Let Me Go

Let Me Go
Chapter 23



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kami pun sampai di Jakarta dengan selamat tanpa terjadi sesuatu apapun.Aku sendiri memutuskan untuk meminta Susan untuk menjemput ku ke bandara kali ini.


"Kamu pulang sama siapa?" tanya mas Ken.


"Aku minta teman ku untuk menjemput ku ke sini."


"Kita bareng aja pulangnya,lagi pula kalau kamu pulang minta di jemput teman kamu,mau pulang jam berapa. Perjalanan dari sana juga tidak sebentar." jelasnya.


"Tapi mas,"


"Udahlah,lagi pula aku juga hanya sendiri ini di mobil."


"Kamu sms kembali teman kamu itu,batalkan saja."


"Baiklah....."


Untungnya memang Susan belum membaca pesan yang aku kirim.Aku pun langsung menghapusnya saja.


"Ya udah yuk,taksinya sudah ada di depan." ajaknya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Baru saja beberapa menit mobilnya di laju kan,aku sudah langsung tepar tertidur dan sudah tidak ingat apa-apa lagi karena capek.


Sampai akhirnya mas Ken membangunkan aku.


"El......"


"El bangun," lanjutnya.


Aku langsung terperanjat dari tidur ku.


"Iya......"


"Rumah kamu di mana?"


"Ah iya,aku belum memberi tahukannya."


"Di Jalan Cen******h blok A nomor 23." jelas ku.


"Baik bu," ucap supir taksinya.


"Padahal mas bisa pulang ke rumah mas lebih duluan.Biar aku saja yang belakangan,"


"Tidak apa-apa,lagi pula aku mau pulang ke rumah orang tua ku kali ini. Soalnya ayah meminta ku untuk pulang ke sana hari ini." jelasnya.


"Oh gitu,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku pun akhirnya sampai tepat di depan rumah ku. Mas Ken hanya melihatnya sekilas saja dan langsung meminta ku turun lebih dulu.


"Makasih ya mas. Karena mau mengantarkan aku ke sini."


"Sama-sama,"


Mobilnya pun langsung melaju kembali menuju keluar dari area perumahan ku. Karena aku belum memberi kabar tentang kepulangan ku ini,jadinya tidak ada yang tahu dan menunggu ku di depan rumah.


Saat aku tengah membuka gerbangnya,aku kaget karena mendapati ayah Anto tengah memberi makan ikan peliharaan nenek dengan dek Ziyan.


"El......" ucapnya tampak kaget.


"Ayah," ucap ku tak kalah kaget.


"Kamu kok nggak bilang,akan pulang hari ini."


"Ah itu,iya ayah. Soalnya kemarin aku kehabisan tiket untuk kembali ke sini,jadinya kepulangan ku di undur hari ini." jelas ku.


"Ya sudah,sebaiknya kita masuk. Ibu dan yang lainnya pasti senang melihat kamu sudah pulang."


Aku dan ayah Anto pun langsung masuk ke dalam rumah,ternyata keluarga ku tengah berkumpul di dapur tengah masak bersama.


"El......." ucap ibu yang lebih dulu melihat kehadiran ku.


Aku pun langsung menghampiri beliau dan memeluknya.


"Ya ampun nak,ibu kira kamu tidak akan pulang."


"Masa iya aku nggak pulang bu,"


"El......." panggil nenek yang baru saja keluar dari kamarnya.


Aku langsung menghampiri beliau dan langsung memeluknya erat.


"Kenapa kamu sulit sekali di hubungi,nenek sangat khawatir sama kamu."


Sebenarnya aku paling tidak bisa untuk berbohong sama nenek atau pun keluarga ku. Hanya saja,aku juga tidak mungkin menceritakan kebenarannya pada keluarga ku ini.


"Ya sudah,yang terpenting kan El sudah pulang dengan selamat bu. Sebaiknya sekarang kita makan siang yah,ibu sudah masak banyak menu hari ini." ajak ibu.


"Mau......" ucap ku manja.


