Let Me Go

Let Me Go
Chapter 30



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Ini kak,kata ibu suruh bawa ini. Katanya takut kakak mau ngemil di sana."


"Ya ampun,ibu repot-repot aja. Sampai buatkan kakak makanan segini banyak."


"Sini de,duduk."


Dia pun langsung duduk di samping ku sambil ikut menata makanan nya ke dalam tas jinjing.


"Oh iya,kapan kamu mulai ikut ospek?"


"Nanti hari rabu kak,kemarin aku baru memasukan pendaftarannya."


"Semoga lancar yah,maaf yah kakak nggak bisa antar kamu di hari pertama kamu masuk kuliah."


"Iya kak,nggak apa-apa. Lagian kan di sini masih ada ibu juga kan."


"Nanti kalau kamu libur semester main lah ke Semarang sama ibu dan nenek sama adik juga."


"Ya ampun kakak,baru aja mau berangkat. Udah minta aku buat main aja ke sana."


"Ya akan nanti de,"


"Iya deh,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Paginya aku bangun sengaja lebih pagi dari hari biasanya. Aku ingin menghabiskan waktu bersama keluarga ku pagi ini. Seperti biasa nenek pasti tengah di teras depan tengah memberi makan ikan. Sedangkan ibu dan ade tengah di ruang makan sambil momong adik bungsu ku.


"Pagi......." sapa ku.


"Sini nak,nih ibu buat pisang goreng masih anget lagi."


Aku pun langsung duduk dan langsung mengambil satu potong pisang goreng yang di buat ibu.


"Ayah udah sampai di Bandung bu?"


"Udah katanya semalam jam 9."


"Syukurlah,"


Tiba-tiba saja,bi Nur menghampiri kami.


"Sarapannya udah siap,nyonya.''


"Oh iya bi,makasih ya."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Tepat jam 7 kurang,mas Ken sudah sampai di depan rumah. Aku sendiri bingung,pastinya nanti keluarga ku akan bertanya pada ku karena aku berangkat bareng dengan nya.


Aku pun langsung ke depan untuk menghampiri dia terlebih dahulu sambil membawa koper kecil.


Setibanya di depan rumah,supir yang membawa mobil nya mas Ken turun dan langsung membantu ku untuk menyimpan kopernya ke dalam bagasi.


"Bu,mas Ken menunggu di dalam."


"Iya pak....."


Aku pun menyempatkan untuk menyapanya terlebih dulu.


"Pagi mas,"


"Pagi sayang...." balasnya sambil tersenyum.


"Hush, bagaimana kalau nanti ada yang mendengarnya." ucap ku pelan.


Dia langsung memasang wajah ketidak sukaan nya,saat aku mengatakan hal seperti itu barusan.


"Aku belum memberitahu keluarga ku,masalah hubungan kita." lanjut ku.


"Ya udah,"


"Sebentar yah,aku mau ambil lagi sisa barang ku sambil berpamitan sama keluarga ku."


"Iya......" balasnya dengan wajah cemberutnya.


Aku pun langsung masuk kembali ke dalam rumah. Ternyata Niken sudah membantu ku untuk menurunkan barang bawaan ku ke lantai bawah.


"Yang jemputnya udah datang ya El?" tanya nenek.


"Iya nek,"


"Nenek minta,sesampai nya kamu di sana kamu jangan lupa langsung hubungin kita semua di sini."


"Iya nak,kami selalu mengkhawatirkan kamu di sini."


"Iya bu,maaf yah kalau sebelumnya aku susah sekali buat di hubungi."


"Jaga diri kamu baik-baik di sana,jaga kesehatan kamu. Jangan sampai kamu telat makan,nanti sakit lambung kamu kambuh lagi." ucap nenek.


"Iya nek,"


"Ya udah,kalau begitu aku pamit yah.Sehat-sehat juga nenek,ibu dan ade di sini."


Kami pun langsung berpelukan satu sama lain dan aku pun tidak bisa menyembunyikan kesedihanku.Ini pertama kalinya aku meninggalkan nenek jauh.


