
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Sebentar,kayaknya aku salah ambil jalan saat di pertigaan di sana." tunjuknya.
"Tuh kan ,aku sudah mengiranya. Soalnya pas tadi aku ke kampung yang di tunjukkan pak Minto aku merasa kemarin kita pernah melewatinya."
"Soalnya biasanya aku pulang dari sini tuh nggak lebih dari jam 3 sore. Karena meskipun aku sudah sering ke sini,aku suka kebingungan karena banyak pertigaan." jelasnya.
"Ya udah yuk,sebaiknya kita pulang sekarang.Bukannya seharusnya kita pulang ke Jakarta bukan kemarin."
"Iya......"
Mas Ken pun langsung bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan nya membantu ku bangun.
Kami pun langsung masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan kembali perjalan kami dan berputar arah karena mas Ken salah ambil jalan.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tidak lama kemudian kami pun melewati kampung yang tadi aku beli bensin bersama pak Minto dan tidak lupa aku pun menunjukannya pada mas Ken.
"Kita sangat berhutang budi pada pak Minto." ucap mas Ken.
"Iya,aku juga merasa seperti itu."
"Lain kali,saat kita berkunjung ke sini lagi janganlah siang-siang. Kalau mau kita berangkat paginya,biar kita nggak kebingungan juga. Dan yang terpenting bensinnya harus di isi full." jelas ku.
"Iya......"
"Namanya juga lupa." timpal mas Ken.
"Eh iya,maaf tolong chargerin HP ku." ucapnya sambil menunjukkan letak HP dan chargerannya.
Aku pun langsung meraihnya dan langsung memasangkanya.
"Paling kita berangkat ke Jakarta jam 11aja.Barang-barang kamu tidak perlu kamu bawa dari hotel,lagi pula aku menyewanya untuk seminggu ini." jelasnya.
"Tapi kita ke hotel dulu kan,masa iya aku pulang dalam keadaan seperti ini."
"Ya iya lah,"
"Nanti kita cari makan juga sebelum berangkat."
"Di hotel aja,gimana?"
"Di luar aja,lagi pula aku bosan dengan makanan yang ada di hotel." ucapnya.
"Baiklah,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Kami pun akhirnya sampai di SPBU yang pertama,mas Ken pun langsung mengisi fill mobilnya tanpa ragu. Padahal sebenarnya dia bisa saja mengusinya sedikit saja dan menambahi yang tadi saja. Apalagi kita akan pulang ke Jakarta,tapi aku tidak mau melarangnya juga karena itu bukan hak ku juga.
Setelah mengisi bensin,kami pun langsung melanjutkan kembali perjalanan. Dan darinsana tidak lama kami sampai di kota,mas Ken pun langsung mencari tempat makan untuk kami sarapan berdua. Dia pun akhirnya memilih untuk makan sama soto. Karena memang sejauh kami mencari kebanyakan itu lah warung yang sudah buka.
"Ayo......" ajaknya.
Aku pun langsung turun mengikutinya dari belakang. Aku sendiri merasa malu,karena kondisi muka ku yang kucel karena dari kemarin aku belum mandi.
"Mas Aku mau ke toilet dulu," ucap ku.
Dia sempat tertegun,mendengar aku memanggilnya mas.
"Ya udah sana."
Aku pun langsung menuju toiletnya untuk membasuh muka ku yang kucel. Untungnya aku selalu sedia make up di tas ku.
Setelah selesai,aku langsung menghampiri mas Ken di depan. Ternyata dia tengah menerima telpon dan tengah mengobrol di depan warungnya.
"Mba,kata mas nya mba duluan saja makannya." ucap seseorang yang datang menghampiri ku yang merupakan karyawan di tempat makan itu.
"Ah iya,makasih.''
Tapi karena aku merasa tidak enak sama mas Ken,aku pun memilih untuk menunggunya terlebih dulu. Masa iya aku malah enak makan duluan,sedangkan dia belum makan. Apalagi kan,dia atasan ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Loh kamu kok belum makan?" tanya mas Ken setelah kembali ke dalam.
