Let Me Go

Let Me Go
Chapter 20



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Karena aku bingung harus menjawab apa,aku pun langsung berdiri lebih dulu meninggalkan mas Ken yang masih duduk di gajebo.


Sebenarnya perkataan dia barusan sangat buat aku terkesan dan jantungku berdetak tidak beraturan di buatnya. Aku berusaha untuk menghindarinya,karena meskipun aku juga merasakan hal yang sama terhadapnya. Aku masih merasakan keraguan di dalam hati ku dan takut dia hanya mempermainkan ku saja.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sedang tidak bermimpi kan sekarang?"


"El,kamu harus sadar bisa saja kamu barusan salah dengar saja." lanjut ku sambil terus berjalan.


Di tengah perjalanan aku bertemu dengan seorang pegawai yang sepertinya memang dia berniat menghampiri aku dan mas Ken ke gajebo.


"Bu Elvira yah," ucapnya.


"Iya pak,kenapa yah?"


"Ini bu,tadi mas Ken minta saya untuk bawa beberapa buah untuk di bawa pulang katanya." jelasnya.


"Oh gitu,ya udah pak langsung bawa saja ke mobil. Soalnya ini juga saya mau ke sana."


"Baik bu,"


Aku dan pegawai itu pun langsung menuju mobilnya mas Ken di depan.Sesampainya di sana,aku langsung membantunya untuk memasukannya ke dalam bagasi.Karena memang mobilnya tidak di kunci juga,makanya aku bisa membukakan bagasi belakang untuknya.


"Makasih pak,"


"Sama-sama bu,"


Beliau pun langsung kembali berjalan menuju kebunnya.Tidak lama kemudian,mas Ken pun datang dengan membawa satu kantong penuh jeruk di tangannya.


"Kenapa orang tadi?" tanya nya.


"Ini pak,dia memberikan kita beberapa buah-buahan untuk di bawa pulang. Katanya bapaj kan tadi yang memintanya." jelas ku.


"Ah iya,"


"Ini aku juga bawa buah jeruk juga,lumayan kan mumpung di sini." ucapnya.


"Ya udah yuk,kita langsung pulang aja." lanjutnya.


"Kita tidak pamitan dulu sama pak Iswanto?"


"Tadi aku sudah berpamitan langsung sama dia,makanya saya bisa bawa jeruk-jeruk ini. Tadi pak Iswanto sendiri yang memetiknya untuk kita." jelasnya.


"Oh gitu, ya udah kalau gitu."


Kami pun langsung masuk kedalam mobil untuk langsung pulang. Karna tanpa aku sadari sekarang sudah pukul jam 5 sore.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Di tengah perjalanan,tiba-tiba saja mobilnya mati. Aku langsung terbangun karena memang aku tadi sempat tertidur.


"Kenapa pak?" tanya ku.


"Gawat,"


"Gawat? Gawat kenapa?"


"Aku lupa tidak mengisi bensinnya sebelum berangkat ke sini. Lihatlah,bensinnya habis." tunjuknya.


"Ya ampun pak,terus gimana dong?"


Aku langsung melihat ke sekeliling dan kami terjebak di tengah hutan yang tidak ada satu pun rumah yang ada di sana.Jalanan pun tampak gelap gulita karena tidak ada penerangan sama sekali.


"Bapak coba minta tolong pak Yogi atau pak Iswanto atau siapa pun itu untuk jemput kita ke sini."


"Sebentar......"


Dia pun langsung meraih HP miliknya yang di simpan di dalam saku celananya.


"Sial....." gerutunya.


"Kenapa?"


"HP nya lowbat,"


Aku langsung lemas mendengar ucapannya,kami sudah tidak punya harapan lagi. Karena aku sendiri tidak punya kontak orang-orang yang ada di sini.


"Terus gimana dong? Masa malam ini kita harus tidur di sini,sambil menunggu orang yang lewat."


"Ya mau gimana lagi,kita berdoa saja.Semoga saja ada kendaraan atau orang yang lewat nanti." balas nya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Sebaiknya kamu tidur saja,sekarang.Aku akan berjaga semoga aja nanti ada keajaiban untuk kita."