Setelah itu,aku langsung menuju keluar dari rumah dan keluarga ku hanya mengantarku sampai di depan gerbang.


"Dah....." ucapku sambil melambaikan tangan.


"Hati-hati nak," ucap nenek.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kami pun akhirnya sampai di Semarang dengan selamat. Sepanjang perjalanan tadi,mas Ken banyak terdiam. Mungkin dia masih marah sama aku,karena tadi aku sempat melarangnya saat di dalam mobil.


Kami pun naik taksi menuju hotelnya,karena supir yang biasa jemput kami tengah mengantarkan tamu ke luar kota.


Sesampainya di hotel,kami langsung naik ke lantai 4 untuk menyimpan barang-barang kami sebelum besoknya kami pindah ke apartemen.


Saat aku hendak menutup pintu kamar ku,mas Ken langsung menarik tangan ku dan membawa ku menuju ke kamar nya.


"Mas kamu mau apa?" tanya ku kaget.


"Salah kamu,karena sudah buat aku kesal."


Dan kami pun akhirnya sampai di kamar hotelnya mas Ken. Sesampainya di sana,mas Ken langsung melempar ku ke atas ranjang dan langsung menindih ku.


"Aku tidak suka El,kamu berkata seperti itu."


"Aku serius dengan hubungan kita ini." lanjutnya.


"Iya aku tahu mas,tapi......"


Belum juga selesai,mas Ken langsung mencium bibir ku dengan agresif. Aku hanya bisa pasrah dan mengikuti permainannya kali ini,karena memang aku yang lebih dulu membuat dia jengkel seperti sekarang ini.


Tangannya pun mulai meremas bagian dada ku dengan lembut.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah merasa puas,mas Ken pun langsung melepaskannya dan meminta aku untuk menemaninya tidur.


"Emangnya hari ini,kita nggak ke kantor mas?"


"Tidak,"


"Sudahlah,aku ingin bersama kamu hari ini di sini."


"Baiklah,"


Dia pun meminta ku untuk membuka baju ku dan memeluknya sambil tidur.


"Rasa nya nyaman sekali. Tetap lah seperti ini sampai aku tidur." ucapnya sambil menyembunyikan wajahnya di balik belahan dada ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Tepat jam 2 siang aku terbangun karena merasakan sesuatu yang tengah mengelus bagian dada ku sambil memeluk ku.


"Mas,kamu udah bangun?"


"Sudah dari tadi,"


"Ya udah,aku mau pakai baju ku kembali. Lagi pula aku merasa lapar sekarang."


"Aku sudah pesan makanan,itu sudah di siapkan di atas meja."


Mas Ken pun langsung membalikkan badan ku dan langsung membuka bra yang menutupi bagian dada ku.


"Kamu mau ngapain mas?"


"Sebentar saja,aku ingin menghisapnya."


Tanpa mendengar jawabanku terlebih dulu. Dia langsung melakukannya dengan pelan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sorenya,aku balik ke kamar ku untuk mandi dan berganti pakaian. Karena aku sudah ada janji dengan Susan untuk bertemu di suatu tempat.


"Bisa-bisanya dia banyak meninggalkan bekal memerah seperti ini lagi." ucap ku sambil bercermin di cermin yang ada di kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian,aku langsung turun ke bawah untuk memesan taksi menuju cafe dimana aku dan Susan akan bertemu.


Butuh waktu sekitar 10 menitan untuk aku sampai di cafenya. Ternyata Susan sudah menunggu aku di depan Cafenya.


"Susan......!" seru ku.


Dia langsung menyambut ku dan memeluk ku erat.


"Kapan kamu sampai?" tanya ku.


"Baru aja,tidak sampai 5 menit."


"Ya udah yuk kita masuk,aku sudah lapar nih. Tadi siang aku hanya makan cemilan aja di kantor." ajaknya.


"Yuk...."


"Eh bentar deh,ini kamu lagi sakit atau gimana? Setahu ku suhu di sini tuh panas,tapi kamu malah pakai baju tebal kayak gini." ucapnya saat menyadari aku memakai jaket yang menutupi sebagian leher ku.