Let Me Go

Let Me Go
Chapter 33



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Maaf ya mas,aku tidak bermaksud apa-apa,aku hanya menjaga posisi kamu saat ini di kantor. Aku tidak ingin ada omongan yang kurang baik. Terlebih lagi,aku kan hanya seorang....."


"Seorang apa? Apa salahnya dengan pekerjaan kamu? Aku bahkan tidak pernah mempermasalahkan itu di depan kamu." balas nya.


Apa yang di katakan mas Ken memang benar juga,sejauh ini mas Ken memang tidak pernah mempermasalahkan itu. Tapi,aku sendiri yang mempunyai ketakutan akan hubungan kami di kantor.


"Sudahlah,aku tidak ingin ribut dengan kamu. Sebaiknya kita cari tempat lain saja."


Mas Ken pun langsung tancap gas melajukan mobilnya dan mencari tempat baru untuk kami makan malam.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sepulang dari makan malam,mas Ken langsung menuju ke kamarnya dan tidak mengatakan apa-apa. Mungkin dia masih kesal pada ku atas kejadian tadi.


Aku pun langsung masuk ke kamar ku dan memilih untuk diam saja. Mungkin besok pagi aku akan kembali bicara sama dia.


Paginya saat aku menghampiri mas Ken ke kamar hotelnya untuk mengajaknya sarapan,petugas kebersihan tengah membereskan kamar yang di tempati oleh mas Ken.


"Permisi mas,"


"Iya bu....."


"Kalau boleh tahu,orang yang tinggal di kamar ini ke mana yah? Kok kamarnya sudah di bereskan?"


"Ah itu,tadi pagi sudah cek out bu."


"Cek out?" tanya ku kaget.


Aku sangat terkejut mendengar ucapan masnya,karena mas Ken tidak mengatakan apa-apa pada ku semalam.


"Apa dia benar-benar marah pada ku? Apa yang harus aku lakukan?" tanya ku dalam hati.


"Ya udah kalau begitu,makasih ya mas."


"Sama-sama bu,"


Aku pun memutuskan untuk sarapan sendirian saja pagi ini.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Hari ini aku berangkat ke kantor menggunakan taksi online. Sesampainya di sana,Susan tengah mengerjakan laporan di mejanya.


"Pagi....." sapa ku.


"Eh,El......"


"Kamu udah datang ternyata,maaf yah tadi aku terlalu fokus dan tidak menyadari kedatangan kamu."


"Oh iya,aku lupa. Nih,tadi Pak Ken menitipkan ini sama aku." lanjut Susan sambil memberikan satu map berukuran besar pada ku.


"Apa ini?"


"Mana aku tahu El...."


"Aku saja tidak tahu,mana berani aku membukanya."


"Makasih ya,"


Aku pun langsung duduk di meja kerja ku dan langsung membuka map yang di titipkan mas Ken untuk ku.


Ternyata itu surat-surat yang berhubungan dengan apartemen yang akan aku tinggali nanti.


"Kenapa dia malah memberikan ini semua sama aku? Padahal kan apartemen itu atas nama dia." ucap ku pelan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Bu......." panggil seseorang yang barus saja masuk ke ruangan ku.


"Iya kenapa?"


"Ini laporan minggu kemarin,pak Kenzo meminta saya untuk mengumpulkan ini sama ibu."


"Lah kok sama saya? Kenapa tidak langsung memberikan nya langsung pada pak Kenzo?"


"Pak Kenzo kan hari ini tidak masuk kerja bu,memangnya ibu tidak tahu?"


"Ah itu,tadi soalnya saya datang nya paling belakangan."


"Kemana dia?" tanya ku dalam hati.


"Ya udah kalau begitu saya permisi."


"El......." ucap Susan menghampiri ku.


"Kamu emangnya tidak tahu,mas Ken hari ini tidak masuk?"


"Tidak,"


"Kalian lagi berantem? Aku perhatikan dari tadi ada yang beda dengan kamu. Terlebih lagi tadi kamu berangkat sendirian ke sini."


