Let Me Go

Let Me Go
Chapter 35



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"El......" panggil mas Ken yang baru saja masuk ke dalam ruangan ku.


"Eh iya mas,"


"Bisa kita bicara sebentar,ada yang harus saya bicarakan sama kamu."


"Baik......"


Aku pun langsung mengikuti mas Ken dari belakang mengikutinya masuk ke dalam ruangan nya yang berada di sebelah ruangan ku.


"El......"


"Kamu pasti sudah mendengar perihal gosip yang sudah tersebar di kantor kita ini. Ya bukan gosip sih,kenyataannya memang kita pacaran sekarang."


"Iya aku sudah tahu dan mendengarnya dari Susan."


"Kamu tahu,berita ini sudah sampai ke kantor pusat dan sudah di dengar oleh ayah ku." lanjutnya.


"Apa?"


"Jadi maksud mas,ayah mas Ken sudah tahu tentang hubungan kita?"


"Iya....." ucapnya pelan.


"Aku ingin kita menikah secepatnya,aku tahu pasti kamu masih ragu terhadap ku saat ini. Tapi menurut aku,tidak penting seberapa lama aku kenal kamu,hati aku sudah cocok dengan kamu." ucap mas Ken sambil memegang tangan ku.


"Iya,aku tahu mas. Tapi bagaimana dengan pandangan orang di sekitar kita? Terlebih lagi dengan keluarga kamu."


"Aku pernah bilang sama kamu bukan,orang tua ku tak pernah membatasi aku untuk menjalin hubungan dengan siapa pun. Mereka mendukung apa yang menjadi pilihan aku."


Aku hanya terdiam mendengar ucapan mas Ken barusan. Apa benar keluarganya akan menerima aku yang hanya bekerja sebagai bawahan dia di kantor.


"Tapi aku juga tidak bisa memaksa kamu juga, kalau memang kamu tidak mau menerima ini. Aku bisa menerimanya dan sebaiknya kita tidak perlu melanjutkan hubungan kita ini. Kalau pada akhirnya kamu tidak mau bersama ku."


Mas Ken pun langsung melepaskan genggamannya dan keluar dari ruangannya. Aku sendiri bukan tidak ingin langsung memberinya jawaban,hanya saja aku masih merasa takut terlebih lagi ini kali pertama untuk aku menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.


Sepeninggal mas Ken,aku langsung keluar kembali duduk di meja kerja ku dan memikirkan kembali perkataan mas Ken.


"El......"


"Kamu kenapa? Tadi aku lihat mas Ken keluar dari ruangannya dengan wajah yang kesal. Apa kalian bertengkar gara-gara masalah sekarang ini?"


"Dia mengajak ku untuk menikah,tapi aku tidak bisa langsung memberikannya jawaban.Aku masih takut San,kamu tahu kan ini kali pertama untuk aku menjalin hubungan dengan dia."


"Ya itu kembali lagi ke diri kamu sendiri,aku takut salah bicara juga.Sebaiknya kamu pikirkan baik-baik,apa yang terbaik untuk kamu kedepannya. Jangan sampai kamu menyesal nantinya."


"Iya......."


Susan pun kembali ke meja kerjanya,dia tampak khawatir melihat keadaan ku dan terus melihat ke arah ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sekitar jam 2 siang,aku mendapatkan laporan yang harus di berikan pada mas Ken dan meminta tanda tangan darinya. Namun,saat aku mengetuk pintu ruang kerjanya di lantai atas,tidak ada sahutan dari mas Ken dan hanya ada keheningan saja.


"Bu Elvira......" teguran Teguh salah satu pegawai kebersihan.


"Eh Teguh,"


"Bu Elvira cari pak Kenzo ya?"


"Iya,"


"Kalau tidak salah,tadi saya lihat bapak keluar habis makan siang."


"Pergi?" tanya ku heran.


"Kok mas Ken tidak bilang sama aku kalau dia ada urusan di luar?" tanya ku dalam hati.


"Iya bu,bapak tadi kayaknya pergi. Saya lihat soalnya pas bapak naik mobil beliau." lanjut Teguh.


"Oh gitu,ya sudah makasih ya."


Aku pun langsung pergi dari depan ruangan mas Ken untuk kembali ke ruangan aku yang berada di lantai bawah.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ...


"Lah El,kenapa cepat banget?" tanya Susan yang menyambut ku.


"Mas Ken nya nggak ada,kata Teguh dia lagi pergi ke luar."


"Pergi keluar? Tumben dia nggak kasih tahu kamu."


"Mungkin dia masih kesal sama aku,"


"Bisa jadi El....." timpal Susan.