LDR

LDR
bolehkah kita berteman?



mata Nana masih sayup yang sedari tadi menangis dia berpisah dengan Tania yang tadi di panggil oleh Bu Popon untuk ke ruang guru, Nana bersandar di dekat pohon mencoba merasakan apa yang Aldan rasakan.


"Ngapain lu disini?" ucap Aldan menautkan alis. Nana teridam sejenak kemudian melambaikan senyuman untuk Aldan. "Aku cuma mau nyari angin segar.." ucap Nana kemudian duduk di atas rerumputan..


Aldan terdiam sejenak kemudian mendekati Nana dan duduk di samping nya, Aldan terdiam sementara Nana mulai mencari topik untuk mereka bicarakan..


"Aldan..." belum sempat Nana selesai berbicara Aldan menatap Nana dengan tatapan dingin. "Kenapa mata Lo sembab gitu?" ucap Aldan memegang dagu Nana yang membuat pipi Nana merona merah. Nana menyingkirkan tangan Aldan kemudian menatap wajah Aldan yang sungguh tampan nya. alis nya, bibir nya yang tipis, rambut kehitaman nya, kulit nya yang halus.


pandangan Nana buyar ketika Aldan memalingkan wajahnya menatap pemandangan yang ada di depannya "Tadi di parkiran kamu bilang 'itu aja gak cukup' maksud mu apa?"


Aldan melirik Nana tatapannya masih dingin dan datar "Bukan apa apa, lupain aja" ucap Aldan membuat Nana gusar.. Nana memberanikan diri memegang tangan aldan yang membuat Aldan kaget dalam ekspresi dingin.


"Kamu sudah menolong ku.. aku akan membayar hutang budiku ke kamu." Aldan masih terdiam kemudian menarik tangan nya, Nana diam kemudian bangkit. "Besok temuin aku di restoran kenanga oke, aku akan mentraktir mu makan"


ucap Nana dengan senyuman yang lembut menatap Aldan kemudian pergi meninggalkan nya.


Aldan menatap langit terdiam sejenak kemudian melihat wanita yang ada di depannya yang berjalan meninggalkan nya. kemudian senyum terukir di wajahnya.


🔥🔥


keesokan harinya Nana pergi ke restoran kenanga menggunakan dress seatas lutut berwarna coklat susu sepatu highelss berwarna coklat muda dan bando yang sama seperti warna sepatu nya dan tak lupa tas kecil coklat yang menambah fashion nya.


Nana teridam sejenak memilih tempat yang enak untuk nya, ia memesan tempat dekat dengan jendela tepat di samping dia mengirim kan pesan singkat ke Aldan.


"Aku sudah memesan tempat untuk kita, temui aku di kursi no dua ya. aku sudah menunggu"


pesan singkat dari Nana belum terbaca tak lama kemudia muncul dua centang biru. Aldan mengetik kemudian tidak jadi dan kemudian kembali mengetik membuat Nana kesal, apakah dia tidak bisa datang atau bagaimana.


pria yang super tampan di tambah dengan jeans berwarna coklat dan kaos berwarna putih serta jaket coklat yang senada dengan warna bando milik Nana.


Tunggu.. padahal mereka berdua tidak berjanjian untuk menggunakan warna yang sama.. pria itu membuka semua mata tertuju padanya juga para wanita yang tidak tahan dengan kulit putih nya.


pria itu mendekati Nana kemudia duduk tepat di depan Nana. "Maaf gua telat..." ucap Aldan menatap Nana, Nana tersenyum lembut "tenang aja aku juga baru sampe kok.." ucap Nana masih tersenyum "Udah pesen makanan?" ucap Aldan mengambil buku menu "Belum.. heheh aku gak tau kamu suka makan apa, jadi euhh...."


"Ayam milestone..." ucapan Aldan membuat Nana bingung "Hah?" Aldan menaruh buku menu ke meja "Ayam milestone.. Makanan favorit gua" ucapan Aldan membuat Nana tertawa cekikikan.. apakah pria ini sedang memberitahukan makanan favoritnya atau...


Aldan memanggil waiters dan memesan beberapa menu pilihan nya "Satu chicken milestone, minumannya Lemon lime.. Lo mau pesen apaan?" ucapan Aldan membuat Nana mendelikan mata kemudian meletakkan buku menu yang tadi menutupi wajahnya..


"A-Aku pesan spaghetti bolognese.. minuman nya Fruity ice" weiters mencatat kemudian mengangguk.. "Baiklah tunggu sebentar lagi"


tak lama kemudian makanan tersaji. pelayan meletakkan makanan pesanan kami di meja masing masing.. "Makanan disini tuh enak enak.. dulu aku pernah tinggal di Jakarta.. pasti setiap akhir pekan papa selalu mengajak kami sekeluarga makan disini.." ucapan Nana riang.


keadaan di restoran tersebut sangat ramai, tapi terasa hening di antara mereka.. Nana baru sadar Aldan diam menatap nya dengan tatapan dingin.


"astgaaa.. apakah aku menyingung keluarga nya?" ucap Nana dalam hati.


"M-M-maaf..." ucap Nana gugup.. Aldan memasukkan makanan nya ke dalam mulutnya kemudian melumat nya secara perlahan dengan mata terpejam..


selesai makan di mulut nya habis Aldan membuka matanya menatap Nana lama "untuk apa Lo Minta maaf, Lo gak salah.."


ucap Nana kaget.. namun dihati kecilnya masih penuh dengan rasa bersalah.


💌