"Ya begitu lah,tapi memang karena aku sendiri yang salah sih."


"Kenapa kamu nggak coba buat hubungin dia lebih dulu?"


"Sudah,aku sudah coba menghubunginya tapi tidak di angkat. Aku sudah kirim pesan juga,tapi tidak di balas hanya di baca saja." jelas ku.


"Nanti juga dia bakalan balik hubungin kamu. Mungkin dia lagi ada urusan di luar sana,kamu jangan dulu berpikir negatif." balas Susan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Siangnya seperti hari kemarin aku makan siang bersama Susan di ruangan saja dan memesan makanan lewat aplikasi.


Saat aku tengah menikmati makanan ku,tiba-tiba saja ada nomor baru yang menghubungi aku.


"Halo....."


"Maaf siapa yah?"


"Saya Kevin,kamu masih ingat nggak?"


"Ah Kevin temannya mas Ken?"


"Iya....."


"Kenapa mas? Apa ada sesuatu?"


"Tidak ada,aku hanya ingin tanya sama kamu,apa kamu tahu keberadaan Kenzo sekarang di mana? Soalnya aku ada janji ketemu sama dia hari ini. Tapi sampai siang ini aku tunggu dia tidak ada datang ke kantor ku." jelasnya.


"Itu dia masalahnya,hari ini mas Ken menghilang secara mendadak. Aku saja tidak tahu keberadaannya sekarang,"


"Lah,emangnya dia tidak ada di kantor juga hari ini?"


"Tidak,dia hari ini tidak masuk."


"Lah kok aneh sih? Ya udah kalau begitu,malasih yah. Nanti saya hubungi kamu lagi."


"Baik mas,"


"Siapa?" tanya Susan.


"Mas Kevin,dia temannya mas Ken."


"Kenapa?"


"Katanya dia ada janji sama mas Ken hari ini,tapi katanya mas Ken tidak datang."


"Kemana yah,dia? Kok tiba-tiba saja dia menghilang begitu saja tanpa bicara apa-apa sama aku."


"Aku juga tidak tahu," timpal Susan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sorenya,aku pulang langsung pergi ke apartemen untuk menyimpan barang-barang ku di bantu oleh pak Yogi juga.


"Makasih ya pak,karena udah bantu aku untuk membawa barang-barang aku ke sini."


"Sama-sama bu,"


Pak Yogi pun pamit untuk pulang,sedangkan aku langsung beristirahat di atas kasur sambil mengotak-atik ponsel ku.


*Tok.....Tok.....


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu apartemen milik ku.


"Iya sebentar,"


"Maaf siapa yah?" tanya ku pada laki-laki yang sekarang berada di hadapan ku.


"Apakah ini benar sama bu Elvira?"


"Iya,"


"Ibu di minta untuk naik ke lantai atas,di nomor B503."


Laki-laki itu pun langsung pergi begitu saja dan aku pun langsung berpikir kalau orang yang barusan menemui aku itu adalah suruhannya mas Ken. Karena setahu ku,unit apartemen milik mas Ken ada di atas.


Tanpa menunggu lama,aku langsung menuju unit yang di katakan orang itu.


Sesampainya di unit yang di maksud,aku langsung mengetuk pintunya tanpa ragu. Dan benar saja,unit ini merupakan miliknya mas Ken.


"Ayo sini masuk," ucap mas Ken.


"Kamu kemana aja hari ini? Kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa sama aku dan buat semua orang mencari-cari kamu. Hobi banget menghilang begitu saja." bentak ku.


"El......"


"Sebaiknya kita bicara di dalam yah,tidak enak nanti ada yang lihat kita."


Dia pun langsung menarik tangan ku dan mengajak ku masuk ke dalam.


"Ayo jawab aku,kenapa dari tadi pagi kamu susah banget buat aku hubungi? Kamu sengaja yah?" lanjut ku.