
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Entah kenapa aku seolah menikmati permainan yang di lakukan mas Ken kali ini. Seolah tubuhku sudah bisa menerima dan merespon ciumannya langsung.
"Aku pasti sudah gila sekarang,kenapa aku seolah menikmatinya saat ini?" bisik ku dalam hati.
Mas Ken pun mempererat rangkulan tangannya di pinggang ku.Dan semakin memperdalam ciumannya.
Setelah melakukannya cukup lama,akhirnya mas Ken pun menyudahi ciumannya dan langsung mengusap bibir ku dengan kasar.
"Pakailah kaus turtleneck yang ada di dalam tas itu." dia langsung keluar dari kamar mandi dan keluar dari kamar ku.
Sepeninggal dia,aku langsung membasuh wajah ku,karena merasakan panas di wajah ku.
"Aku pasti sudah gila," ucap ku sambil menepuk wajah ku.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Setelah berganti pakaian dengan setelan baju yang biasa aku gunakan untuk kerja,aku pun langsung bersiap turun ke lantai 2 untuk sarapan terlebih dulu sebelum aku berangkat kerja.
Untungnya tadi mas Ken sudah membelikan aku baju turtleneck,jadinya bekas luka semalam bisa tertutupi sepenuhnya.
Sesampainya di lantai 2,aku langsung menuju ke restorannya untuk sarapan.Ternyata di sana juga ada kolam renang yang cukup luas. Aku sempat terpana dan tergiur ingin berenang di sana.
"Coba saja aku tahu,kalau di sini ada kolam renang nya dari kemarin. Aku pasti sudah renang semala." ucap ku sambil berjalan menuju tempat makanan nya.
Aku terbiasa sarapan dengan roti atau pun hanya makan sereal dan susu saja. Jadinya aku langsung mengambil roti dan memanggangnya terlebih dulu.
Sambil menunggu rotinya matang,aku menyempatkan untuk mengecek ponsel ku yang sejak semalam tidak aku cek. Ternyata ada banyak pesan yang masuk,baik itu dari kelurga ku dan teman-teman ku juga.
Sebelum membalas pesan dari mereka satu persatu,aku pun mengambil rotinya terlebih dulu karena sudah matang. Baru lah aku mencari tempat duduk yang masih kosong. Kebetulan memang,saat ini di restorannya sudah banyak di penuhi oleh pengunjung yang lainnya juga.
Aku masih beruntung di bagian luar masih ada meja yang kosong dan langsung menghadap ke kolam renangnya.
Aku pun menikmati menu sarapan ku pagi ini,apalagi di suguhi oleh pemandangan yang begitu indah juga.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Sekitar jam 7,baru lah aku turun ke lantai satu untuk menunggu mobil yang menjemput ku hari ini. Tapi ternyata pak Yogi sudah lebih dulu sampai dan tengah menunggu di ruang tunggu yang ada di lantai satu.
"Pagi pak," sapa ku.
"Pagi bu,"
"Ayo pak,aku takut kesiangan."
"Oh iya,pak Ken nya mana?" lanjut ku.
"Pak Kenzo sudah lebih dulu berangkat ke kantor bu. Tadi dia pergi dengan menggunakan mobil pribadi milik bapak sendiri." jelas pak Yogi.
"Oh gitu,''
"Ya sudah kalau begitu."
Kami pun langsung menuju lobi depan untuk langsung menuju ke mobilnya yang sudah terparkir di sana.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Karena aku tidak tahu letak kantornya di mana,aku hanya menikmati pemandangan yang ada di luar sana.
Pak Yogi sendiri sengaja menyetelkan musik untuk memecah keheningan di dalam mobil.
"Pak......" panggil ku.
"Iya bu,"
"Bapak sudah lama kerja di sini?"
"Sejak perusahaan ini di bangun pokoknya,mungkin ada sekitar 9 bulanan."
''Oh,bapak kerja sendiri atau bagaimana?"
