
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Aku sempat terdiam saat Susan mengatakan hal itu,aku takut ada orang lain yang mendengarnya.
"Hush,kamu tuh yah. Nanti kalau misalkan ada yang mendengar gimana? Soalnya kan belum ada yang tahu masalah hubungan aku dengan mas Ken di kantor ini." ucap ku pelan.
"Ah iya,maaf yah aku lupa."
Kami pun langsung duduk di meja kami masing-masing dan langsung mengerjakan laporan yang sudah terbengkalai beberapa hari.
Tidak lama setelah itu,mas Ken pun masuk ke dalam ruangan yang ada di dekat ruangan ku.Dia sempat melihat ke arah ku beberapa saat,namun aku langsung mengalihkan pandangan ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Pas jam istirahat, aku dan Susan memesan makan siang lewat ojeg online. Sedangkan mas Ken sekitar jam setengah sebelas tadi pergi ke ruangannya yang ada di lantai atas.
"Eh,itu mas Ken nggak makan siang apa? Soalnya aku perhatikan dari tadi dia belum turun dari ruangannya itu."
"Mungkin sudah ada yang menyiapkan makan siang untuknya.Sudahlah biarkan saja,lagi pula aku tidak mau mencampuri......"
Belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku,tiba-tiba saja ada petugas kebersihan yang datang menghampiri aku.
"Bu di panggil pak Kenzo ke ruangannya." ucapnya.
"Oh iya,makasih mas. Nanti saya akan ke sana."
"Baik bu,"
Susan pun langsung datang menghampiri aku dengan kepo nya.
"Apa katanya?"
"Nggak tahu aku juga,nanti saja aku mau menghabiskan makanan ku dulu."
"Enak yah,kalau satu kantor sama pacar. Coba saja aku sama seperti kamu."
"Apaan sih San,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah selesai makan,aku pun langsung naik ke lantai atas untuk menemui mas Ken.
*Tok.....Tok......Tok......
"Masuk......"
Aku pun langsung masuk ke ruangan mas Ken.
"Kenapa pak?"
"Temani aku makan siang di sini."
"Ya ampun,padahal kamu kan bisa makan siang sendiri di sini. Kenapa harus sama aku?"
"Aku tidak bisa kalau makan siang sendirian di sini."
Aku pun langsung duduk di depan dia,ternyata di mejanya sendiri sudah ada beberapa menu makanan yang sudah tersedia.
"Kamu mau nggak?" tanyanya.
"Tidak,tadi aku sudah makan siang lebih dulu sama Susan."
"Gimana laporannya apa sudah ada yang selesai?"
"Paling nanti sore baru selesai."
"Ya udah......"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sorenya aku sudah janjian sama mas Ken dan pulang paling belakangan dari pada karyawan yang lain. Kami berencana untuk pergi ke apartemen yang nantinya akan kami tinggali selama kerja di sini.
Setelah menunggu semua karyawan pulang hampir setengah jam,aku dan mas Ken pun langsung keluar dan masuk ke dalam mobil miliknya mas Ken.
"Ya ampun,kayak apa aja ya kita. Mau pergi bareng aja harus main umpat-umpatan seperti ini."
"Ya mau bagaimana lagi,untuk sementara ini kita hanya bisa melakukannya seperti ini dulu."
Mas Ken pun langsung tancap gas,keluar dari area parkiran kantor.
"Jauh nggak sih mas tempatnya?''
"Tidak lumayan dekat kok,"
"Aku sengaja cari tempat yang tidak begitu jauh dari kantor." jelasnya.
"Oh......"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah mengemudi sekitar 10 menitan,kami pun akhirnya sampai di area apartemennya.
"Wah....." seru ku takjub.
"Kenapa?"
"Hem......."
"Ya udah yuk turun," ajaknya.
Kami pun langsung masuk ke apartemennya dan langsung menuju ke lantai di mana unit kamar kami berada.
