
Pagi yang sangat cerah Nana sudah rapih dengan cepatnya.. pakaian yang digosok make up yang natural dan parfum dengan aroma yang biasa dia pakai.
menuruni anak tangga dilihatnya Adriyan yang tersenyum manis.. seketika wajah Nana memerah menjadi malu malu..
Puk!!
Nana menatap seseorang yang menepuk pundak nya "Anak papa sudah remaja, ya. sudah tidak mau diantar" ucap papa senang.
"Cuma hari ini kok pah" ucap Nana mencibir.
Adriyan tersenyum "Nanti mungkin akan sering sering aku antar jemput.." ucap Adriyan membuat Nana merona merah.
"A-Ahhh ayo kita berangkat nanti telat...." ucap Nana sambil merangkul Adriyan..
Papa mengangguk ke Adriyan kemudian Adriyan membalas dengan senyuman. "Om.. Tante kami berangkat dulu.." ucap Adriyan keluar rumah.
dibukakannya pintu mobil kemudian dia mempersilakan Nana masuk bak seorang putri raja. Nana merasa bahagia memiliki kekasih yang perhatian terhadap nya. Nana kemudian masuk..
sampai di sekolah.
"Nanti istirahat kita makan ya.. jangan di kelas terus" ucap Adriyan mencibir Nana. Nana yang merangkul tangan Adriyan tersenyum melihat pacar nya dengan wajah yang seperti anak kecil..
"Iya iya... nanti kamu kekelas aku aja yaa..." ucap Nana membuat Adriyan semakin kegirangan.
Di kelas ramai sekali dengan urusan nya masing masing Nana duduk di kursi miliknya. dilihatnya Aldan yang tengah mengerjakan PR sejarah membuat Nana memutarkan bola mata nya.
"PR dari kemaren kenapa baru dikerjakan sekarang?" Cibir Nana menatap Aldan. "Violetha gak mau tidur semalam, jadi gua Baru sempet ngerjainnya sekarang.." ucap nya masih mengerjakan soal soal yang sulit menurut Nana.
Aldan menutup buku kemudian menatap Nana. kini mata mereka saling bertatap. "Lho.. cepet banget ngerjainnya.." ucap Nana dia pun tak heran karena walaupun Aldan termasuk kedalam anak yang Badung namun dia menjadi murid teladan di kelas.
"Ohhh ya. ngomong ngomong usia Violet itu sudah 10 tahunan kan? sebelumnya apa dia sudah bersekolah?" tanya Nana penasaran. Aldan hanya terdiam menatap Nana. yang membuat Nana memiringkan kepalanya.
"Heii.. kamu melamun?" tanya Nana sambil melambaikan tangan nya dan benar dugaannya Aldan tengah melamun..
"So-Sory..." ucap Aldan menatap hangat wajah Nana..
"Ada masalah apa?" tanya Nana memperhatikan.. namun Aldan hanya menggeleng "Lu nanya apa tadi?" tanya Aldan penasaran..
"Violet, apa sebelum nya dia sekolah?" tanya Nana sambil menegakkan tubuhnya.
"Enggak.. Violet hanya Homeschooling" ucap Aldan.. Nana sendiri tidak tahu kenapa anak sekuat Violet memiliki tubuh yang lemah seperti itu. jikapun Nana bertanya Aldan maupun Tante Alisa tidak memberikan jawabannya..
Tringgg Tringggg!!!
Bel istirahat berbunyi semua anak anak sudah merapihkan barang barang nya yang ada di meja dan berhamburan keluar..
"Nana kita ke kantin yuk.." Ajak Tania namun Nana menolak dengan lembut.
"Maaf.. tapi hari ini Adriyan ngajak aku istirahat bareng.." ucap nya yang membuat Tania mengerti.. kemudian wajahnya menatap apa yang ada di belakang Nana.
"Nana...." ucap pemuda di depan pintu kelas. Nana tersenyum "Iyaa..." ucap nya mendekati Adriyan kemudian Adriyan merangkul pinggan Nana dan berjalan meninggalkan kelas
"mau makan apa?" Tanya Adriyan menatap makanan yang ada di kantin. Nana kebingungan karena terlalu banyak dan akhirnya dia menggeleng.
"Aku minum aja deh.." ucap Nana kemudian mengangguk. Nana masih bingung ini kan masih jam istirahat tapi kenapa Adriyan membawa ransel dan memakai jaket.
"Kamu mau pulang? atau bagaimana??" tanya Nana penasaran.. "Enggg...??" Aldan menatap Nana kebingungan. dia menyodorkan minuman kepada orang yang di cintai
"Bukannya rapat OSIS Minggu lalu aku udah bilang??" ucap Adriyan membuat alis Nana bertaut.. "Apa?" tanya Nana tak mengerti
"Hari ini kan ada pertemuan OSIS di seluruh SMA se Jakarta." ucap Adriyan menatap Nana dengan tatapan nanar.. Nana tertawa sembari menggaruk kepalanya.. "Heheh aku lupa.."
"Lupa atau tidak perhatikan?".
SKAT MAT
Nana tersenyum malu.. "Maaf..." dengan wajah cemberut yang seperti anak kecil..
"Kamu ini...." ucap nya menatap ke arah lain yang tak beraturan.
Nana terdiam sejenak. kemudian merayu Adriyan.
"Ayolah sayang... lain kali aku meratiin kok.." ucap Nana membuat Adriyan tersenyum.
"Iya aku maafin" Ucap Adriyan mencium pipi Nana membuat Nana sontak kaget.
"Ihhhhh dasar cabul" Nana mendorong Adriyan yang membuat Adriyan tertawa kecil sambil mengusap kepalan Nana.
"Aku sayang sama kamu.." wajah Adriyan menatap serius wajah Nana yang membuat jantung Nana mau copot rasanya.
"Kalo kamu gimana? apa kamu sayang juga sama aku.?" tanya Ardiyan dengan wajah yang memelas Nana pun tersenyum dan memegang erat tangan Adriyan.
"Tentu... tentu aku sayang sama kamu" balas Nana yang saling menatap
dari kejauhan Lusiana dan Anna bersama geng mereka menatap Nana dan Adriyan bermesraan..
"Huh.. dasar wanita jalang.."
"Gimana kak? apa kita labrak aja cewek sialan itu?" ucap Anna geram.
Lusiana tersenyum jahat menatap Nana dari jauh.. "Belum.. jangan sekarang.. nanti kita bakal abisin dia sampe gak ada yang tersisa"
"Hari ini loh boleh menangin Adriyan Nana, tapi nanti abis Lo" ucap Lusiana dalam hati sambi mengepalkan tangannya.
💞