
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kebiasaan sekali,dia mencium ku semaunya dia." gerutu ku dalam hati.
Aku hanya bisa pasrah saja dengan apa yang tengah di lakukannya. Namun akhirnya dia pun malah kembali tidak sadarkan diri dan langsung tertidur. Aku merasa lega,karena aku sudah ketakutan dengan apa yang barusan di lakukannya.
Aku pun membalikan badannya dan membantu untuk melepaskan sepatu yang iya kenakan.
"Ish menjengkelkan sekali sih,tadi bilangnya tidak akan mabuk. Tapi nyatanya dia malah lebih banyak minum dari temannya yang lain.'' gerutu ku.
Setelah membantu mas Ken untuk tidur,aku pun langsung menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
Sedari tadi,bahkan aku tidak sempat untuk minum sedikit pun. Untungnya di dalam kulkasnya tersedia banyak air mineral,jadinya aku tidak kesusahan.
"Sebentar,baiknya sekarang gimana yah? Masa iya aku main pergi begitu saja,meninggalkan dia dalam kondisi seperti ini. Gimana kalau nanti terjadi apa-apa sama dia,nanti aku lagi yang di salahkan."
Aku pun berpikir sejenak untuk mencari jalan terbaik nantinya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kwek......."
Saat aku tengah tiduran di ruang TV,aku mendengar mas Ken seperti sedang muntah. Aku langsung lari menuju ke dalam kamar untuk mengeceknya. Dan ternyata benar saja,dia memuntahkan semua minuman yang dia minum di tempat tadi.
Meski pun baunya tidak sedap,terpaksa aku harus membantunya.
"Ya ampun mas Ken,kalau kamu tidak pandai minum. Kenapa sih,tadi kamu malah banyak minum." gerutu ku sambil membuka jas nya yang terkena cipratan muntahannya.
"El......" ucapnya lemah.
"Kamu masih di sini ternyata,kita di mana?" tanya nya sudah sedikit sadar.
"Kita di apartemen milik kamu mas,aku terpaksa membawa mu ke sini. Karena tadi kamu mabuk berat," jelas ku.
Dia pun meminta ku untuk membantunya bangkit dari tidurnya.
"Aku mau ke toilet,"
"Ya udah."
"Kamu bisa sendiri nggak? Apa mau aku bantu?"
"Tidak perlu,aku bisa sendiri kok."
Dia pun berjalan menuju toiletnya dengan sempoyongan sambil sesekali berpegangan pada dinding.
Sambil menunggu mas Ken keluar dari kamar mandi,aku pun memilih untuk mencari lap untuk membersihkan bekas muntahan mas Ken di lantai.
Aku sempat kesulitan untuk mendapatkan apa yang aku inginkan,sampai akhirnya aku menemukannya di bagian yg gudang dekat dengan ruangan kerja.
Tanpa menunggu lama,aku langsung membasuhnya dan memakaikan pewangi juga supaya tidak bau.
Setibanya kembali di kamar,mas Ken masih ada di dalam kamar mandi. Terdengar dia menyalakan keran air dari dalam.
Aku hampir saja muntah dengan bau yang di timbulkan oleh muntahannya,namun kalau bukan aku siapa lagi yang akan membersihkannya. Sambil menutup hidungku dengan satu tangan,aku berusaha secepatnya untuk membersihkan bekas muntahannya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Butuh sekitar 15 menitan,aku membersihkan bekas muntahannya itu. Sampai akhirnya mas Ken pun keluar dari kamar mandinya.
"El......"
"Kamu sedang apa di sana?" tanyanya.
"Sedang apa lagi,aku sedang membersihkan bekas muntahan mas Ken. Kalau tidak cepat di bersihkan nantinya keburu mengering dan ruangan ini akan bau." jelas ku.
"Makasih ya,karena kamu sudah mau membantu aku. Maafkan aku karena sudah buat kamu kesusahan kali ini."