"Bagaimana aku bisa tidur,dalam keadaan seperti ini."


Dia pun meraih sesuatu dari dalam kotak yang berada di bagian kursi belakang.


"Pakailah ini,kamu pasti kedinginan bukan,apalagi kamu hanya memakai rok selutut seperti itu." ucapnya.


Tanpa basa-basi aku langsung meraihnya dan menyelimutinya pada tubuh ku. Akhirnya aku pun bisa tidur sekarang,aku pun melepas sepatu ku dan menyilangkan kaki ku di atas kursi.


Mas Ken sendiri,dia tertolong karena dia memakai jas dan setelan celana panjang yang iya kenakan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku pun akhirnya terbangun karena kedinginan meskipun sudah memakai selimut.


"Kenapa?" tanya mas Ken melihat aku yang terbangun dan tengah berusaha menyelimuti ku dengan selimut.


"Dingin,"


"Seriusan? Apa itu tidak cukup untuk menyelimuti dan menghangatkan tubuh kamu?" tanya nya.


"Tidak sama sekali,ini makanya aku terbangun dari tidur ku."


Dia pun terdiam beberapa saat,dan kembali mencari sesuatu dari kotak yang ada di jok belakang.


"Sudah tidak ada lagi apa-apa," ucapnya.


"Kita pindah ke belakang." lanjutnya.


"Maksudnya?"


"Udah,kamu nurut saja,daripada kamu na ti sakit dan mati kedinginan." balasnya.


Dia pun berpindah ke bagian jok belakang lebih dulu,sedangkan aku masih keheranan dan tidak tahu apa yang tengah dia rencanakan sekarang.


"Sini......" ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


Aku pun menurutinya dan duduk di sampingnya.


"Sekarang kamu lepaskan semua baju kamu itu," lanjutnya.


"Kamu becanda yah? Aku pakai baju saja kedinginan,apalagi aku tidak pakai baju sama sekali."


"Udah kamu mau turuti perkataan ku atau tidak." ucapnya sedikit membentak ku.


Aku pun dengan ragu mulai melepaskan pakaian yang aku kenakan. Dan sekarang hanya meninggalkan pakaian dalam ku saja.


Dia pun gantian melepaskan jas dan kemeja yang dia kenakan.Aku langsung menutup mataku karena kaget melihat dia sekarang sudah bertelanjang dada.


"Sini," ucapnya sambil meraih tangan ku.


"Kamu mau ngapain?" balas ku takut.


"Aku mencoba untuk menghangatkan kamu sekarang,jadi sebaiknya kamu nurut aja."


Aku pun bergeser mendekatinya,dia sendiri langsung menyelimuti selimutnya untuk aku dan dia. Dan sekarang kami berada dalam satu selimut yang sama.


Perlahan aku merasakan tangannya yang mulai merangkul ku di bagian pinggang ku dan menarik ku semakin mendekatinya.


"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk kamu sekarang." ucapnya.


"Tapi......"


Dia kemudian membalikan tubuh ku dan menyandarkan pada dada bidangnya yang luas dan terasa hangat.


Aku sendiri langsung reflek melingkarkan tangan ku pada tubuhnya dan semakin menempelkan tubuh ku dengan nya.


Dia tampak terkejut dengan perlakuan ku,tidak berselang lama dia pun memegang dagu ku dan mengangkatnya.


Kami sekarang saling bertatapan satu sama lain,aku bisa melihat ketulusan di dalam matanya.Sampai akhirnya aku pun terbuai dan menciumnya lebih dulu.


Sampai akhirnya kami pun berciuman dengan intens sekarang,aku sangat menikmatinya dan seolah tubuh ku meminta lebih padanya. Tangannya mas Ken mulai meremas bagian dada ku dengan lembut,aku pun meringis karena kesakitan dan geli di buatnya.


Mas Ken pun berpindah tempat sekarang dia balik menghisap bagian dada ku dengan rakus. Aku meremas rambutnya dengan kuat karena merasakan kenikmatan dan kehangatan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan.


"Aku tidak ingin melanjutkannya,karena aku tidak ingin merenggut kewanitaan mu sekarang." ucapnya setelah menghentikan aktivitasnya.