LDR

LDR
Aku tahu.



Nana menatap Aldan lama kemudian menunduk, jelas sekali dia salah.


"Euhhhh Al.." ucap Nana "Nanti selesai makan anterin gua liat liat barang di mall Manisof"


Nana membelakak kan mata itu adalah mall dengan barang barang yang mahal.. namun tidak lah heran, papa Aldan adalah seorang pengusaha yang sukses di Jepang. Nana hanya mengangguk pelan.


setelah makan bukannya Nana yang membayar justru Aldan yang membayar.. Aldan menolak untuk menerima uang Nana. kemudian keduanya melihat lihat barang yang di jual di mall yang mereka tuju. Nana melihat kalung dengan liontin dengan inisial A terlihat sangat indah sampai menatap nya lama.


"ngapain?" ucap Aldan mengagetkan Nana "enggak apa apa.." ucap Nana meninggalkan Aldan.. sampai Nana berhenti di depan lift menunggu Aldan "lama banget, ngapain sih?" ucap Nana merasa heran.


Aldan terdiam kemudian masuk kedalam lift diikuti oleh Nana. sampai di toko boneka


"lu bisa pilihin boneka yang bagus?" tanya Aldan agak ragu.. "kamu kan laki-laki ngapain beli boneka?" ucap Nana tertawa cekikikan.


"pilihin aja." ucap Aldan singkat membuat Nana buru buru memilihkan boneka untuk Aldan.. sampai ia melihat boneka beruang yang imut menurut nya.. berwarna ungu dengan pita berwarna pink "ini bagus" ucap Nana tersenyum lembut.


Aldan membayar boneka yang dipilih Nana ke kasir tak lupa di bungkus sesuai permintaan Aldan. "bisa ikut gua sebentar?" ucapan Aldan membuat Nana diam. kemudian mengangguk.


Aldan mengajak Nana kesebuah rumah sakit elit, ditujunya ruangan anggrek yang diyakini Nana adalah ruangan VVIP khusus anak.


Aldan membuka pintu dilihatnya seorang wanita yang tengah menyuapi anak nya. namun anak nya hanya diam dengan wajah yang tidak senang.


"Violet...." ucap Aldan kini dia benar benar tersenyum.. ya, senyuman yang sangat tulus. "Itu kak Aldan datang" ucap seorang wanita tersebut kemudian Nana dan Aldan berjalan mendekat keduanya menyalami wanita tersebut tanpa aba aba anak itu langsung memeluk Aldan.


"Kakak.. aku kangen.." Nana sadar ini adalah ibu dan adiknya Aldan seperti yang dibilang oleh Tania "Kakak juga kangen.. mangkanya kamu harus cepet pulang ya"


"Kamu?? hahaha biasanya juga Lo gue" ucap Nana dalam hati


"Nihh kakak belikan boneka buat kamu.." Violet sumringah melihat boenak yang dibelikan Aldan kemudian membuka bungkusan yang menutupi permukaan nya dan memeluknya dengan erat.


"terimakasih kak Aldan.. kak...." Violet teridiam raut wajahnya terlihat bingung.. Aldan tersenyum "Namanya kak Nana" Violet tersenyum manis "Terimakasih kak Nana" sambil memegangi tangan Nana. Nana tersenyum senang melihat anak yang terlihat lemah namun masih berusaha terlihat riang


"Tante.. Violet masih belum mau makan?" tanya Nana "belum sayang.." Nana terdiam sejenak memikirkan sebuah ide.


"Heii.." ucap Nana membuat Violet berhenti memainkan boneka nya.. "kamu tau gak, setiap boneka itu memiliki perasaan.." ucapan Nana membuat Violet menautkan alis. sementara. Tante Alisa tersenyum senang "bener ya kak?" tanya Violet menautkan alis. "iya... boneka nya bakalan sedih kalo kamu gak mau makan".


sontak wajah Violet berubah menjadi sedih. "Miko nanti jadi sedih ya kak?" ujar Violet. "M-Mikoo?" ucap Nana kebingungan "iya.. nama boneka nya Miko"


"Iya, nanti Miko nya jadi sedih" ucap Nana menyuapkan sesuap bubur ke mulut Violet dan ajaib nya Violet mau makan.. hal yang membuat Tante Alisa bahagia ketika anak anak nya bahagia


tak terasa satu mangkuk bubur telah habis dilahap Violet "Heii Miko, bubur nya sudah aku habisin. apa kamu senang?" tanya Violet masih dalam raut kesedihan.. "tentu saja, iya kan Tante?" ucap Nana "iya sayang.. Miko senang sekali kamu menghabiskan buburnya" seketika raut wajah Miko menjadi cerah. dia memeluk erat boneka pemberian Aldan.


kemudian Aldan datang "Ehhhhh bubur nya udah abis?" ucap Aldan melihat mangkuk yang sudah tidak ada isinya lagi. "Iyaaa.. tadi kak Nana yang nyuapi aku.." ucap Violet..


Tante Alisa baru bisa makan setelah Violet makan. "kamu sudah makan sayang?" ucap Tante Alisa "udah mah" ucap Aldan menatap Nana dan Violet bermain bersama.


Tante Alisa ikut menatap apa yang Aldan tatap "Nana itu anak yang baik, baru bertemu dengan Violet hati Violet sudah luluh.. padahal tadi Violet susah sekali makan.. tapi ketika Nana membujuknya sedikit Violet langsung mau makan..." ucap Tante Alisa tersenyum kemudian melanjutkan makan.. Aldan hanya tersenyum senang dengan apa yang Nana lakukan hari ini.


setelah beberapa waktu Aldan pamit mengantarkan Nana pulang "Mah. aku anterin Nana pulang dulu. abis itu aku kesini lagi.." mama mengangguk.. Violet memasang wajah sedih tak rela ditinggal oleh Aldan dan Nana "Kak Nana nanti kesini lagi kan?" tanya Violet.


"iya. nanti kakak kesini lagi" ucap Nana mengusap kepala Violet kemudian pamit ke Tante Alisa.


🤝


sampai di pagar depan rumah Nana Aldan mematikan mesin motor nya.


"Mau mampir dulu?" tanya Nana. Aldan hanya menggeleng. "Yaudah aku masuk ya"


"Nana tunggu" ucap Aldan. Nana berbalik arah menatap nya namun tanpa aba aba Aldan memeluk Nana.. begitu lembut dan terasa hangat


"Makasih untuk hari ini" ucap Aldan melepas pelukannya. Nana tak menjawab apa apa hanya mengangguk lalu masuk kerumah sementara Aldan pergi kembali ke rumah sakit.