Let Me Go

Let Me Go
Chapter 13



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Pak Yogi pun langsung melajukan mobilnya menuju hotel yang di sebutkan oleh mas Ken tadi.


"Nanti kita meeting sekitar satu jam saja,ini kamu lihat dulu apa saja yang akan kita bahas nantinya."


Mas Ken pun memberikan aku satu buah map yang tidak begitu tebal,aku pun langsung meraihnya.


"Saya dengar kamu cukup cepat menghapal apal yang akan di bahas dalam meeting. Saya harap kamu tidak mengecewakan saya."


"Baik pak,"


Aku pun langsung membaca isi dari map itu dengan teliti,meskipun sebenarnya aku sedikit merasa pusing. Tapi aku tidak mau mengecewakan mas Ken kali ini.


Apalagi barusan dia sudah menyindir tentang kinerja ku selama ini. Jadinya aku harus melakukan yang terbaik supaya tidak mengecewakan nya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Akhirnya kami pun sampai setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh.


"Pak maaf,maksud bapak hotel C*****a bukan,soalnya setahu saya di sini tidak ada hotel A******s." ucap pak Yogi.


Mas Ken pun langsung terdiam dan langsung mengecek HP nya.


"Oh iya pak,saya salah sebut."


"Baik pak,"


Untungnya pak Yogi berhenti tepat di depan hotel nya dan beliau pun langsung menurunkan kami tepat di depan lobi hotelnya.


"Pak,kok bapak bisa tahu sih? Kalau hotel yang di maksud pak Ken salah." bisik ku.


"Soalnya sebelum tadi menjemput bapak,saya di kasih tahu sama bu Rahma bagian HRD."


"Oh pantas saja," aku pun sedikit tersenyum.


Setelah itu baru lah aku turun dari mobil dan langsung mengikuti mas Ken dari belakang.


"Bisa-bisanya dia salah menyebut nama Hotel tadi. Sepertinya itu hotel lain yang pernah dia kunjungi." bisik ku dalam hati.


Kami pun langsung menuju ruangan yang berada di lantai 3,di sana sudah ada 3 orang yang sudah menunggu kami.


"Aduh,maaf pak Yanto. Saya terlambat," ucap mas Ken langsung menyalaminya.


"Tidak apa-apa,lagi pula saya juga baru saja sampai."


"Silahkan pak,bagaimana kalau kita mulai saja meeting nya." lanjut beliau.


''Baiklah,"


Tidak lupa aku pun menyalami ke tiga orang itu dan memperkenalkan diri. Tampaknya mereka sudah terbiasa dengan pergantian sekretaris mas Ken di sini. Mereka hanya menganggukkan kepala sambil menyalami aku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Tepat jam setengah 6 sore,meeting nya pun sudah selesai. Kami pun langsung berpamitan sama pak Yanto dan kedua pegawainya.


"El......"


''Kamu duluan saja naik ke atas,saya ada urusan dulu."


"Baik pak,"


"Kuncinya kamu minta saja sama resepsionisnya,mereka pastinya sudah tahu."


Mas Ken pun langsung masuk ke dalam lift sambil membuka jas yang iya kenakan sedari tadi.


Sedangkan aku,turun melalui lift yang satunya lagi.Mungkin dia bicara seperti itu,karena tidak mau sati lift dengan ku untuk turun ke lantai 1.


Sesampainya di lantai 1, aku langsung menuju tempat resepsionis dan menanyakan kamar yang sudah di pesankan oleh mas Ken.


"Permisi,"


"Mba,saya mau ambil kunci."


"Atas nama?"


"Pak Kenzo....."


"Sebentar ya bu,saya cek dulu."


Aku pun menunggu pegawai resepsionisnya mengeceknya terlebih dulu.


"Baik ibu,ini kuncinya. Kamarnya di nomor 2026 di lantai 4."


