LDR

LDR
Apa ini?



Nana merobohkan tubuhnya mengingat kembali apa yang terjadi barusan "Apa apaan ini.. ciuman pertama ku di renggut Aldan? pria cuek uang sifatnya dingin itu?.… oh tuhan. memalukan sekali.." gerutu Nana dalam hati sembari menutupi wajahnya dengan bantal.


sampai pesan singkat masuk ke ponsel nya.


T**hanks udh nemenin gue ke rumah sakit buat ngasih hadiah ke Violet.


sorry juga tadi tiba tiba gua nyium lu.


kalo boleh gua mau jemput lu besok?


Nana kaget bukan kepalang melihat pesan dari Aldan.. tadi dia berani mengambil ciuman pertama nya dan besok ingin menjemput nya? Aldan ini orang yang seperti apa sih sebenarnya. Nana terdiam merangkai kata untuk membalas pesan Aldan.


enggg.. enggak usah repot-repot besok papa ku yang nganterin aku kok. soal yang tadi aku anggap kau tidak sengaja melakukannya tapi. jangan ulangi lagi.


Nana menunggu balasan Aldan, tidak ada tanda tanda Aldan membaca pesannya hingga Nana mulai mengantuk.


Tring!


balasan dari Aldan buru buru Nana membuka ponsel nya.


iya gua ngerti. so, lain kali gua bakal jemput Lo ya!!!


dahi Nana berkerut melihat tanda seru dari pesan Aldan yang artinya kalimat perintah. Nana tidak membalas dan langsung tertidur pulas.


sampai di sekolah Nana masih membayangi ciuman Aldan, entah kenapa Nana menjadi begitu tenang saat Aldan mencium nya.. sampai yang di pikiran datang.


"Oii...." ucap Aldan dari belakang. Nana menorehkan wajah ke belakang dengan alis bertaut "Apa??"


"Nanti ada rapat OSIS jam 3 buat acara penghargaan anak basket yang menang lomba" ucap Aldan. Nana mengangguk pelan dan mengirim kan pesan singkat ke papa nya.


Pa. aku ada rapat OSIS hari ini. kira kira mulai jam 3 sore.


tak lama papa membalas.


oke sayang, nanti papa jemput kamu.. belajar yang rajin ya..


Sampai bel pulang berbunyi semua sudah stay di ruang OSIS. Nana menghela nafas kemudian melihat ketiga geng.. Nana agak malas memanggil namanya. dia lebih suka memanggil Anna dengan sebutan cangcorang.


Anna mendekati Aldan yang sedang menyiapkan berkas berkas untuk rapat.. "Aldan sayang.. mau aku bantu?" rayuan Anna namun Aldan hanya melirik dengan tatapan dingin.. "Kenapa kamu? kok jadi cuek..? apa jangan jangan gara gara...."


"semua itu gak ada hubungan nya sama dia.." ucap Aldan pelan hingga Nana tidak bisa mendengar percakapan keduanya.


Adriyan menatap Nana seperi menyiratkan sesuatu hal itu diketahui Aldan buru buru Aldan mendekati Adriyan. "Bro.. nih berkas yang nanti bakal kita bahas" ujar Aldan kemudian keduanya menjauhi Nana.


"Tak ku sangka ketika Aldan bekerja dia sangat konsisten dan teliti" ucap Nana dalam hati.


rapat pun akhirnya selesai sampai. semua anak OSIS berhamburan keluar. Nana menatap jam tangan nya menunjukkan pukul 17.57 pantas saja matahari hampir tak nampak lagi.


Nana berjalan ke arah parkir motor mengeluarkan ponsel nya mencoba menghubungi papa.


"Halo pa?"


"halo sayang..."


"Pa, aku udah keluar nihh.."


"Aduhh maaf ya sayang. papa hari ini lembur"


"Kaka mu juga ada BEM sayang.. tadi dia telpon papa. dia bilang belum pulang"


"terus aku giamana pah? ini udah hampir


Maghrib." Nana mulai pasrah.


Aldan melihat Nana dengan tatapan bingung kemudian mencoba mendekati nya.


"kenapa Lo?"


"Halo sayang.. itu suara Aldan kan?"


"Ehhhh memangnya papa kenal sama Aldan"


"iyaa.. nanti papa jelasin di rumah.. oper dulu telpon nya!" perintah papa


"Buat apa pa?" tanya Nana


"oper dulu sayang.." ucapan papa membuat Nana menyerah kemudian beralih pandangan ke Aldan.


"Papa ku mau ngomong" ucap Nana memberikan ponselnya. Aldan menerima kemudian sedikit menjauh dari Nana.


Aldan terlihat mengangguk angguk saat menjawab telpon dari papa, setelah lama berbicara Aldan kembali mendekat, dan memberikan ponselnya kembali.


"Ha-halo pa?"


"Kamu pulang sama Aldan ya.."


ucapan papa membuat Nana syok. "Apa...." Nana melirik Aldan yang menguping "Tapi Pa.."


"No tapi tapi. Aldan anak yang baik, dia gak akan apa apain kamu".


"Papa gak tau aja kejadian kemaren" ucap Nana dalam hati yang akhirnya Nana menyerah.


"Ayo.. ucap Aldan" kemuadian mereka mencari sepeda motor milik Aldan, namun tidak seperti motor yang biasa dia pakai.


"Motor mu ganti?" tanya Nana


"enggak, gua pake motor gua yang Laen" ujar Aldan menaiki motor. "kenapa?" tanya nya. "lagi pengen bawa yang simpel aja." kemudian Aldann memberikan Nana helm yang di bawanya.


tak selang beberapa lama motor tersebut sudah meluncur ke jalan



dengan tatapan malas Aldan mengendarai motor. Nana juga melihat wajah nya lewat kaca spion. terlihat dia agak lelah. sampai akhirnya polisi tidur mengagetkan keduanya.


Nana refleks memeluk pinggang Aldan. "Aldan. kamu melamun ya...?" tanya Nana panik. "M-M-maaf" ucap Aldan kemudian melihat kebawah.. dimana ada tangan Nana di pinggangnya.


Nana tersadar dan melepaskan tangannya segera.


"maaf aku gak sengaja"


entah mengapa hal yang tak di sengaja tadi membuat jantung Aldan berdegup dengan kencang.


💝