"Aku nunggu mas Ken,"
"Ya ampun,padahal kamu bisa duluan makan."
Dia pun langsung duduk di depan ku dan langsung menyantap makanannnya dengan lahap. Tanpa menunggu lama,aku pun langsung menyantap makanan yang sudah di pesankan mas Ken tadi.
"Lumayan lah,aku sudah lapar soalnya. Dari semalam aku tidak makan apa-apa." balas ku.
"Ya sudah habiskan,kalau kurang kamu pesan lagi."
"Tidak lah,ini sudah cukup kok."
"Nanti kita fligt jam 11.15,"
"Tadi aku sudah minta tolong Kevin untuk memesankan tiketnya." lanjutnya.
"Iya mas,"
Dia pun kembali tersenyum mendengar aku memanggilnya dengan kata mas.
"Kenapa?" tanya ku.
"Aku merasa aneh saja,kamu memanggilku dengan kata mas. Sebelumnya tidak ada yang pernah memanggilku dengan panggilan itu." jelasnya.
"Oh gitu,"
"Aku rasa,itu panggilan yang cocok di bandingkan dengan aku dan kamu."
"Terserah kamu saja....."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di hotel,kami langsung naik ke lantai 4 bersiap untuk mandi.Untungnya kami sampai di hotel itu pukul 08.25,kami masih memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan semuanya.
"Mas,aku tidak mau yah kamu main masuk ke kamar ku begitu saja."
"Iya nanti aku akan kembalikan kuncinya sebelum kita balik ke Jakarta." balasnya.
Kami pun akhirnya sampai di lantai 4 dan aku sendiri langsung masuk ke kamar,karena sudah kebelet mau buang air besar.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sekitar jam 09.30 aku sudah selesai dan menunggu mas Ken di lobi hotel. Saat aku tengah menunggu mas Ken,tiba-tiba saja pak Yogi datang menghampiri aku.
"Siang bu," ucapnya.
"Eh pak,"
"Bapak meminta saya untuk mengantarkan beliau ke bandara hari ini."
"Oh gitu,saya kira dia akan bawa mobil sendiri."
Saat aku tengah mengobrol dengan pak Yogi,mas Ken pun datang menghampiri kami dari luar.
"Loh,pak......"
"Kenapa bapak datang dari luar?" tanya ku heran.
"Aku habis memindahkan buah-buahan yang kemarin di kasih oleh pak Iswanto. Dan mengambil chargeran HP ku juga." lanjutnya.
"Terus buah-buahnya di kamanain?''
"Aku simpan di kulkas yang ada di kamar ku saja,tidak mungkin kan kita membawanya ke Jakarta."
"Iya juga....."
"Pak Yogi ayok," ajaknya.
"Baik pak."
Kami pun langsung menuju ke depan hotel untuk masuk ke dalam mobil yang di bawa pak Yogi hari ini.
"Pak,tolong nanti kita mampir ke mini market dulu. Saya mau beli barang dulu."
"Baik pak......"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Kami pun sampai di bandara tepat jam 11 siang,tanpa menunggu lama kami langsung menuju tempat pengecekan tiketnya. karena seperti biasa waktu nya sangat mepet juga.
Setelah pengecekan tiketnya selesai,kami langsung di arahkan untuk langsung masuk ke dalam pesawat. Untungnya baik aku atau pun mas Ken kita sama-sama hanya membawa tas kecil saja untuk di bawa pulang ke Jakarta.
Kali ini aku tidak begitu panik,seperti halnya saat pertama kali aku berangkat ke Semarang kamis kemarin. Sekarang aku tidak setegang pada saat itu,meskipun memang awalnya aku memejamkan mata ku juga.
"Jangan bilang kamu masih takut," bisik mas Ken.
"Bukan seperti itu,aku hanya merasa tegang saja." balas ku.