga," balas ku.
"Oh iya,aku lupa."
"Nanti di Semarang,aku sudah menyewa apartemen untuk tempat tinggal kamu di sana. Aku ingin kamu tinggal dekat dengan tempat tinggal ku.''
"Sayang,kenapa kamu sampai melakukan hal semacam itu? Bagaimana dengan tanggapan orang di sana?"
"Makanya aku memilih tempat yang sama untuk di jadikan tempat tinggal kita berdua." lanjutnya.
"Terserahlah,aku sudah tidak mengerti lagi dengan kemauan kami ini."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Kami pun akhirnya pulang tepat jam di satu siang,aku sendiri sudah janjian untuk bertemu dengan Susan di sebuah tempat.
"Sampai ketemu besok," ucap ku saat aku berpamitan dengannya.
"Cium dulu," balasnya manja.
"Ish kamu ini,"
"Sayang....." erangnya.
"Baiklah," balasku pasrah.
Aku pun menciumnya sesaat sampai dia puas.Untungnya mobilnya sendiri sudah di pasang kaca film dan tidak akan ada orang yang melihat apa yang kami lakukan di dalam.
"Bye....."
"Bye sayang." balasnya.
Aku pun langsung turun dan berlari menuju ke dalam cafenya. Aku sengaja memesan ruangan privat untuk aku dan Susan ketemuan hari ini.
Ternyata sesampainya di ruangan itu,Susan sudah lebih dulu sampai dan tengah menikmati makanan yang sudah di pesannya.
"San....." panggil ku.
"El....." balasnya langsung melihat ke arah ku.
"Sini," ajaknya.
Aku pun langsung duduk di kursi yang ada di samping dia.
"Kenapa nih,kok tumben kamu ngajakin ketemuan di tempat ini. Apalagi kamu memesan khusus rungan ini untuk kita?"
"Untungnya aku sudah beres dengan urusan persiapan urusan aku membereskan barang bawaan ku. Jadinya aku bisa keluar hari ini," lanjutnya.
"Aku butuh bantuan kamu,"
Susan langsung kaget,karena ini pertama kalinya aku mengatakan hal itu semenjak aku kenal dengan dia.
"El......"
"Kamu baik-baik aja kan? Apa terjadi sesuatu sama kamu,tidak biasanya kamu mengatakan hal itu pada ku selama ini?"
"Semalam aku tidak pulang ke rumah ku, San."
"Hah? Apa kamu bilang,terus kamu ke mana?"
"Bukanya kamu bilang......"
Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya aku langsung memotongnya.
"Aku semalam tidur di apartemen miliknya mas Ken."
"Hah?"
"Maksud kamu pak Kenzo anaknya pak burhan?" tanyanya.
"Iya......"
"Jangan becanda El, sejak kapan kamu bisa sedekat itu dengan pak Kenzo? Kalian kan baru bertemu beberapa kali saja."
"Panjang ceritanya,aku akan menceritakannya sama kamu."
"Cerita lah,supaya aku yakin untuk membantu kamu kali ini."
Dengan berani aku pun langsung menceritakannya pada Susan,namun aku tidak menceritakan tentang kejadian-kejadian yang pernah aku lakukan bersama mas Ken padanya.
"Jadi begitu,"
"Jadi sekarang kamu pak Kenzi itu sudah dekat dan tengah berpacaran?"
"Bisa di bilang seperti itu,"
"Aku tidak habis pikir yakin,secepat itu kalian bisa tertarik satu sama lain."
"Baiklah,kamu mau minta bantuan apa sama aku?"
"Aku minta kamu bilang sama keluarga ku,kalau semalam itu aku menginap di rumah kamu. Bisa kan?"
Susan sempat terdiam sebentar,aku yakin dia juga pasti ragu menyetujui permintaan ku ini.
"Baiklah,aku akan membantu kamu kali ini saja. Tapi ingat yah,cuma kali ini saja." tegasnya.
"Iya aku janji."
"Baiklah kalau begitu,tapi ijinkan aku untuk menghabiskan dulu makanan ini. Sayang sudah aku pesan," lanjutnya.