"Tidak bu,ada satu lagi pak Herman.Tapi yang khusus jemput tamu itu saya."
"Oh gitu,''
''Iya bu,"
"Kalau boleh tahu,kenapa bapak kemarin menyimpan barang-barang milik pak Ken di kamar ku?"
"Ah itu,saya juga tidak tahu soalnya. Saya hanya di kasih kuncinya ya kamar itu sama pihak resepsionisnya."
"Oh gitu,"
"Semalam bapak juga nanya sama saya,pas saya antar dia ke hotel. Dia nanya barang-barang milik dia,saya simpan di mana? Ya saya jawab,di kamar 2026." jelas pak Yogi.
"Kalau boleh tau,kenapa ya bu? Apa bapak marah karena saya menyimpannya di sana?" lanjut pak Yogi.
"Ah itu, dia tidak marah. Hanya saja aku yang kaget kan,melihat barang milik bapak ada di kamar saya. Itu aja pak,"
"Oh iya bu....."
"Pak Kenzo semalam mabuk berat bu,saya juga sampai kewalahan saat membantu nya turun dari mobil."
"Sepertinya dia sering yah,seperti itu?"
"Tidak juga bu,dulu saat beliau masih baru di sini. Saya jarang sekali melihat beliau mabuk-mabukkan. Anehnya itu,dua bulan terakhir ini setiap waktunya libur kerja dia akan langsung meminta saya untuk mengantarnya ke club."
"Saya juga sempat kaget dengan perubahan pak Kenzo,soalnya kan sejak awal kalau waktunya libur kerja biasanya beliau langsung meminta saya untuk mengantarnya ke bandara untuk pulang ke Jakarta." lanjut pak Yogi.
"Oh gitu pak,"
"Iya bu, tapi maaf ya bu. Bukannya saya maksud mengadukannya atau gimana.Saya merasa aneh saja dengan perubahan sikap pak Kenzo sekarang."
"Tidak apa-apa pak,wajar saja."
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Tanpa terasa,setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menitan aku pun akhirnya sampai di kantor cabang yang ada di Semarang. Kantornya sendiri tidak begitu besar seperti di Jakarta hanya ada 3 lantai saja.
"Ibu langsung naik ke lantai 2 saja,nanti ada mba Retno yang akan mengarahkan ibu."
"Oh gitu,makasih ya pak."
Aku pun langsung turun dan masuk ke dalam kantornya. Aku pun mengikuti arahan yang di katakan oleh pak Yogi barusan. Dan ternyata sesampainya di lantai 2,aku langsung di sambut oleh karyawan bernama Retno.
"Selamat pagi ibu,perkenalkan saya Retno." ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Elvira,"
Beliau pun langsung mengarahkan aku menuju ruangan yang berada di ujung. Namun,saat aku berjalan menuju ruangannya,aku tidak sengaja mendengar sura yang cukup keras dan tengah marah-marah di salah satu ruangan yang aku lewati.
"Itu pak Kenzo lagi marah-marah sama bagian HRD." ucap bu Retno sedikit berbisik.
"Kok bisa?"
"Saya juga tidak tahu pasti bu,kalau tidak salah masalah pemesanan hotel saya dengar tadi."
"Ya ampun,orang itu." gumam ku.
Kami pun akhirnya sampai di depan ruangan yang cukup besar sama seperti ruangan aku di Jakarta.
"Nah ini ruangan ibu,tapi biasanya pak Kenzo akan meminta sekretarisnya untuk kerja di ruangan nya di lantai 3." jelas bu Retno.
"Oh gitu,"
"Oh iya,kalau boleh tahu ibu sendiri bagian apa?"
"Saya bagian admin bu,kebetulan ruangan saya yang tadi tepat di samping lift." ucapnya sambil tersenyum.
"Oh......"
"Makasih ya bu,sudah menemani saya sampai ke sini."
"Sama-sama bu,"