"Oh iya,Niken mana?"


"Dia tengah pulang ke Bandung semalam menggunakan kereta. Ada surat-surat yang tertinggal di rumah untuk persyaratan dia masuk kuliah senin nanti." jelas ibu.


"Oh gitu,"


"Ya udah yuk,kita makan aja sekarang. Ibu sudah buatkan garang asam buat makan siang kali ini."


"Wah,kedengarannya enak bu.''


"Makanya......"


Kami pun langsung berkumpul di meja makan untuk bersiap untuk makan siang.Menu yang di buat ibu dan bi Nur emang yang paling juara. Aku sampai-sampai tidak sabar ingin segera memakannya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Malamnya aku keluar untuk bertemu dengan Susan,Riko dan Sakti di sebuah mall. Aku sendiri baru tahu kalau Riko pulang juga kali ini,jadinya ini bisa di bilang reunian mendadak bagi kami.


Sesampai di mall nya, aku langsung naik ke lantai 2 karena kami janjian di satu restoran yang emang sudah menjadi langganan buat kami berempat.


"El........" teriak Susan saat sudah melihat ku.


Kami pun langsung berpelukan karena rasanya sudah lama sekali aku sudah tidak bertemu dengan nya.


"Ya ampun,aku kangen banget sama kamu."


"Kamu gimana sih,susah banget buat di hubungin."


"Yah tahu sendiri, kamu bayangkan saja kerjaan aku di sana itu banyak banget tahu. Udah beberapa minggu itu pekerjaan dan laporan terbengkalai begitu saja."


"Udah aku tebak sih,"


"Makanya,aku sampai tidak sempat untuk memegang HP dan mengabari kalian satu persatu. Keluarga ku juga sama merengek kayak kamu."


"Pasti lah,"


Kami pun melepaskan pelukan kami dan masuk ke dalam restorannya.


"Eh iya,Riko sama Sakti udah datang?"


"Belum,kita duluan. Paling sebentar lagi mereka datang,makanya mereka meminta kita saja yang memilihkan menunya kali ini."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kami pun memesan beberapa menu yang sudah biasa kami pesan saat makan di restoran ini. Setelah itu baru lah,aku dan Susan membicarakan banyak hal yang biasa kami lakukan saat kami bersama.


"Wih,seru kali kalian......" ucap Riko yang sudah berdiri bersama Sakti.


"Hei.......!" seru ku senang.


"Lama banget nggak ketemu sama kamu." lanjut ku.


Kami pun langsung berpelukan satu sama lain,melepas kangen yang sudah lama terpendam.


Hal yang paling kami sukai dari restoran ini,tidak lain karena pelayanannya yang sangat cepat,kami tidak harus menunggu lama.


Makanan yang sekitar 10 menit yang lalu kami pesan sudah datang dan di siapkan dinaras meja.


"Kelihatannya enak kali," ucap Sakti.


"Iya yah,padahal kita udah sering kali datang ke sini. Tapi kayaknya kita nggak pernah bosen gitu dengan makanan di sini." balas Susan.


"Ya udah,makanlah. Kalian malah banyak ngomong lagi," timpal Riko.


Kami pun menikmati menu yang di hidangkan kali ini. Aku sendiri lebih dulu memakan ramen pedas,mungkin karena aku merasa capek jadinya aku ingin makan sesuatu yang berkuah dan pedas kali ini.


"Makan lah nasi dulu El....." ucap Susan.


"Ih tadi di rumah aku udah makan banyak,aku maunya makan mie ramen aja kali ini."


"Sudahlah,terserah dia." ucap Sakti yang tengah sibuk memakan spagetti.


Saat kami tengah menikmati makan malam kami ini,tiba-tiba saja ada pesan masuk ke HP milik ku.


Aku pun langsung melihatnya untuk mengecek siapa yang mengirimi aku pesan.Karena seingat ku,aku sudah minta ijin sama keluarga ku tadi.


"Kamu jangan nakal,aku bisa melihat kamu dari sini."