"Sepertinya ini terlalu besar untuk tempat tinggal aku sendirian di sini." ucap ku saat kami di dalam lift.
"Tahu dari mana,belum juga kamu melihatnya ."
"Iya juga sih,hanya saja aku melihat dari bangunannya aja gede banget."
"Ya kan,kedepannya takutnya kamu mau ajak keluarga kamu nginep ke sini kan bisa."
"Ih tahu aja," balas ku sambil tersenyum.
Kami pun akhirnya sampai di depan unit kamar yang akan aku tinggali.
"Ayo masuk," ajaknya.
Setelah melihat keadaan di dalam kamarnya,aku sangat takjub karena sesuai dengan perkiraan aku. Kamarnya itu mempunya dua kamar tidur berukuran cukup besar. Terlebih lagi sudah di lengkapi juga oleh beberapa furnitur di dalamnya.
"Ini pasti mahal,"
"Udahlah,kamu nggak perlu mengkhawatirkan masalah itu. Aku sudah mengurus semuanya,"
"Tetap saja mas,masa iya aku tinggal di sini secara cuma-cuma. Ya nggak enaklah,"
Mas Ken pun hanya tersenyum sambil melihat keadaan di luar jendela.
"Kalau kamar mas sendiri di mana?"
"Aku ada di lantai 9,dua tingkat di atas kamu."
"Kan kamu sendiri yang bilang waktu itu,tidak mau berdekatan dengan aku." lanjutnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Mas Ken pun sempat mengajak aku untuk melihat kondisi kamar milik dia. Hanya saja aku menolaknya dan memilih untuk mengajak mas Ken pulang.
"Sebelum pulang,bagaimana kalau kita makan malam dulu." ajaknya.
"Boleh,"
"Aku punya rekomendasi tempat yang bagus untuk makan malam kita hari ini. Aku tahu tempat ini dari Kevin,dia yang merekomendasikannya langsung." jelas mas Ken.
"Oh gitu,aku sih ikut aja. Asal jangan jauh-jauh,aku nggak mau."
"Tidak kok,tenang aja. Dekat kok dari sini,takut banget." timpalnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampai di restorannya,kami pun langsung masuk karena memang aku sendiri sudah merasa lapar. Karena sedari tadi aku tidak sempat makan apa-apa. Biasanya aku bekal cemilan dari rumah saat masih kerja di Jakarta. Namun,di sini aku belum sempat untuk membeki cemilan karena aku sendiri masih belum pindah ke tempat yang baru.
"Kamu mau makan apa?" tanya mas Ken yang tengah memerikasa menunya.
"Aku percayakan saja sama mas Ken,"
"Ya sudah kalau begitu,kamu tunggu saja di meja."
Aku pun langsung mencari meja yang masih kosong,namun mata ku langsung tertuju pada sekumpukan orang yang tengah duduk di dekat jendela yang tengah asik mengobrol.
"Ya ampun,itu kan bu Rahma sama staf nya."
Aku pun langsung berbalik arah dan langsung menarik tangan mas Ken untuk kembali ke luar dari restorannya.
"Kenapa?" tanya nya heran.
"Udah sebaiknya kita keluar aja dari sini." ajak ku
Dia pun langsung mengikuti aku keluar dari restorannya.
"Ada apa sih?" tanyanya kembali.
"Tahu nggak,di dalam itu ada bu Rahma sama anak buahnya lagi pada makan-makan."
"Lah,emangnya kenapa salahnya? Ini kan tempat umum."
"Mas,nanti gimana kalau dia tahu tentang hubungan kita ini?"
"Hem....."
Mas Ken pun langsung berjalan menuju mobilnya.
Aku tahu betul,mas Ken pastinya kecewa sama aku. Karena aku selalu menjadikan alasan hubungan kami ini,saat menghindari orang-orang di sekitar kami atau pun orang kantor.
Sesampainya di dalam mobil,mas Ken pun langsung terdiam dan hanya fokus sambil memainkan ponselnya.