"Makasih mba,"


Aku pun langsung meraihnya dan langsung masuk kembali ke dalam lift untuk menuju ke kamar ku.


Sesampainya di depan kamar ku,aku langsung membuka pintunya. Aku sangat senang karena akhirnya setelah aktivitas hari ini yang cukup padat,aku pun bisa istirahat.


Namun saat aku membuka pintunya,aku terkejut karena koper dan beberapa tas milik mas Ken ada di kamar ku.


"Lah ini kenapa pak Yogi menyimpannya di kamar ku,bagaimana kalau nanti mas Ken mencarinya.Nanti di sangkanya aku mencurinya lagi,"


"Eh,tapi ini ada tas ku juga di sini." lanjut ku sambil meraih tas kecil milik ku yang terselip di antara banyaknya barang milik mas Ken.


"Sepertinya pak Yogi menyimpan semuanya di sini.Ya udahlah,nanti saja aku kembalikan ke kamar nya mas Ken setelah dia kembali."


Karena aku merasa lelah,aku pun langsung membanting tubuh ku di atas kasur yang cukup luas untuk aku tidur sendiri.


"Baik juga ternyata,aku sampai di pesankan kamar seluas ini." gumam ku sambil menikmati kasur nya yang empuk.


Tanpa terasa aku pun langsung tertidur dan sudah tidak ingat apa-apa lagi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Tepat jam 10 malam,aku baru saja tersadar dari tidur ku. Aku sempat kaget karena melihat kondisi di luar sudah gelap gulita saja.


"Ya ampun,ini sudah jam 10 saja."


"Oh iya,mas Ken udah kembali apa belum yah?" ucap ku langsung bangkit dari tidur ku.


Aku pun berjalan menuju pintu untuk mengecek ke luar. Ternyata di luar tampak sepi dan tidak ada satu orang pun yang bisa aku tanyai. Lagi pula,aku juga tidak tahu,di mana kamarnya mas Ken berada.


"Ya sudahlah,paling juga nanti dia ke sini untuk mengambil barang milik dia."


Aku pun langsung kembali masuk ke dalam dan bersiap untuk mandi.Aku sangat senang karena kamar mandinya begitu luas dan ada bathtub nya.


"Wah,luas sekali. Aku bisa berendam juga sekarang,"


Tanpa berpikir panjang aku langsung membuka semua baju ku dan langsung menyiapkan dulu airnya dan memasukan sabun nya ke dalam bathtub.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Hampir satu jam lamanya aku berendam di dalam bathtub nya,karena di rasa cukup aku pun langsung menyudahinya dan membersihkan diri segera mungkin,karena waktu sudah malam juga.


Aku merasa jauh lebih baik di bandingkan saat pertama aku tiba di sini tadi sore.Setelah selesai mandi,aku pun langsung keluar untuk mengganti pakaian ku dengan baju tidur yang sudah di siapkan oleh ibu.


" Segarnya,"


Aku langsung meraih tas milik ku yang aku letakkan di atas kursi. Aku pun langsung memakai pakaian dalam ku sebelum memakai baju tidurnya.


''Ya ampun,kenapa bisa ibu memasukan pakaian dalam ku yang berwarna cerah ini.Tapi ya sudah lah,mau bagaimana lagi." ucap ku sambil memakainya.


Saat aku tengah mengambil baju tidur dari dalam tas ku,tiba-tiba saja pintu kamar ku terbuka. Aku langsung kaget di buatnya,dan langsung memakai kembali handuk ku untuk menutup tubuh ku yang hanya menggunakan pakaian dalam.


Alangkah kagetnya aku,melihat mas Ken yang sudah berdiri tepat di depan kamar mandi sedang menatap ku.


"Pak Ken,kenapa bapak bisa masuk ke sini?" ucap ku sedikit terbata-bata.


Tanpa menjawab pertanyaan ku,dia langsung melangkah ke arah ku dan langsung menarik handuk yang menutup tubuh ku.