"Ya sudah tidak apa-apa,lagian ini sudah terjadi juga bukan. Ya udah,sebaiknya mas Ken langsung istirahat aja. Aku juga akan istirahat di luar." ucap ku langsung menuju keluar.
Setelah membereskan peralatannya,aku pun bersiap untuk istirahat di ruang tamu sambil menonton TV.
Namun tidak lama setelah itu,mas Ken keluar dengan wajahnya yang tampak pucat.
"Lah mas,kamu kenapa? Apa kamu sakit?" tanya ku khawatir.
"Aku meras pusing dan tubuh ku terasa dingin sekali sekarang. Apa kamu bisa membantu ku untuk mencari kompres?"
"Baiklah,tunggu saja di dalam. Nanti aku akan membawakannya untuk kamu."
Ken pun langsung masuk kembali ke dalam kamar.Sedangkan aku langsung mencari kotak obat untuk mencari obat yang di mintanya,tidak lupa aku pun mencari handuk kecil untuk mengompresnya.
... ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah berhasil menemukan obat yang dia minta,aku langsung membawanya ke dalam kamar dan membantunya untuk meminumnya.
"Aku tidak menemukan handuk kecilnya,"
"Untuk apa?" tanya nya Aku ingin mengomprea kamu. Lihatlah,badan kamu sekarang sudah dingin seperti ini." ucap ku sambil menyentuh dahinya.
"Aku tidak punya handuk kecil di sini,tapi di lemari pakaian ku ada saputangan."
"Tidak apa-apa,aku bisa menghunakan itu."
"Ambilah,"
Tanpa ragu aku langsung mengambil sapu tangan dari dalam lemari pakaian miliknya. Dan aku pun langsung menyiapkan air panas untuk mengompresnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tanpa terasa waktu pun sudah menunjukn pukul 01 dini hari. Dan aku masih saja tengah mengomprea mas Ken yang masih dalam keadaan mengigil.
"Dingin......" ucapnya sambil memeluk selimutnya erat.
Karena merasa tidak tega melihat kondisinya yang kedinginan seperti itu,aku pun langsung naik ke atas ranjang dan langsung memeluknya.
"Terpaksa aku harus melakukan ini sama kamu,aku tidak tega melihat kondisi kamu yang kesakitan seperti ini."
Mas Ken hanya terdiam dan melingkarkan tanganya pada ku. Akhirnya setelah menunggu lama,mas Ken pun baru bisa tertidur begitu pun juga dengan aku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Aku bisa merasakan saat tangannya memeluk ku dengan erat. Dia bahkan sempat mengelus perut ku juga. Aku hanya diam saja,karena sudah merasa ngantuk dan membiatkannya kali ini.
Tidak mungkin juga dia akan melakukan hal di luar dugaan,karena sekarang kondisi dia sedang tidak sehat.
"Makasih El......" gumamnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Paginya aku terbangun dengan keadaan baju ku yang sudah tersingkap. Mungkin ini ulahnya mas Ken,karena semalam dia memeluk ku sambil mengelus perut ku.
Aku langsung mencari keberadaan mas Ken yang sudah tidak lagi memeluk ku seperti semalam. Tapi aku tidak mendapatinya di samping ku saat ini hanya ada kasur guling saja.
"Kemana dia? Apa dia sedang ke toilet?" ucap ku.
Tapi aku merasa ruangan ini tampak sepi dan aku sendiri bisa merasakan kalau saat ini hanya ada aku sendiri di apartemen yang luas ini.
Aku tidak mendengar suara air yang mengalir,kalau seandainya mas Ken sedang ada di dalam kamar mandi. Hanya kesunyian yang aku rasakan sekarang ini.
"Lalu kemana perginya dia? Apa dia sudah sembuh dan meninggalkan aku di sini sendirian?" tanya ku kembali.
Tapi herannya,kunci mobilnya masih ada di atas meja. Dan jas sama sepatunya juga masih ada di kamar, meskipun semalam itu jasnya terkena muntahannya.
Aku langsung bangun untuk mencari keberadaannya,takutnya dia pingsan atau apa.