Let Me Go

Let Me Go
Chapter 24



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku langsung kaget setelah membaca isi dari pesan yang di kirimkan oleh nomor baru yang tidak aku kenal sebelumnya.


"Kamu kenapa?" tanya Susan.


"Ah enggak ada apa-apa kok,"


"Kamu terlihat kaget gitu," timpal Sakti.


"Apaan sih,"


Aku pun melanjutkan kembali makan ku dan berpikir mungkin itu orang iseng yang salah kirim pesan pada ku.


"Eh gimana kalau habis ini,kita nonton yuk." ajak Riko.


"Kedengarannya bagus juga,lagian mumpung kita ngumpul juga kan kali ini. Jarang loh,kita bisa kumpul bareng." ucap Susan.


"Ya kalau aku sih hayu aja," balas ku.


"Bentar yah,aku lihat dulu hari ini ada film apa aja yang tayang di bioskopnya.Kalau nggak ada yang seru mending kita main ke pantai aja."


"Atur aja,kita mah ngikut aja....."


Riko pun mengecek HPnya dan mulai mencari apa yang dia cari. Setelah menunggu beberapa saat,akhirnya Rio pun sudah menemukan jawaban nya.


"Gimana?" tanya Sakti.


"Ini aku lihat di aplikasibya sih,nggak ada yang seru filmnya."


"Masa sih?" ucap Sakti langsung meraih HP nya Riko.


"Ish iya juga yah......"


"Tapi kalau kita pergi ke pantai juga mau ngapain. Apalagi angin malam kan nggak baik juga buat kesehatan kita. Selain ke pantai enaknya kemana?"


"Ya paling kita pergi buat dugem aja,kali-kali kan."


"Ish Sakti......" ucap kami bersamaan.


"Becanda kali,"


"Ya lagian bingung banget sih,ya udah kita jalan-jalan aja di mall ini.Entah itu kita mau shopping atau ngapain." lanjut Sakti.


"Bener juga kata kamu,"


"Ya udah deh,kalau gitu kita keliling aja di sekitar sini." balas Riko.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah menghabiskan semua makanannya,kami pun langsung naik ke lantai 3 untuk jalan-jalan sambil melihat-lihat pameran yang kebetulan di adakan di sana.


"Eh bentar yah,aku mau ke toilet dulu. Kebelet nih,"


"Ya udah sana,nanti kita tinggu di sini." balas Susan.


Aku pun langsung mencari toilet umum yang ada di lantai ini. Untungnya di mall ini,ada toilet di setiap lantainya,jadinya aku tidak begitu kesusahan mencarinya.


"El......" tiba-tiba saja seseorang memanggilku.


Aku pun langsung melihat ke arah sumber suara tersebut. Betapa kagetnya aku,mendapati mas Ken yang sudah berdiri tepat di belakang ku.


"Mas Ken,"


"Lah kok mas Ken bisa ada di sini?" tanya ku heran.


"Aku kebetulan ada urusan di sini,habis ketemu sama teman saya."


"Oh gitu,"


Karena sudah tidak tahan,aku pun langsung masuk ke dalam toiletnya untuk buang air kecil.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku pikir mas Ken sudah pergi,karna aku juga cukup lama di dalam toiletnya.Tapi ternyata dia masih menunggu di depan toiletnya.


"Mas maaf yah,tadi aku tinggal. Soalnya aku kebelet mau buang air kecil."


"Ya udah nggak apa-apa,lagian masa iya aku tahan kamu.Nanti yang ada kamu malah buang air kecil di sini lagi."


"Iya juga sih,"


"Oh iya,aku mau pergi ke suatu tempat. Kamu bisa kan menemani saya."


"Ya tinggal kamu bilang aja sama mereka, kalau kamu ada urusan mendadak."


"Tapi mas,"


"El......."


"Baiklah,tapi untuk kali ini yah."


''Iya......."


Aku pun langsung mengirim pesan pada Susan dan memintanya untuk memberitahukan pada yang lainnya prihal kepulangan ku yang mendadak ini.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kami pun akhirnya sampai di daerah Ser****g,di sebuah gedung yang dekat dengan mall di sana.Ini kali pertama bagi aku pergi ke daerah sini.


"Ayo....." ajaknya.


"Kita sebenarnya mau ke mana sih mas?"


"Udah,sebaiknya kita masuk aja. Nanti juga kamu akan tahu."


Dengan perasaan yang sedikit ragu,aku pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam gedungnya mengikuti mas Ken dari belakang.


Ternyata di sana udah banyak orang yang sudah berkumpul.Kalau di lihat dari latar ruangan tersebut,tampaknya ada yang tengah mengadakan pesta.


"Ayo sini," ajaknya sambil mengulurkan tangannya.


Karena aku ragu untuk membalas ukuran tangannya,akhirnya mas Ken sendiri yang langsung meraih tangan ku dan membawa ku langsung ke sebuah ruangan yang berada di lantai atas.


Di sana sudah ada beberapa orang yang tengah duduk bersama pasangan merek masing-masing. Mereka tampak mesra satu sama lain sambil meminum minuman yang sudah di sediakan diatas meja.


"Wah,akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga."


"Ucap salah seorang dari mereka bertiga,menyambut kedatangan aku dan mas Ken."


"Lama nggak jumpa bro," lanjutnya.


Laki-laki itu pun langsung beralih memperhatikan ku dengan seksama.


"Ini siapa?" tanya nya.


"Perkenalkan ini Evira,kekasih ku yang baru."


Laki-laki yang ada di ruangan itu pun langsung tertawa mendengar ucapan yang mas Ken katakan barusan.Aku sendiri di buat kaget oleh mas Ken barusan,sejak kapan kami menjadi sepasang kekasih. Dan dengan santainya dia memperkenalkan aku sama temannya itu sebagai kekasih.


"Oh iya El,perkenalkan ini Bayu.Dia masih sepupu ku juga,sekaligus teman kuliah ku saat di Australia." jelas mas Ken.


Aku pun langsung mengulurkan tangan ku dan menyapanya.


"Elvira,"


"Bayu......"


"Nah kalau yang itu Hafiz dan Tiko mereka juga satu angkatan dengan aku saat kuliah di sana."


Kedua laki-laki itu pun langsung bangkit dari duduknya dan kami pun berkenalan satu sama lain.


"Hebat juga yah kamu,secepat itu bisa move in dari Sovia." ucap Tiko.


"Udahlah,ini bukan waktunya buat membahas masa lalu aku.Lagi pula seoarang aku sudah punya Elvira di samping ku." balas mas Ken.


Aku sendiri di buat penasaran oleh perkataan mas Tiko tadi. Cewek yang bernama Sovia itu pasti merupakan perempuan yang pernah dekat dengan mas Ken,soalnya teman-temannya pun kenal dengannya.


"Daripada kalian masih jomblo,lihatlah. Kalian masih aja nyewa perempuan kayak gituan." ucap mas Ken.


"Ish kamu ini,bukannya kami tidak punya.Hanya saja pacar kami itu tidak mau di ajak buat kumpul di sini."


"Hem,"


"Oh iya,si Kevin emang nggak pulang minggu ini?" tanya mas Hafiz.


"Tidak,katanya sabtu tadi dia lembur."


"Kapan-kapan,kita bolehkan buat main ke rumah kamu yang ada di Semarang." ucap mas Bayu.


"Ya kalau kalian mau main,tinggal main aja. Asal jangan bawa cewek-cewek gatel seperti hari ini."


"Iya deh,aku ngerti." balasnya.


"Karena kamu sudah di sini,ayolah kita minum dulu sebentar." ajaknya.