Let Me Go

Let Me Go
Chapter 14



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Akh......." teriak ku kaget.


Aku pun langsung menutup tubuh ku dengan menyilangkan tangan ku.


"Ada apa dengan dia? Bisa-bisanya dia main masuk begitu saja." ucap ku pelan.


Tanpa berbicara apapun dia memeluk ku dan langsung mencium ku dengan begitu agresif. Aku sangat terkejut dengan apa yang dia lakukan dan berusaha untuk melepaskan pelukannya.


"Lepaskan,lepaskan aku bajingan. Apa yang kamu lakukan pada ku?" gerutu ku dalam hati.


Aku berusaha sekuat tenaga mencoba untuk melepaskan pelukannya dan cengkeraman tangannya yang iya lingkarkan di pinggang ku. Namun karena tenaga dia lebih kuat,aku pun tidak mampu untuk melepaskannya dan hanya pasrah dengan apa yang dia lakukan.


Ini merupakan pertama kalinya untuk aku,hal yang selama ini aku jaga. Di rebut oleh orang yang baru saja beberapa hari aku kenal.


Setelah itu,dia langsung membanting tubuhku di atas kasur. Ini merupakan kesempatan untuk aku buat kabur. Namun sayang,dia jauh lebih cepat dan langsung menindih ku.


Dia pun kembali mencium ku tanpa memberikan kesempatan untuk aku bernafas. Sampai akhirnya tangannya melepaskan bra yang menutupi bagian dadaku. Rasanya aku ingin berteriak dan meminta tolong,namun bibir ku tertutup oleh bibir nya yang masih ******* bibir ku dengan kasar.


Sampai akhirnya bagian dada ku sekarang sudah terpampang nyata tanpa tertutup apa pun.


Aku sudah tidak tahu lagi,apa yang harus aku lakukan.Aku takut dia melakukan hal yang lebih parah dari ini. Dan benar saja,tangan kanannya mulai meraba bagian terbawah ku yang paling sensitif dan paling aku jaga.


Aku coba untuk menutupinya dengan kaki ku,namun sayangnya dia berhasil membukanya dan mulai merabanya dengan lembut. Tubuh ku langsung menggeliat,karena tidak tahan dengan apa yang di lakukannya sekarang.


Barulah,saat ini bibirnya bergantian menghisap bagian dada ku dengan kasar.


"Lepas kan aku pak, apa kamu sudah gila?"


"Aku mohon,aku minta maaf kalau aku sudah berbuat salah,tapi aku mohon jangan lakukan ini pada ku."


Dia pun langsung menatap ku dengan tajam,matanya begitu merah.Sepertinya dia sekarang berada di bawah pengaruh minuman keras.


"Pak Ken,sadarlah." teriak ku.


Saat tangan kirinya melepaskan cengkeramannya dari tangan ku,tanpa menunggu lama aku langsung menamparnya dengan sekuat tenaga.


Dia pun langsung melihat ke arah ku dan malah langsung kembali mencium bibir ku dengan kasar.


Aku sudah tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang.Aku sudah merasa putus asa di buatnya.


Tidak lama kemudian,dia pun bangun dan mencoba untuk melepaskan kemeja yang iya kenakan dengan kasar.


"Kau ingin kamu buat aku puas malam ini." ucapnya dengan nada suara yang berat.


"Maksud nya?"


Aku pun langsung bangun dan memukulnya dengan bantal. Namun dia malah semakin menakutkan dan menarik tangan ku kembali. Dengan sekuat tenaga aku mencoba meraih botol minum yang ada di atas meja di samping ranjang.


Aku pun akhirnya berhasil meraihnya dan tanpa berpikir lagi aku langsung memukulkannya ke bagian kepalanya. Dia pun langsung terjungkal seketika dan tidak sadarkan diri.


Melihat dia sudah pingsan aku langsung meraih handuk dan baju ku dan masuk ke dalam kamar mandi.


Dengan perasaan yang masih campur aduk,aku berusaha untuk memakai baju ku sekarang. Kejadian ini sangat buat aku tertekan dan aku pun menangis sejadi-jadinya sambil memakai baju tidur yang aku bawa tadi.


Aku merasa miris melihat keadaan tubuh ku sekarang,apalagi bagian dada ku yang sudah di penuhi banyak tanda merah bekas hisapannya tadi.


Aku masih beruntung,karena dia belum sempat untuk merenggut keperawanan ku dan berhasil kabur. Namun tetap saja,apa yang di lakukannya barusan,cukup buat aku takut.


Aku pun memilih duduk di atas kloset untuk menenangkan pikiran ku yang sudah kacau.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Perlahan aku mulai membuka pintu kamar mandinya dan melihat kondisi dia sekarang dengan ragu.


Ternyata dia sudah sadar dan tengah duduk dengan kepala yang menunduk ke bawah.


"Kamu pasti terkejut dengan apa yang aku lakukan barusan." ucapnya tiba-tiba dan langsung buat aku terdiam di depan kamar mandi.


Dia kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya pada ku. Aku langsung menggelengkan kepala ku tanda aku menolak uluran tangannya.


"Tenang saja,sekarang aku sudah sadar El....." ucapnya.


"Sini," lanjutnya.


Dengan perasaan yang masih ragu,aku pun memberanikan diri untuk menghampirinya tanpa meraih tangannya.


Dia langsung meraih tangan ku dan membiarkan aku berdiri tepat di hadapannya.


"Aku harap kamu bisa melupakan kejadian ini,lagi pula aku tidak sampai melukai harga diri kamu bukan?" ucapnya.


"Hah? Yang benar saja."


"Kita sudah sama-sama dewasa sekarang,pastinya ini bukan pertama kalinya juga buat kamu."


"Maksud kamu apa? Kalau ngomong tuh di jaga." ucap ku sedikit keras.


"Dengan mudahnya kamu mengatakan hal sekejam itu pada ku,setelah apa yang sudah kamu lakukan pada ku.Lucu sekali anda,"


"Jangan menganggap aku sama dengan wanita yang ada di luar sana.Tolong di jaga yah, dengan gampang nya anda mengatakan itu pada ku." lanjut ku.


Dia pun langsung terdiam dan hanya menatap ku saja.


"Kenapa? Kamu pikir aku tidak bisa membentak kamu,hanya karena kamu atasan aku. Tapi itu tidak berlaku saat kita di luar,itu hanya berlaku saat kita bekerja saja."


"Bukannya sekarang kamu juga tengah bekerja pada ku?"


"Heh,kamu lucu sekali. Aku heran sama kamu,"


"Oh atau mungkin gosip yang selama ini aku dengar ada benarnya. Alasan kenapa banyak sekali bekas sekretaris kamu yang keluar masuk,apa mungkin kamu melakukan hal seperti ini juga sama mereka?" balas ku.


Dia pun langsung memegang pundak ku dan menyeret ku sampai membentur dinding dengan kasar.


"Akh......" ringis ku.


"Apa? Apa yang kamu dengar El?"


"Katakan sama aku sekarang?" bentaknya sambil menatap ku.


Aku pun tidak ingin kalah dengan nya dan membalas tatapannya dengan tajam.


"Tanyakan pada diri kamu sendiri,kamu sendiri yang tahu jawabannya." balas ku.


Dia pun langsung melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar.Setelah itu dia kembali duduk di atas ranjang.


Aku sendiri memilih untuk meraih barang ku dan memasukan semuanya ke dalam tas. Aku berniat untuk pindah kamar,meskipun aku harus membayarnya sendiri.


"El........" ucapnya langsung meraih tangan ku.


"Apalagi?"